smoke-and-heart-diseaseBanyak orang yang sudah paham bahwa merokok dapat menimbulkan dampak serius terhadap kesehatan manusia. Dampak dari merokok seperti yang sudah diketahui antara lain kanker paru, gangguan prostat, penyakit jantung, katarak dan masih banyak lagi. Merokok tidak hanya akan merugikan diri sendiri, tapi juga merugikan orang lain, yang sering disebut perokok pasif. Bahkan berdasarkan penelitian, akibat yang dialami perokok pasif jauh lebih buruk dibandingkan perokok aktif. Bagi masyarakat awam, merokok sudah jelas bisa merusak paru-paru karena asap yang diisap langsung masuk ke paru-paru. Namun banyak orang tidak tahu bahwa rokok ternyata juga bisa meningkatkan kadar kolesterol dan detak jatung dalam tubuh manusia. APA ITU ROKOK? Bahan baku rokok adalah daun tembakau yang dipotong halus dan dikeringkan. Ada juga daun tembakau yang dikeringkan saja tanpa dipotong halus, biasanya digunakan sebagai rokok cerutu. Setelah dipotong halus dan dikeringkan, tembakau dibungkus dengan kertas rokok. Inilah yang disebut dengan rokok putih. Bila ke dalam rokok putih tersebut ditambah cengkeh atau bahan lainnya, maka itu disebut rokok kretek. Apabila tembakau dipotong halus, dikeringkan lalu dibungkus dengan daun jagung kering, itu disebut rokok kelobot. Rokok tersebut yang ditambah kemenyan dan daun kelembak disebut rokok kelembak. Saat ini sudah banyak produsen rokok yang memproduksi rokok rendah tar dan nikotin. Ada pula pabrik rokok yang berusaha mengurangi efek rokok terhadap kesehatan tubuh dengan menggunakan filter guna mengurangi jumlah partikel debu dari asap rokok. Filter dapat digunakan pada rokok putih, rokok kretek maupun rokok pipa, sehingga dapat mengurangi angka terjadinya beberapa penyakit akibat merokok. Namun tetap tidak memberikan perubahan terhadap terjadinya penyakit jantung koroner. Merokok dibedakan menjadi:
  1. Perokok ringan: bila merokok sigaret 1-10 batang perhari.
  2. Perokok sedang: bila merokok sigaret 11-20 batang perhari.
  3. Perokok berat: bila merokok sigaret 20 batang atau lebih perhari.
  4. Bekas perokok: bila dulu pernah merokok, sekarang sudah tidak.
  5. Bukan perokok: bila tidak pernah merokok sepanjang hidupnya.
BAHAYA ROKOK
  • Bahan dasar rokok mengandung zat-zat kimia yang berbahaya bagi kesehatan. Dalam satu batang rokok terdapat lebih kurang 4.000 jenis bahan kimia, 40 persen di antaranya beracun.
  • Bahan kimia yang paling berbahaya terutama nikotin, tar, hidrokarbon, karbon monoksida, dan logam berat dalam asap rokok.
  • Rokok menimbulkan efek kecanduan pada orang-orang yang mengonsumsinya. Rokok memiliki efek yang sama dengan morfin, yaitu efek adiksi (ketagihan) dan habituasi (ketergantungan).
ROKOK MEMBUNUH JANTUNG? APA HUBUNGANNYA? Dari berbagai bahan kimia yang terkandung di dalam rokok, yang paling berpengaruh terhadap terjadinya penyakit jantung adalah gas karbon monoksida (CO) dan nikotin.
  1. Gas karbon monoksida (CO). Apabila seseorang tengah merokok, maka kandungan gas CO yang ada di dalam rokok tersebut akan ikut terhisap ke dalam paru-paru. Kemudian gas CO tersebut akan ikut dalam aliran darah termasuk aliran darah jantung. Darah banyak mengandung hemoglobin, suatu zat yang penting bagi tubuh untuk mengangkut oksigen ke seluruh tubuh. Bila di dalam darah terdapat gas CO, maka hemoglobin akan lebih banyak terikat dengan CO, karena daya ikat CO dengan hemoglobin 200-250 kali lebih kuat dari daya ikat oksigen dengan hemoglobin. Bila terdapat kadar CO yang berlebihan dalam darah, maka pada akhirnya kadar oksigen dalam darah akan turun dengan drastis. Terjadilah hepoksia karena darah kekurangan oksigen. Akibatnya jaringan tubuh juga akan kekurangan oksigen. Bila hipoksia menyerang otak, maka akan menimbulkan gangguan susunan syaraf pusat yang disebut ensefalopati. Apabila mengenai jantung dan darah disebut gangguan kardiovaskuler. Ikatan gas CO dengan hemoglobin disebut karboksihemoglobin (COHb). Kadar COHb erat kaitannya dengan serangan jantung mendadak dan nyeri jantung mendadak. Kadar COHb 5%-10% menyebabkan gangguan metabolisme otot jantung, ketidaksanggupan belajar dan pandangan mata mengecil. Bila kadar COHb 2,9-4,5% akan memberikan gejala nyeri dada ketika bergerak sedikit. Merokok satu batang per hari akan menghirup 20 ppm gas CO.
  2. Nikotin. Dari semua zat kimia berbahaya dalam rokok, nikotin mempunyai efek paling banyak, yakni :
  • meningkatkan detak jantung, peningkatan tekanan darah sistolik dan diastolik dalam keadaan istirahat, sehingga kebutuhan tubuh akan oksigen juga meningkat. Peningkatan ini terjadi karena adanya zat noreinefrine yang akan merangsang katekolamine di dalam darah. Bahan kimia ini akan merangsang reseptor kimia pada pembuluh darah yang akan mengakibatkan peningkatan sistolik dan diastolik, yang selanjutnya akan mempengaruhi kerja jantung.
  • menyebabkan penyempitan pembuluh darah perifer yang akan memberikan risiko terjadinya ateriosklerosis, selain juga meningkatkan tekanan darah.
  • menurunkan kadar kolesterol baik (HDL) dan meningkatkan kadar kolesterol buruk (LDL) dalam darah sehingga menyebabkan gangguan metabolisme lemak, walaupun belum ada penelitian khusus yang bisa menjelaskan bagaimana mekanisme penurunan HDL oleh rokok. Pada orang-orang yang merokok, ditemukan kadar HDL-nya rendah. Itu artinya, pembentukan kolesterol baik yang bertugas membawa lemak dari jaringan ke hati menjadi terganggu. Sementara kadar LDL-nya meningkat. Itu berarti lemak dari hati justru dibawa kembali ke jaringan tubuh. Intinya, transportasi lemak menuju ke hati menjadi terganggu.
ROKOK = PENYAKIT JANTUNG Penyakit yang erat kaitannya dengan merokok adalah penyakit jantung dan pembuluh darah, kanker, paru-paru, mag/pencernaan, dan berkaitan dengan alat reproduksi. Di Indonesia 26,4 % kematian disebabkan penyakit jantung. Di masa modern ini, prevalensi terjadinya penyakit jantung pada masyarakat sudah makin meningkat. Hal ini dapat terjadi disebabkan gaya hidup yang sudah semakin tidak sehat. Pada masa modern seperti ini, semua orang dituntut untuk bergerak cepat, maka pada akhirnya tidak dapat leluasa lagi mengontrol hidup sendiri. Perubahan pola hidup yang terjadi mulai memakan makanan enak dengan lemak jenuh tinggi, seperti fast food, menjadi perokok, sering mengkonsumsi minuman beralkohol, dan sering merasa tidak cepat puas. Hal tersebut menimbulkan stres yang berlebihan dan akan memberikan risiko tinggi menjadi penderita penyakit jantung koroner (PJK). Rokok menjadi faktor risiko utama penyakit jantung koroner. Penyakit ini bekerja sinergis terhadap faktor risiko lainnya, seperti hipertensi, kadar kolesterol meningkat, kencing manis, dan lain-lain. Risiko stroke dan kematian juga meningkat pada perokok. Orang yang sudah terkena penyakit jantung koroner harus menghentikan kebiasaan merokok sama sekali. Bila pasien tersebut masih merokok, kemungkinan mendapat serangan jantung berulang lebih tinggi dibandingkan bila dia berhenti merokok. Pasien berpenyakit jantung koroner yang tetap merokok diperkirakan setengah di antaranya berusia lebih pendek—sekitar 12 tahun—dibandingkan dengan mereka yang berhenti merokok. Bila orang tetap merokok setelah pemberian obat penghancur bekuan darah (dibalon), akibatnya dia bisa mengalami penyumbatan kembali. Kemungkinan itu dua sampai empat kali lebih tinggi daripada pasien yang berhenti merokok. DAMPAK ROKOK Merokok dapat menimbulkan berbagai dampak pada kesehatan manusia, baik dampak langsung maupun efek menahun. Dampak ini bisa terkena pada perokok aktif maupun pasif. Dampak langsung merokok:
  1. Air mata keluar banyak.
  2. Rambut, baju, badan berbau.
  3. Denyut nadi dan tekanan darah meningkat.
  4. Peristaltik usus meningkat, nafsu makan menurun.
Dampak jangka pendek (segera):
  1. Sirkulasi darah kurang baik.
  2. Suhu ujung-ujung jari (tangan/kaki) menurun.
  3. Rasa mengecap dan membau hilang.
  4. Gigi dan jari menjadi coklat atau hitam.
Dampak jangka panjang:
  1. Kerja otak menurun.
  2. Adrenalin meningkat.
  3. Tekanan darah dan denyut nadi meningkat.
  4. Rongga pembuluh darah menciut.
  5. Muncul efek ketagihan dan ketergantungan.
Asap rokok juga sangat berbahaya bagi perokok pasif. Dalam lingkungan rumah tangga, istri, suami, atau anak merupakan korban yang setiap hari harus menghirup asap rokok. Dampak rokok terhadap perokok pasif di rumah :
  1. Insiden batuk pilek meningkat (pada anak dan keluarga perokok).
  2. Penyakit jantung nonfatal meningkat.
  3. Timbul keluhan nyeri dada (angina) dan peningkatan terjadinya serangan jantung.
  4. Gangguan aliran darah tepi.
TIPS N TRICK Rokok memiliki kekuatan adiksi yang terbilang besar. Orang yang telanjur memiliki kebiasaan merokok, sulit untuk menghentikannya. Semakin lama seseorang punya kebiasaan merokok, sel-sel otak semakin terbiasa dengan paparan kadar nikotin tertentu. Sebab itu, bila suatu saat seorang perokok menghentikan kebiasaannya, pasti akan terasa tersiksa, baik fisik maupun mentalnya. Pada tahap ini, tentu keputusan tergantung pada si perokok sendiri, apakah beberapa waktu dapat menahan rasa tersiksa ataukah kembali merokok. Berikut ini beberapa niat praktis untuk menghentikan rokok :
  1. Mengubah kebiasaan untuk menghentikan ketagihan secara psikologis. Misalnya: Kalau biasa merokok setelah minum teh atau kopi, gantilah teh atau kopi dengan air putih segar untuk mengurangi kebiasaan itu. Bila jam merokok tak menentu, buatlah sebuah jadwal tetap. Sedapat mungkin diusahakan merokok hanya pada jam-jam tertentu.
  2. Mengurangi jumlah rokok secara bertahap. Misalnya, kalau sebelumnya 20 batang sehari, dibatasi menjadi hanya 10 batang, dan seterusnya. Namun, ini sungguh membutuhkan kedisiplinan.
  3. Menunda atau menahan keinginan merokok. Sebagai pengganti, bisa minum air putih (terapi minum air) atau berjalan-jalan ke luar.
  4. Menempelkan plester nikotin. Seperti orang kecanduan morfin, plester nikotin diberikan dengan dosis tertentu dan dengan pengawasan dokter. Bahan nikotin yang menyerap melalui kulit itu akan dikurangi dosisnya secara bertahap. Jika orang itu tidak kecanduan lagi, maka plester bisa dilepas.
Faktanya, hampir semua perokok ingin berhenti merokok, tetapi mereka tidak tahu caranya. Walaupun ada banyak cara untuk menghentikan kebiasaan merokok, namun satu kuncinya : dibutuhkan niat yang sangat kuat dari orang bersangkutan. Niat kuat adalah anjuran klise, namun para mantan nikotinis mendapat bukti, niat itulah kunci utama. Mereka menganalogikan proses penghentian kebiasaan merokok seperti mengemudikan mobil: mengerem habis tanpa melalui proses setahap demi setahap. Tapi sekali lagi, kuncinya adalah kata klise itu tadi: niat. Pertanyaannya sekarang, di manakah niat itu? Wahai para perokok, marilah kita bersama-sama mencari sang "niat". Sampai dapat. Dari berbagai sumber.