Umrah adalah suatu kebahagiaan bagi umat Islam. Suatu perwujudan kerinduan untuk berziarah ke Tanah Suci. Maka dari itu perlu persiapan khusus jiwa dan raga agar kesempatan ini dapat menjadi berkah bagi umat yang menjalankannya. Kini, kita akan membahas bagaimana mempersiapkan raga yang optimal. Periksa kesehatan Anda Anda perlu melakukan pemeriksaan kesehatan menyeluruh atau general medical check-up. Apalagi bila Anda menderita penyakit tertentu seperti gangguan jantung atau diabetes.  Gangguan tersebut bila dapat dikendalikan sehingga Anda menjadi optimal. Anda perlu meminta advis medis dari dokter mengenai obat-obatan apa saja yang perlu dibawa saat perjalanan Anda saat umrah. Kemudian seperti persiapan perjalanan biasa, Anda perlu membawa obat-obatan umum. Siapkan fisik Anda akan melakukan sebagian besar peziarahan dengan berjalan kaki. Maka Anda harus mempersiapkan dengan melatih fisik agar terbiasa. Lakukan olahraga ringan dengan berjalan jauh selama 1-2 bulan sebelum keberangkatan. Makan yang tepat Hal ini menjadi penting, terutama bila Anda memiliki gangguan metabolism seperti diabetes. Anda perlu memperhatikan hal ini. Beritahu pada keluarga Anda atau penyelenggara ziarah, agar Anda bisa dibantu untuk mendapatkan diet makanan yang sesuai. Suhu yang ekstrim Keadaan lingkungan di Arab Saudi adalah suasana yang berbeda dengan Indonesia.  Hampir seluruh wilayah Arab Saudi, kecuali provinsi Asir di bagian selatan, beriklim gurun. Hal ini menyebabkan suhu siang hari yang tinggi dan saat malam tiba menjadi sangat dingin. Suhu siang hari bisa mencapai 45-54 derajat celcius. Namun di saat musim semi dan gugur seperti di bulan Juli, suhu lebih menurun sekitar 29 derajat. Suhu yang ekstrim bila dibandingkan di Indonesia memerlukan persiapan yang matang bagi peziarah. Akibat dari suhu yang panas ini, maka akan mudah terjadi kulit pecah-pecah. Gangguan ini disebabkan kulit yang tak lagi lembab. Kulit pecah-pecah pada kaki bisa menyebabkan rasa nyeri dan bisa menjadi pintu masuk kuman. Maka Anda perlu mempersiapkan pelembab dan digunakan 2-3 kali setelah tiba di Arab Saudi. Imunisasi Meningitis alias radang selaput otak perlu dilakukan. Meningitis adalah penyakit yang mudah menular di tengah banyak orang dan angka kematiannya tinggi. Saat umrah atau haji adalah berkumpulnya banyak orang dari berbagai negara. Saat ini pemerintah Arab Saudi mewajibkan vaksin ini diberikan, agar tak terulang lagi kejadian luar biasa meningitis saat tahun 1987 dan 2000 saat haji. Vaksin diberikan paling lambat 2 minggu sebelum keberangkatan dan antibodinya dapat bertahan selama 3 tahun. Selain itu diperlukan pula imunisasi Hepatitis A. Menunda Menstruasi Masalah ini seringkali menjadi masalah bagi muslimah saat melakukan ibadah. Di dalam Islam, sewaktu haid wanita tidak boleh tawaf, shalat, memegang Al Quran, bersanggama, dan puasa. Bagaimana bila hal ini terjadi saat umrah? Solusinya, diperlukan pengaturan haid. MUI melalui fatwanya tanggal 12 Januari 1979 memperbolehkan penggunaan obat atau pil anti haid. Namun penggunaannya harus dikonsultasikan dengan dokter. Beberapa obat yang diberikan berupa hormonal seperti pil KB. Memang, banyak hal yang perlu dipersiapkan untuk perjalanan umrah ini.  Semua ini perlu dilakukan agar ziarah dapat menjadi kesempatan Anda untuk beribadat secara total kepadaNya. Disarikan dari ABHUk, Guidelines for Hajj and Umra.