Apakah Anda suka memicingkan mata saat melihat benda yang berada lebih dari 5 meter? Atau apakah Anda merasa semakin lama semakin sulit untuk melihat tulisan reklame dari kejauhan saat sedang berkendara? Bisa jadi Anda penderita rabun jauh! Tidak jarang kita mendengar pembicaraan “aduh, mata saya sekarang minus delapan (-8), naik dari sebelumnya minus enam (-6)”. Berbahayakah keadaan ini? Mari kita mengenal lebih lanjut apa itu rabun jauh!

Slide1

 Apa itu Rabun Jauh atau Myopia? Rabun jauh, dalam bahasa medis disebut Myopia, merupakan suatu kondisi seseorang mengalami keterbatasan melihat objek berjarak jauh akibat kelainan lensa dan bola mata. Pada mata normal, objek yang dilihat lensa mata dipancarkan tepat ke titik retina. Namun, pada penderita rabun jauh, pancaran objek akan jatuh di depan titik retina. Untuk mengetahui tingkat keparahan rabun jauh, sampai saat ini digunakan satuan Dioptri ukuran minus. Berdasarkan tingkat keparahannya, rabun jauh dibedakan menjadi: -       Rabun Jauh derajat rendah              : ukuran Dioptri kurang dari minus tiga (< -3.0 D) -       Rabun Jauh derajat sedang              : ukuran Dioptri antara minus tiga sampai minus enam (-3.0 D sampai dengan -6.0 D) -       Rabun Jauh derajat tinggi                 : ukuran Dioptri lebih dari minus enam (> -6.0 D) Apabila Anda penderita rabun jauh, derajat manakah tingkat keparahan Anda saat ini?  Siapa saja yang dapat menderita Rabun Jauh Derajat Tinggi? Rabun jauh saat ini diperkirakan diderita oleh lebih dari 1 miliar penduduk dunia. Beberapa studi terbaru menunjukkan bahwa di negara-negara Asia, penderita rabun jauh diperkirakan 60-70% penduduknya. Negara Asia seperti China dan Singapura menjadi negara dengan jumlah penderita rabun jauh derajat tinggi terbanyak di dunia. Kenapa angka penderita rabun jauh terus meningkat? Apa sebenarnya yang menjadi penyebab?
  1. 1.     Menurunnya aktifitas fisik di luar ruangan
Meningkatnya jumlah penderita rabun jauh dalam tiga dekade terakhir disebabkan oleh menurunnya aktivitas fisik di luar ruangan. Aktivitas fisik dalam ruangan seperti menonton televisi, penggunaan handphone dan smartphone menjadi penyebab utama.
  1. 2.     Faktor keturunan / Genetik
Penelitian di Singapura, Beijing, dan Negara Eropa menunjukkan bahwa anak dari orang tua yang rabun jauh, akan memiliki kemungkinan mengalami rabun jauh lebih besar daripada anak dengan  orang tua yang  berpenglihatan normal. Apa saja Gejala yang Anda alami apabila menderita Rabun Jauh Derajat Tinggi? Penderita rabun jauh tentu akan mengalami kesulitan untuk melihat jauh. Semakin tinggi nilai minus Dioptri yang diderita, maka jarak maksimal penglihatan jauh akan semakin pendek. Untuk mengetahui seperti apakah pandangan yang akan dialami seorang penderita rabun jauh, perhatikan gambar berikut di bawah ini :

Slide2

Gambar. Perbandingan antara pandangan normal dan rabun jauh

Slide3

Gambar. Progresivitas Pandangan Penderita Rabun Jauh

Seberapa berbahayakah Rabun Jauh Derajat Tinggi? Apabila tidak ditangani secara benar, maka Rabun Jauh Derajat Tinggi ini cukup berbahaya. Oleh karena sebuah studi terbaru di Singapura tahun 2013 menerangkan bahwa Rabun Jauh Derajat Tinggi akan terjadi kerusakan tidak hanya di bagian lensa mata, namun juga pada syaraf mata, retina, dan pembuluh darah bagian dalam mata. Kerusakan ini akan terjadi secara progresif, dengan semakin tinggi nilai minus Dioptri, akan semakin besar tingkat kerusakan yang terjadi. Penderita rabun jauh ternyata memiliki tekanan bola mata relatif lebih tinggi dibandingkan dengan mata normal. Sehingga menurut beberapa studi, kejadian glaukoma (keadaan meningkatnya tekanan bola mata) banyak ditemukan pada penderita rabun jauh derajat tinggi. Setiap penderita rabun jauh derajat tinggi dapat mengalami retinal detachment  (keadaan dimana retina terlepas dari permukaan dalam bola mata). Hal ini disebabkan oleh kerusakan pembuluh darah, syaraf, dan permukaan dalam bola mata pada pasien dengan rabun jauh derajat tinggi. Waspadailah keadaan ini! Apabila telah retinal detachment, pasien beresiko untuk mengalami penurunan kemampuan penglihatan sampai kebutaan. Kebutaan akibat retinal detachment dapat bersifat permanen apabila tidak mendapatkan penanganan dalam 6-72 jam  pertama. Gejala retinal detachment dapat berupa : -       Adanya penglihatan seperti cahaya flash kamera foto pada bagian pinggir penglihatan -       Tampak adanya gambaran seperti fenomena tetesan air saat melihat dan jumlahnya semakin banyak -       Adanya sensasi mata terasa berat dan nyeri tiba-tiba.

Slide4

Gambar. Pandangan seperti ada tetesan air di keadaan retinal detachment

Apabila Anda penderita Rabun Jauh derajat Tinggi dan mengalami gejala seperti gambaran retinal detachment yang dipaparkan di atas, jangan tunda untuk menghubungi dan berkonsultasi langsung ke dokter konsulen mata terdekat. Penundaan lama dapat berakibat kebutaan permanen dan menimbulkan kecacatan.