"Dok, menggunakan pil penunda haid selama puasa, bolehkah?" Ini menjadi salah satu pertanyaan yang sering menjelang bulan Ramadhan. Apakah terdapat efek samping yang membahayakan? Temukan jawabannya di dalam artikel ini. Saat bulan puasa ini mungkin terdapat sebuah kebiasaan baru, termasuk wanita  yang belum menikah untuk mengonsumsi obat atau pil penunda haid di bulan Ramadhan. Hal  ini dilakukan agar kegiatan puasa mereka tidak "berhalangan" karena siklus haid yang datang tiap bulannya. Banyak yang melakukan ini karena keinginan mereka untuk bisa menikmati puasa di bulan Ramadhan tanpa harus kehilangan beberapa hari akibat menstruasi. Tetapi apakah mereka mengetahui keamanan penggunaan obat yang mereka lakukan ini? Sayangnya terdapat kekurangan terhadap pengetahuan yang mereka miliki mengenai efek samping dari pil penunda haid tersebut. Ternyata, pil penunda haid tersebut sendiri mengandung bahan aktif dari produk sintesis hormon progesteron yang mirip dengan hormon alamiah pada wanita. Hormon progesteron ini digunakan untuk memanipulasi siklus haid. Biasanya, obat ini digunakan untuk mengatasi gangguan menstruasi, endometriosis, serta pendarahan menstruasi berat dan lain sebagainya.