Memanfaatkan waktu liburan dengan pengalaman yang memicu adrenalin memang mengasyikkan. Bungee jumping, parasailing, mendaki gunung, menyelam, bermain arung jeram, semuanya adalah hiburan menarik bagi Anda yang menyukai tantangan. Namun, hiburan ini juga memiliki risiko yang tinggi terhadap keselamatan kita sendiri. Bagaimana jika terjadi kecelakaan saat liburan? Nah, disinilah letak pentingnya pertolongan pertama. Pertolongan pertama biasanya diberikan oleh orang-orang di sekitar korban sebelum menghubungi petugas kesehatan terdekat. Pertolongan ini harus diberikan secara cepat dan tepat sebab penanganan yang salah dapat berakibat buruk, cacat tubuh, hingga kematian. Saat terjadi kecelakaan, sebagai penolong kita harus bersikap tenang dan tidak panik. Perhatikan pernapasan dan denyut jantung korban. Jika ada perdarahan hebat, gunakan saputangan atau kain yang bersih untuk menekan tempat pendarahan kemudian gunakan dasi, baju, ikat pinggang, atau apapun juga untuk mengikat saputangan tersebut. Jangan memindahkan korban secara terburu-buru. Pertama kita harus memastikan jenis dan keparahan cedera yang dialaminya sebelum memindahkan korban, kecuali bila tempat kecelakaan tidak memungkinkan bagi korban dibiarkan di tempat tersebut. Sebelum dipindahkan, pendarahan harus dihentikan serta tulang-tulang yang patah dibidai. Dalam memindahkan korban usahakanlah supaya kepala korban tetap terlindung dan perhatikan jangan sampai saluran pernapasannya tersumbat oleh kotoran atau muntahan.   Berikut ini kami sajikan tips pertolongan pertama jika terjadi kasus-kasus kecelakaan saat liburan. Pingsan Baringkan korban dalam posisi terlentang. Tinggikan tungkai melebihi tinggi jantung. Longgarkan pakaian yang mengikat dan menghambat pernapasan. Jangan terlalu banyak orang mengerumuni korban. Beri udara segar. Periksa kemungkinan adanya cedera lain. Istirahatkan korban selama beberapa saat. Rangsang nyeri dengan mencubit jempol kaki korban. Jika korban tak kunjung sadar, periksa napas dan nadi, jika posisinya stabil segera bawa ke instansi kesehatan.   Luka Bersihkan luka dengan antiseptik (povidon iodine, rivanol, alkohol). Jika ada benda asing, keluarkan tanpa menyinggung luka. Tutup luka dengan kasa steril/plester. Jika hanya lecet, biarkan terbuka agar proses pengeringan luka lebih cepat. Jika luka lebar dan dalam, bawa korban ke instansi kesehatan agar dapat dilakukan penjahitan luka.   Mimisan Tenangkan korban. Bawa korban ke tempat sejuk/nyaman. Korban diposisikan duduk sambil menekan cuping hidungnya lalu bernapas melalui mulut. Tekanan terhadap hidung dipertahankan selama 10 menit. Bersihkan hidung luar dan muka dari darah. Jika darah masih keluar, ulangi tindakan pertama. Jika darah tidak kunjung berhenti, bawa korban ke instansi kesehatan untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.   Kram Istirahatkan bagian tubuh yang kram. Buatlah posisi senyaman mungkin. Pijat berlawanan arah dengan kontraksi.   Memar Prinsip penanganan memar adalah dengan metode RICE, yaitu Rest, Ice, Compress, dan Elevation. Rest : Hentikan kegiatan dan beristirahatlah. Wilayah otot yang cedera juga harus dilindungi. Bila terasa sakit ketika digerakkan, lindungi bagian yang cedera dengan kayu belat (splint). Ice : Kompres bagian yang cedera dengan es. Tempelkan kain dingin atau es yang dibalut kain kasa atau yang lain di bagian cedera selama 20 menit, tiga kali sehari dalam 24 jam setelah terjadi benturan. Pendinginan dapat mengurangi pembengkakan dan rasa sakit di bagian yang cedera. Compress : Tekan bagian yang mengalami cedera dengan menggunakan perban khusus. Kompres ini dapat mengurangi pembengkakan di sekitar bagian tubuh yang memar. Balutan harus rapi dan pastikan tidak terlalu ketat agar tidak menimbulkan mati rasa atau bahkan menambah rasa sakit. Elevation : Bagian tubuh yang cedera diposisikan lebih tinggi dari jantung. Misalnya, jika yang cedera pergelangan kaki, upayakan pasien dalam posisi tidur kemudian pergelangan kaki diangkat atau ditopang dengan alat supaya posisinya lebih tinggi dari jantung.   Keseleo Korban diposisikan nyaman. Jika ada, semprot dengan chlorethyl spray. Kompres es/dingin. Balut tekan dengan ikatan membentuk angka 8 untuk mengurangi pergerakan. Istirahatkan korban dengan letak keseleo ditinggikan. Boleh dikomperes air hangat dan urut hati-hati.   Patah Tulang Menurut kontaminasi dan hubungan tulang yang patah dengan dunia luar, patah tulang ada 2 jenis, yaitu patah tulang tertutup dan terbuka.
  1. Patah tulang tertutup: ujung tulang yang patah tetap berada di dalam kulit. Penanganan : Periksa gerakan (apakah bagian tubuh yang luka bisa digerakkan/diangkat), periksa sensasi (respon nyeri), dan sirkulasi (peredaran darah). Usahakan tulang yang patah tidak bergerak dengan memasang bidai dan bawa ke instansi kesehatan.
  2. Patah tulang terbuka: ujung tulang yang patah berada di luar kulit. Penanganan : cuci luka dengan air bersih, tulang yang keluar dimasukan, tutup dengan kasa steril, bersihkan dengan antiseptik, pasang perban elastic, pasang bidai, lalu bawa korban ke instansi kesehatan terdekat.
  Tenggelam Periksa apakah korban masih bernapas dan raba denyut nadi leher, bila tidak teraba lakukan pijatan jantung dengan cara menekan dada korban dengan telapak tangan, lakukan sampai korban sadar, kosongkan air dalam perut dengan memiringkan kepala korban sedikit lebih rendah dari perut, kemudian letakan ke atas belakang hingga air keluar dari mulut.   Selamat berlibur dan semoga liburan Anda aman!