fotolia_36394676_subscription_xxldiabetes2_mittelPernahkan anda mendengar HbA1C? Kode tersebut mungkin hanya terlihat seperti sebuah susunan huruf dan angka bagi anda. Namun tahukah Sobat bahwa diabetes tidak hanya dapat didiagnosa melalui gejala cepat lapar, cepat haus, dan banyak berkemih?  Diabetes juga tidak hanya dapat didiagnosa melalui tes gula darah saja. Lantas, apa hubungannya antara HbA1C dengan diabetes? Simak artikel berikut untuk mengetahuinya lebih lanjut.   Apakah sebenarnya HbA1C itu?

Hba1c2

Diabetes
Seperti yang mungkin sudah anda ketahui, sel darah merah kita mengandung haemoglobin, molekul yang membawa oksigen. HbA1C adalah suatu molekul haemoglobin yang terikat dengan glukosa alias gula. Sel darah merah kita dapat hidup selama 8-12 minggu. Oleh karena itu, pengukuran HbA1C pada tes laboratorium dapat mengukur kadar glukosa darah secara rata-rata selama 2-3 bulan terakhir. Normalnya, nilai HbA1C pada bukan penderita diabetes adalah 3,5%-5,5%. Sedangkan untuk penderita diabetes, nilai kontrol gula darah yang baik adalah di bawah 6.5%. Hba1c Peran test HbA1C dalam  penegakan diagnosa Diabetes Sampai sekarang ini, tes HbA1C merupakan cara yang paling baik untuk mengetahui apakah gula darah dalam batas kontrol yang baik. Seringkali tes ini dilakukan pada orang yang sudah menderita diabetes. Kadar gula darah berfluktuasi dari menit ke menit, jam ke jam, dan hari ke hari. Sedangkan kadar HbA1C berubah secara perlahan, sehingga dapat digunakan untuk mengetahui ‘kualitas’ dari kontrol gula darah. Pada penderita diabetes, kadar glukosa cenderung mudah meningkat dibandingkan kondisi normal, menurun dengan olah raga, meningkat setelah makan, apalagi setelah makan makanan manis, sehingga sulit untuk dikontrol. Namun hingga saat ini penggunaannya untuk mendiagnosis diabetes masih menjadi perdebatan. Tes gula darah biasa dapat dengan mudah dipengaruhi oleh status puasa (terakhir kali makan) dan pola harian. Mengapa HbA1C dapat digunakan sebagai alat diagnosa diabetes? Pertama-tama karena kemampuannya untuk mendeteksi kadar gula darah rentang waktu 2-3 bulan terakhir. Kedua, tes ini cukup nyaman karena tidak memerlukan puasa, dan hanya memerlukan sedikit jumlah darah. Ditambah lagi, karena kemampuannya untuk mendeteksi kadar gula darah dalam rentang waktu tertentu, tes ini dapat mendeteksi kasus diabetes yang mungkin tidak terdiagnosa dengan tes gula darah biasa. Tingkat reliabilitas dari HbA1C lebih dapat diandalkan karena hasil yang cukup konsisten. Beda dengan tes toleransi gula 2 jam setelah puasa juga ditemukan dapat memberikan hasil yang berbeda dari waktu ke waktu. Namun, sayangnya, biaya untuk pemeriksaan HbA1C relatif lebih mahal dibandingkan dengan tes gula darah biasa. Ditambah lagi, hasilnya dapat bervariasi antar umur dan etnis. Jadi bagi Sobat yang hendak melakukan cek gula darah untuk skrining diabetes, sebaiknya Sobat melakukan konsultasi dulu pada dokter atau petugas kesehatan terdekat karena pada prinsipnya apa pun tes yang dipilih yang terpenting adalah Sobat waspada dan melakukan deteksi dini. Semoga bermanfaat. Referensi:
  • Pani LN, Korenda L, Meigs JB, Driver C, Chamany S, Fox CS, Sullivan L, D'Agostino RB, Nathan DM. Effect of aging on A1C levels in individuals without diabetes: evidence from the Framingham. Diabetes Care 2008 Oct;31(10):1991-6. Epub 2008.
  • American Diabetes Association. Diagnosis and classification of diabetes mellitus. Diabetes Care 2011;34(Suppl 1):S62-9.
  • World Health Organization. Use of Glycated Haemoglobin (HbA1c) in the Diagnosis of Diabetes Mellitus. Abbreviated Report of a WHO Consultation. Geneva: WHO; 2011.
  • d’Emden MC, Shaw JE, Colman PG, Colagiuri S, Twigg SM, Jones GR, et al. The role of HbA1c in the diagnosis of diabetes in Australia. Med J Aust 2012;197:220-1.
  • Florkowski C. HbA1c as a Diagnostic Test for Diabetes Mellitus – Reviewing the Evidence. Clin Biochem Rev Vol 34 August 2013.
  • Braatvedt GD, Cundy T, Crooke M, Florkowski C, Mann JI, Lunt H, et al. Understanding the new HbA1c units for the diagnosis of Type 2 diabetes. N Z Med J 2012;125:70-80.