Dalam hampir semua kasus, penyebab kanker serviks adalah hasil dari perubahan dalam DNA sel yang disebabkan oleh human papillomavirus (HPV). Perubahan dalam struktur DNA ini pun dikenal sebagai mutasi. Hal ini dapat mengubah instruksi yang mengontrol pertumbuhan sel. Jika sel-sel bereproduksi tak terkendali, mereka menghasilkan benjolan dari jaringan yang disebut tumor. Pilihan pengobatan pun menjadi terbatas karena sel-sel dan pertumbuhan abnormal terlalu kecil untuk terdeteksi. Jika kanker serviks ini terjebak di tahap akhir, sel-sel tersebut akan menyebar ke bagian tubuh lainnya (metastasis). Diperlukan waktu 10 sampai 15 tahun bagi kanker serviks untuk berkembang di dalam tubuh. Para wanita pun harus berjuang melawan tahap-tahap kanker lain pada ¬†organ-organ vital mereka.   Human Papillomavirus (HPV) Virus HPV merupakan salah satu penyebab kanker serviks pada wanita. HPV sendiri merupakan satu golongan virus dengan 100 jenis macamnya. Dan lebih dari 99% kasus kanker serviks yang terjadi pada wanita, beberapa di antaranya telah terinfeksi virus ini.   Tahukah anda bahwa ada 15 jenis HPV yang menjadi penyebab kanker serviks? Virus HPV tipe 16 dan 18 adalah dua tipe yang menyebabkan sekitar 7 dari 10 kanker serviks. Walaupun beberapa jenis HPV tidak akan menimbulkan gejala kanker serviks atau infeksi (kutil kelamin), kedua jenis HPV tipe 16 dan 18 sudah terbukti dapat meningkatkan faktor risiko kanker serviks.   HPV menyebar selama berhubungan seksual atau selama terjadi kontak pada kulit kelamin. 1 dari 3 wanita terbukti mengembangkan infeksi HPV hanya dalam waktu 2 tahun saja sejak pertama kali berhubungan seksual secara rutin. 4 dari 5 wanita kemudian juga terbukti mengembangkan infeksi tersebut di beberapa titik dalam tubuh mereka. Selain tes pap smear, para wanita juga disarankan untuk menyuntikkan vaksin HPV sebagai cara mencegah penularan virus HPV.   Seseorang dengan stadium akhir kanker serviks gejalanya sering dikaitkan dengan tempat-tempat di mana sel-sel kanker tersebut menyebar. Mereka dapat dengan cepat menyebar ke bagian tubuh penting lainnya, seperti hati, paru-paru, rektum, kandung kemih atau vagina. Jika sel-sel kanker serviks berada di paru-paru, sesak napas dan nyeri dada konstan dapat terjadi jika sel-sel tsb masih dalam Stadium 2. Sel kanker serviks di rektum dapat menyebabkan infeksi bakteri besar karena masalah dubur dapat menjadi rusak akibat pertumbuhan tumor yang besar. Sel di dalam kandung kemih juga bisa berubah menjadi tumor yang menghalangi jalan limbah pencernaan tubuh, menyebabkan penumpukan urine pada ginjal, yang bertanggung jawab untuk menyaring limbah dari darah.