Sebagian besar remaja yang berhasil selamat dari percobaan bunuh diri mereka, mengatakan bahwa bunuh diri dirasa sebagai satu-satunya jalan keluar dalam menghadapi semua masalah, seolah tidak mungkin lagi ada jalan keluar. Jika seorang menghadapi masalah dan tidak ada orang lain yang dapat diajak berbicara; mereka dapat merasa ditolak, tidak diinginkan, dan sendiri. Apabila hal ini terus berlanjut, mereka dapat berpikir bahwa bunuh diri adalah satu-satunya jalan keluar. Adanya latar belakang keluarga atau teman yang pernah melakukan bunuh diri, juga dapat mempengaruhi remaja untuk melakukan bunuh diri.   Banyak tanda dan gejala keinginan bunuh diri sesuai dengan gangguan depresi, antara lain :
  • Perubahan pola makan dan pola tidur
  • Menjauh dari teman - teman, keluarga, dan aktivitas rutin,
  • Melakukan tindakan kekerasan, seperti memberontak
  • Menggunakan alkohol dan obat - obatan
  • Mulai mengabaikan penampilan pribadi
  • Perubahan kepribadian
  • Rasa bosan yang terus - menerus, sulit berkonsentrasi, kualitas pendidikan menurun
  • Kehilangan minat terhadap aktivitas yang disukai.
  Gangguan depresi dan keinginan untuk bunuh diri merupakan gangguan mental yang dapat diterapi sehingga kasus bunuh diri tersebut dapat dicegah, apabila pribadi dan lingkungan sekitar lebih peka terhadap perubahan yang terjadi pada setiap individu.