Tingkat kejadian bunuh diri pada remaja semakin hari semakin memprihatinkan. Jumlah kasus bunuh diri setiap tahun terus meningkat. Bunuh diri menempati peringkat ketiga penyebab kematian pada remaja, sekitar 10 dari 100.000 remaja melakukan bunuh diri. Sebagian besar pelaku bunuh diri adalah pria, karena pria lebih banyak menggunakan senjata dibandingkan dengan wanita yang lebih banyak menggunakan obat - obatan sehingga tingkat keberhasilan bunuh diri pada pria lebih tinggi.

  Setiap orang tentu pernah mengalami pengalaman buruk dalam hidupnya, seperti : penolakan, kegagalan, atau kehilangan; sehingga merasa cemas, takut, putus asa, sedih, dan sebagainya. Hal ini adalah normal apabila seseorang mengalami suatu pengalaman buruk. Akan tetapi apabila disertai dengan gangguan mental yang cukup berat, seseorang dapat melakukan suatu reaksi yang berlebihan terhadap  pengalaman buruk yang dihadapinya, seperti melakukan bunuh diri. Berpikir bahwa bunuh diri dapat menghilangkan seluruh masalahnya, padahal tidak.   Kasus bunuh diri banyak terjadi di kalangan remaja, karena remaja merupakan masa peralihan dari usia kanak - kanak menjadi dewasa, dimana seseorang masih berproses dalam mencari jati diri yang sebenarnya. Pada usia remaja tanpa disadari banyak tuntutan dari keluarga, teman, dan lingkungan. Para remaja mulai diberikan kebebasan lebih dalam bertindak berarti dengan kata lain memiliki tanggungjawab yang lebih besar pula terhadap setiap tindakan yang dilakukannya, dan tidak semua remaja siap untuk menerima tanggungjawab yang lebih besar. Selain itu ada juga tuntutan untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan pendidikan atau lingkungan pekerjaan yang baru, mencari nafkah, mencari pasangan hidup, dan sebagainya. Belum lagi ditambah pula masalah lain yang dapat terjadi seperti masalah keluarga atau perceraian orang tua, nilai buruk dalam di sekolah atau kampus, putus pacar, penolakan dari lingkungan, pergaulan bebas, dan masih banyak lagi. Jika semua tuntutan dan masalah yang dialami dirasakan sebagai suatu beban tanpa ada penyelesaian, remaja yang memiliki gangguan mental cenderung menjadi depresi dan melakukan tindakan bunuh diri.