Saya yakin bahwa tidak banyak Sobat yang paham dengan kata penyakit otoimun atau autoimmune disease. Bahkan kata ini kalah tenar dengan penyakit yang terkenal, sebut saja kencing manis, hipertensi, dan lainnya. Tahukah Sobat ternyata walau penyakit ini tidak terkenal, namun ternyata banyak diderita orang masyarakat kita, sebut saja asma, dermatitis atopik, rheumatoid arthritis, dan lainnya.

Apa itu penyakit otoimun?

Tubuh kita sebenarnya memiliki mekanismenya sendiri dalam mengatasi masalah yang ada di dalam tubuh. Inilah yang disebut dengan sistem imun atau kekebalan tubuh, termasuk di dalamnya sel darah dan protein lain yang menyertai (misalnya antibodi). Sistem imun ini akan bereaksi ketika tubuh mengalami luka, atau masuknya kuman, parasit, virus, sel kanker, racun ke dalam tubuh.

Nah, di mana letak gangguan otoimun ini? Penyakit otoimun terjadi adanya reaksi kekebalan tubuh yang merusak bagian tubuh lainnya. Bagian tubuh lainnya yang normalnya adalah “kawan” berubah menjadi “lawan” oleh sistem kekebalan.

Konsep bahwa otoimun menyebabkan penyakit adalah hal yang masih cukup baru dalam dunia kedokteran. Konsep ini baru muncul sekitar tahun 1950-1960an.

Siapa saja yang dapat terkena penyakit otoimun?

Siapapun bisa terkena penyakit otoimun. Menurut Autoimmune Disease Research Center, penyakit otoimun merupakan fenomena umum pada makhluk bertulang punggung (vertebrata). Namun kerugiannya memang ketika hal ini menyebabkan gangguan kesehatan.

Statistik menunjukkan, 75% penderita penyakit otoimun adalah wanita dan berisiko pula pada mereka yang memiliki riwayat keluarga dengan penyakit otoimun, dan ras tertentu. Misalnya diabetes tipe 1 lebih banyak pada masyarakat kulit putih dan lupus lebih banyak pada orang Afriko-Amerika dan Hispanik.

Penyakit otoimun adalah masalah yang tidak sepele!

Setidaknya di Amerika Serikat, penyakit otoimun sudah dianggap sebagai ancaman kesehatan yang besar. 23 juta penduduk Amerika Serikat menderita gangguan penyakit otoimun yang terdiri dari lebih dari 80 jenis penyakit. Penyakit ini juga termasuk dalam daftar 10 penyakit mematikan bagia wanita sampai 65 tahun.

Penyakit otoimun yang banyak diderita adalah penyakit Grave, rheumatoid arthritis, tiroiditis Hashimoto, vitiligo, diabetes tipe I, anemia pernisiosa, sclerosis multiple, glomerulonephritis, lupus, sindrom Sjogren.

[caption id="attachment_15450" align="aligncenter" width="400" caption="Angka kejadian penyakit otoimun di Amerika Serikat"][/caption]

Apa saja yang bisa diserang oleh penyakit otoimun?

Semuanya dan apapun bisa, pembuluh darah, jaringan ikat, kelenjar endokrin (pancreas, tiroid), sendi, otot, sel darah merah, kulit, dan lainnya. Tubuh kita dapat menyerang bagian tubuh manapun yang dianggap “musuh”. Bahkan seperti kasus pada lupus, penyakit ini dapat menyerang seluruh bagian tubuh. Oleh karena itu penyakit otoimun dapat memberikan gejala yang berbagai macam dan terapinya kadang tidak mudah.

Bagaimana saya tahu saya menderita penyakit otoimun?

Jika Anda memiliki gejala tertentu periksakan ke dokter. Seperti yang disebutkan gejala penyakit otoimun, tergantung dengan jenis penyakitnya. Setiap jenis penyakit itu unik.

Proses diagnosisnya pun kadangkala cukup panjang dan memerlukan berbagai pemeriksaan laboratorium.

Bagaimana terapi otoimun?

Secara umum, pengobatan otoimun bertujuan untuk mengurangi gejala, mengontrol reaksi otoimun, dan memelihara serta menjaga kemampuan tubuh untuk mengatasi gangguan ini. Jenis terapinya disesuaikan dengan jenis penyakit otoimun yang diderita. Beberapa pasien mungkin perlu mendapat suplemen vitamin atau hormone yang diperlukan tubuh seperti injeksi insulin pada diabetes tipe 1.

Obat-obatan yang sering digunakan adalah obat imunosupresan, yaitu obat yang menekan reaksi imun, Beberapa obat ini termasuk golongan kortikosteroid (prednisone) dan obat non sterois seperti azathioprine dan cyclophosphamide.

Apakah penyakit otoimun mematikan?

Beberapa, seperti lupus dan pemphigus dapat mematikan bila tidak mendapat perawatan dan terapi yang memadai. Namun memang ada beberapa yang tidak mematikan seperti rheumatoid arthritis alias rematik, namun penyakit ini dapat sangat menurunkan kualitas hidup karena nyeri dan cacat yang dapat ditimbulkan.

Referensi

  • John Hopkins Medical Institutions. What is Autoimmunity? Autoimmune.pathology.jhmi.edu.
  • Medline Plus. Autoimmune Disorder. www.nlm.nih.gov
  • Women’s Health. Autoimmune disease fact sheet. www.womenshealth.gov