Apa itu Celiac Disease? Celiac disease merupakan salah satu gangguan autoimun yang menimbulkan kerusakan villi (tonjolan seperti rambut di permukaan dalam usus yang berperan dalam penyerapan nutrisi dari makanan) usus halus sehingga terjadi gangguan penyerapan. Penyakit ini juga dikenal sebagai celiac sprue, nontropical sprue, gluten-sensitive enteropathy. Celiac disease banyak ditemukan di daerah Eropa dan Amerika. Setidaknya 1 dari 133 orang Amerika memiliki celiac disease. Meski demikian, celiac disease ini dapat mengenai setiap orang dari berbagai ras. Celiac disease juga seringkali ditemukan pada orang dengan gangguan genetik lainnya seperti sindroma Down, sindroma Turner.   Apa Penyebabnya? Meski penyebab dari celiac disease ini belum dapat dipahami secara jelas akan tetapi paparan terhadap gluten sudah diketahui sebagai pencetus dari penyakit ini. Faktor genetik dan imunitas juga memiliki peran dalam perkembangan celiac disease. Gluten merupakan protein yang terkandung dalam berbagai jenis gandum (wheat, rye), barley (tanaman berupa rumput yang bijinya dapat dibuat bir, wiski). Selain itu gluten juga dapat ditemukan dalam produk lainnya seperti vitamin, obat, lip balm, cuka, beberapa makanan olahan. Bila seseorang dengan celiac disease ini memakan gluten maka gliadin yang terkandung dalam gluten ini akan mencetuskan serangkaian proses yang diperantarai oleh sistem imunitas tubuhnya menimbulkan proses peradangan dan kerusakan pada villi-villi usus halus. Kerusakan ini akan menghambat proses penyerapan berbagai jenis nutrisi berupa karbohidrat, protein, lemak, vitamin, mineral, air dan garam empedu. Faktor genetik juga berperan dalam perkembangan celiac disease. Dari seluruh penderita celiac disease 5-15% anggota keluarganya (saudara kandung, anak) memiliki resiko menderita penyakit ini. Selain itu ditemukan juga sekitar 70% dari kembar identik dengan celiac disease, keduanya sama sama menderita penyakit ini. Anggota keluarga dari penderita autoimun lainnya juga cenderung memiliki resiko terjadinya celiac disease sekitar 25%. Penderita celiac disease juga memiliki kemungkinan menderita penyakit autoimun lain seperti diabetes tipe 1, penyakit tiroid autoimun, penyakit liver autoimun, rheumatoid arthritis, lupus (SLE), penyakit Addison.