Puasa telah lama ada dalam sejarah kehidupan manusia. Agama Islam juga mensyari’atkan puasa bagi pemeluknya, khususnya puasa selama Bulan Ramadhan, sekitar satu bulan penuh. Di Indonesia, puasa sebagaimana dilakukan oleh umat Islam, yaitu Puasa Ramadhan tergolong sebagai partial fasting, yaitu puasa yang hanya berlangsung sekitar 12-14 jam. Dalam partial fasting, sebenarnya terjadi perubahan pola makan, dari tiga kali menjadi dua kali sehari dengan jadwal yang juga berubah. Diperkirakan perubahan frekuensi makan ini akan menurunkan jumlah zat gizi yang masuk ke tubuh. Oleh sebab itu, dalam seminggu pertama, umumnya, akan terjadi penurunan berat badan dan perubahan fisiologis pada tubuh karena tubuh belum terbiasa dengan pola makan yang baru. Setelah beberapa hari berpuasa, terjadi penurunan sekresi zat-zat yang dikeluarkan oleh lambung dan perlambatan pergerakan saluran cerna. Menurut Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Penyakit Lambung dan Pencernaan FKUI-RSCM, dr. H. Ari Fahrial Syam, Sp.PD-KGEH, MMB, FINASIM, penelitian yang ada menunjukkan bahwa pada pekan pertama puasa, orang normal akan mengalami peningkatan asam lambung setelah siang hari dan kadang menimbulkan rasa perih. Dalam minggu-minggu berikutnya, tubuh akan beradaptasi terhadap segala perubahan yang ada. Umumnya, tubuh memerlukan waktu 3-5 hari untuk beradaptasi dengan pola makan yang baru tersebut. Ketika berpuasa, terutama setelah 6-8 jam, pada perut yang kosong akan terjadi peningkatan asam lambung yang dapat menyebabkan gejala sakit maag. Pada orang yang sehat, keadaan ini dapat diatasi dengan pilihan makan yang tepat saat berbuka dan sahur serta kegiatan yang tidak menyebabkan peningkatan udara di dalam lambung serta peningkatan asam lambung. Tapi, bagaimana pada orang yang memiliki gangguan sakit maag saat puasa. Banyak  pertanyaan yang muncul seputar penyakit maag dan puasa. Bolehkah mereka berpuasa? Penderita sakit maag juga manusia biasa yang ingin menjalankan ibadah, tapi ingat juga bahwa ada keringanan untuk yang sakit. Selain itu, makanan apa saja yang dianjurkan dan yang tidak bagi penderita sakit maag saat puasa di Bulan Ramadhan? Sebelum kita menjawab pertanyaan-pertanyaan di atas, alangkah lebih baik jika kita mengetahui terlebih dahulu secara singkat seluk-beluk mengenai sakit maag.