Bagi seluruh umat Muslim, Bulan suci Ramadhan adalah waktu untuk menjalani ibadah berpuasa. Hal berpuasa ini adalah wajib hukumnya sesuai Rukun Islam ketiga. Bagaimanakah kewajiban ini dijalankan bagi mereka yang memiliki gangguan kesehatan, dalam hal ini adalah penderita kencing manis atau diabetes ? Di tahun 2003, berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik Indonesia Indonesia, terdapat sekitar 20 juta lebih penduduk Indonesia, baik di perkotaan maupun di pedesaan, menderita diabetes. Jumlah yang cukup besar ini memerlukan pencegahan maupun penanganan dari berbagai tenaga kesehatan seperti dokter spesialis, dokter umum, ahli gizi pasien dan keluarga. Karena diabetes adalah penyakit menahun dimana didapatkan kadar gula darah yang meningkat, dan dapat mempengaruhi kinerja semua sel tubuh, termasuk otak, jantung dan pembuluh darah, ginjal, saraf, dan sebagainya. Diabetes membutuhkan pengelolaan jangka panjang agar pasien berada dalam keadaan terkontrol, namun tidak dapat disembuhkan. Jika anda mengalami diabetes, tapi dalam keadaan gula darah yang terkontrol, maka hal ini bukanlah halangan untuk berpuasa. Oleh karena itu, sebelum penderita diabetes menjalani puasa, sebaiknya mengukur kadar gula darah terlebih dahulu. Yang dimaksud dengan kadar gula darah terkontrol adalah kadar gula darah puasa kurang dari 100 mg/dl dan kadar gula darah dua jam setelah makan kurang dari 140 mg/dl. Untuk pemantauan jangka panjang, dapat pula digunakan pemeriksaan HbA1C, dimana nilai yang dianjurkan adalah di bawah 6,5%. Penderita diabetes juga dianjurkan untuk mengikuti beberapa anjuran pola makan (diet) selama bulan Ramadhan dan waspada terhadap keadaan hipoglikemi di sore hari. Hipoglikemi adalah keadaan dimana kadar gula darah sewaktu di bawah 60 mg/dL akibat berpuasa seharian. Ditandai dengan gelisah, berkeringat, gemetar, berdebar-debar, rasa semutan pada lidah dan bibir, penglihatan ganda, dan bingung. Bila dibiarkan berlanjut dapat terjadi kesadaran menurun dan kejang-kejang. Penderita DM lanjut usia harus menghindari terjadinya hipoglikemia karena akibatnya bisa sangat fatal. Jika hipoglikemia terjadi, segeralah berbuka dengan mengonsumsi makanan atau minuman yang manis seperti teh manis, sirup, buah-buahan, kolak, dan sebagainya. Setelah itu barulah menyantap makanan lengkap.