patah-tulang1Mungkin anda pernah dengar bahwa pengobatan patah tulang menghabiskan biaya yang besar dan waktu yang lama untuk sembuh. Apalagi bila harus dioperasi, rasanya ingin menghindar. Tapi apa benar pengobatan ke dukun jauh lebih baik dari dokter ? bagaimana dengan kebersihan dan jaminan akan bentuk tulang yang kembali seperti semula ? Apa sih patah tulang itu ? Patah tulang atau fraktur adalah terputusnya kontuinitas jaringan tulang dan atau tulang rawan yang umumnya disebabkan oleh rudapaksa . Trauma yang menyebabkan tulang patah dapat berupa trauma langsung, misalnya benturan, jatuh bertumpu dsb. Akibat dari suatu patah tulang tergantung dari jenisnya, kekuatan, dan arahnya . Ada berapa macam jenis patah tulang ini ?
  1. Berdasarkan hubungan dengan dunia luar : patah tulang terbuka yaitu anda dapat melihat patahan tulang menembus kulit dan patah tulang tertutup, dari luar anda tidak melihat patahan tulang, tapi terjadi keanehan bentuk daerah yang patah.
  2. Berdasarkan garis fraktur o Fisura (hanya berupa garis) o Patah tulang sederhana o Komunitif (tulang berbentuk serpihan-serpihan terpisah) o Segmental (tulang patah di beberapa tempat pada satu tulang) o Green stick (patah tulang pada anak) o Impaksi, kompresi dan patologis

fracture-type

Bagaimana menangani patah tulang ? Prinsip penanganan patah tulang adalah mengembalikan posisi patahan tulang ke posisi semula (reposisi) dan mempertahankan posisi tersebut selama proses penyembuhan patah tulang ( immobilisasi). Reposisi dan immobilisasi ini dapat dilakukan secara non bedah ( gips, alat penopang dsb ) ataupun secara bedah ( fiksasi interna/ekseterna dengan osteosintesis ) Juga tidak lupa dalam penaganan patah tulang adalah faktor penyulit dan komplikasi yang dapat menyertai, seperti infeksi pada luka terbuka, osteoporosis , dsb Pada masyarakat Indonesia , kita sering mendengar dukun patah tulang, dan mungkin beberapa dari kita pernah berobat ke dukun tulang, menimbang biaya pengobatan dan operasi tulang yang sangat mahal, juga minimnya informasi medis di negara kita, sehingga masyarakat sering tidak tahu apa yang harus mereka lakukan . Pada dasarnya pengobatan dukun patah tulang pun mengikuti prinsip pengobatan patah tulang secara kedokteran , yaitu reposisi ( diurut ke posisi semula ) dan immobilisasi ( ditopang/ diganjal dengan bidai ). Namun yang perlu digaris bawahi adalah :
  1. Bagaimanakah kesempurnaan dari reposisi tersebut, apakah tulang tersebut benar2 telah kembali keposisi semula. Pada dasarnya semua patah tulang akan mengalami proses penyembuhan dan menyatu kembali , namun bila posisinya tidak tepat, maka tulang kan menyambung dengan keadaan miring / bengkok atau malah tidak dapat menyatu sama sekali, sehingga dapat menimbulkan kecacatan. Banyak sekali pasien2 patah tulang yang telah berobat ke dukun, namun tulang menyatu bengkok sehingga kemudian harus tetap menjalani operasi kembali untuk meluruskan tulang tersebut.
  2. Bagaimanakah komplikasi dan faktor penyulit yang menyertai ? Seperti telah disebutkan diatas, komplikasi patah tulang seperti contohnya infeksi pada patah tulang terbuka maupun tertutup, dimana dalam hal ini memerlukan pemberian antibiotik yang adekuat, sehingga tidak terjadi proses infeksi bakteri yang dapat berakibat fatal, sampai kematian .
  3. Pada umumnya , dukun patah tulang hanya dapat menangani patah tulang yang bersifat tertutup dan sederhana , karena pada patah tulang terbuka, dan lebih berat tetap memerlukan intervensi bedah .
  4. Bagaimana pertanggungjawaban medis seorang dukun patah tulang terhadap pasiennya . Beberapa dukun patah tulang memang menggunakan juga fasilitas kedokteran seperti foro rontgen, obat2 antibiotik, dan obat2 penahan rasa sakit . Namun biasanya setelah penggunaan fasilitas kedokteran tersebut, maka biaya pengobatannya pun menjadi tetap mahal.
Ditinjau dari segi biaya, memang pengobatan operasi orthopaedi/ tulang memakan banyak biaya, sehingga bagi masyarakat golongan ekonomi yang rendah sangatlah sulit untuk mendapatkan pengobatan ini, dan terpaksa menjalani pengobatan alternatif dukun patah tulang , dengan resiko hasil dari proses penyembuhan yang tidak sempurna dari pengobatan dukun patah tulang ini dibiarkan saja menjadi suatu kecacatan. Dan bila ingin diperbaiki , akan tetap memerlukan tindakan operasi, sehingga biaya yang diperlukan dan waktu yang terbuang akan lebih banyak dibandingkan penanganan secara kedokteran dari sejak awal terjadinya patah tulang .