Kata “Operasi” merupakan suatu momok bagi kita, terlebih bila membayangkan pisau-pisau bedah yang tajam, alat-alat operasi yang besar, lampu operasi, dan mesin-mesin bius, ditambah bila mendengar biaya operasi dengan digit angka yang banyak . Bahkan dokter sekali pun, akan cukup khawatir dan takut bila dirinya yang harus menjalani operasi .Hal ini sering terjadi dalam kehidupan masyarakat sehari-hari, dimana kita atau anggota keluarga kita menerima vonis HARUS menjalani Operasi . Kita kemudian menjadi bingung dan kemudian mencari ”alternatif lain” , baik dengan mencari pendapat kedua dari dokter lain, ataupun dengan pergi ke pengobatan2 alternatif yang bersifat non medis . Apa yang sebenarnya kita lakukan menghadapi Vonis Operasi ?

Pengobatan penyakit secara medis pada umumnya dilakukan dengan 4 cara yaitu : 1. Pengaturan diet / nutrisi Pada penyakit2 tertentu dimana pengaturan nutrisi memegang peranan ( koleterol berlebih, asam urat, kegemukan , Diabetes dll ) 2. Obat-obatan 3. Tindakan Invasif ( Operasi ) 4. Pengobatan non Invasif ( fisioterapi, metode2 baru operasi yang non invasif dll) 5. Pencegahan resiko terkena penyakit Terapi/pengobatan yang dilakukan dapat mencakup salah satu dari kelima poin diatas, namun lebih sering merupakan gabungan dari dua atau lebih poin diatas, bahkan terkadang semua poin diatas dilakukan untuk mencapai kesembuhan . Semua hal ini tentu saja tergantung dari diagnosa/ jenis penyakit yang diderita , dan Operasi selalu menjadi PILIHAN TERAKHIR bagi dokter . Bila tanpa operasi, terapi sudah cukup adekuat, maka pengobatan akan dilakukan tanpa operasi .Vonis Operasi sering menjadi pembicaraan dalam masyarakat pada umumnya baik di indonesia maupun di negara2 lain , pernyataan2 seperti ” dokternya mata duitan, sedikit2 operasi, bahkan mal praktek ” mungkin sering sekali kita dengar . Hal ini sebenarnya disebabkan oleh kurangnya INFORMASI kesehatan dan juga KOMUNIKASI antara dokter dan pasien yang kurang baik . Masyarakat menjadi semakin bingung akan apa yang mereka harus lakukan, kepada siapa mereka harus bertanya dan mendapat informasi yang benar . Saat Dokter menganjurkan Operasi sebagai terapi , yang perlu diperhatikan adalah : 1. Kasus penyakit yang diderita . Ada kasus2 penyakit dimana operasi/tindakan invasif memang merupakan pilihan satu2nya ( pada kasus darurat dan mengancam hidup, pada beberapa kasus keganasan/kanker, dsb ) 2. Informasi kesehatan yang benar maupun yang tidak benar yang sudah menjadi paradigma di masyarakat . 3. Komunikasi yang baik yang harus terjalin antara pasien dan dokter . Dengan Komunikasi yang baik, maka dokter akan dengan leluasa bertindak dan pasien pun akan mengerti tentang apa yang dilakukan dokter tersebut. Berikut adalah TIPS bila anda atau orang terdekat anda sebelum menjalankan Operasi :
  1. Jangan bertindak terburu-buru dan gegabah ( Kecuali dalam hal darurat dan mengancam hidup ) Dapatkan INFORMASI sebanyak-banyaknya mengenai penyakit tersebut dan penanganannya , baik melalui media internet, majalah, buku2, dan sumber2 informasi kesehatan lainnya ( www.tanyadok.com) .
  2. Jangan segan untuk bertanya pada dokter anda secara detail mengenai tindakan operasi yang akan dilakukan , segala prosedur sebelum dan sesudah operasi , resiko kegagalan , tingkat keberhasilan , dan apakah ada pilihan terapi/pengobatan lain untuk kasus anda . Merupakan Hak pasien untuk mendapatkan penjelasan sejelas-jelasnya mengenai tindakan pengobatan yang akan dilakukan .
  3. Cari pendapat kedua (second opinion) dari dokter lain dengan keahlian / disiplin ilmu yang sama.
  4. Hindarilah pengobatan alternatif non medis yang tidak bertanggung jawab, gunakan akal sehat dan logika anda , dan minta pertimbangan pada keluarga terdekat atau orang2 disekitar anda untuk mencari solusi yang terbaik .
  5. Sebagai umat beragama dan berkeyakinan, pasrahkanlah semuanya kepada Tuhan Yang Maha Esa .