Kita sering mendengar percakapan di bawah ini.
"Sakit sendi nih!" "Wah, asam urat kamu tinggi kali!"
Nyeri sendi sering sekali dihubungkan dengan asam urat. "Apa-apa menyalahkan asam urat. Bahkan dokter pun juga demikian" ujar Prof. Dr. dr. Harry Isbagio, SpPD, K-R, K-GER di seminar Rheumatoid Arthritis beberapa waktu lalu di Gedung Prodia Kramat. Tetapi apakah peningkatan kadar asam urat dalam darah selalu menyebabkan nyeri sendi? Belum tentu. Tidak salah memang, hiperuricemia (peningkatan kadar asam urat dalam darah) dapat menyebabkan gejala nyeri sendi dalam bentuk serangan gout (ketika hiperuricemia menyebabkan gejala) tetapi nyeri sendi merupakan gejala umum yang dapat terjadi pada berbagai jenis penyakit. Gout sendiri merupakan salah satu bentuk dari arthritis. Begitupula dengan rematik yang sering-sering kita sebut terjadi pada orang tua (walaupun pada kenyataannya rematik dapat terjadi di usia berapapun) sedangkan gout malah umumnya terjadi di atas 35 tahun. Gout datang dari mana? Penumpukan asam urat dapat terjadi karena produksi asam urat yang berlebihan maupun karena ginjal tidak dapat mengeluarkan asam urat dari tubuh. Akibatnya terjadi penumpukan sehingga terjadi pembentukan kristal di sendi yang menyebabkan inflamasi di sendi. Tingginya level asam urat dapat terjadi selama bertahun-tahun sebelum menyebabkan gejala. Penyakit ini sendiri melewati sedikitnya 4 tahap sebelum menyebabkan kerusakan sendi dan jaringan sekitarnya. Kenapa bisa muncul nyeri sendi? Nyeri sendi dapat muncul dari struktur di atau dekat dengan sendi yang terlibat atau dapat muncul dari lokasi lain. Ada beberapa proses yang dapat menyebabkan nyeri sendi sakit secara umum yaitu inflamasi (proses radang) di struktur-struktur yang berkaitan dengan sendi. Proses-proses yang berbeda itu bisa menyebabkan berbagai jenis penyakit radang sendi. Gout terjadi karena penumpukan kristal seperti yang sudah disinggung sebelumnya sedangkan Rematik terjadi karena radang di lapisan membran sendi (sinovial) dan pada umumnya, adalah sebuah bentuk penyakit autoimun. Jadi  apa perbedaan nyeri sendi pada gout dengan nyeri sendi pada rematik? Sering kali sendi yang pertama kali diserang oleh gout adalah sendi di jempol kaki yang dikenal dengan serangannya disebut dengan nama ‘podagra’. Nyeri sendi khas pada penyakit gout adalah nyeri tiba-tiba (akut), panas, bengkak, eritema (kemerahan) dan nyeri pada sendi yang dimaksud. Sendi berikutnya yang sering terkena adalah sendi lutut dan sendi di pergelangan kaki. Selain itu, pada penyakit gout, serangannya biasanya tidak sekaligus beberapa sendi tetapi hanya satu sendi setiap kalinya. Rata-rata tidak ditemukan riwayat kaku sendi di pagi hari. [caption id="attachment_14064" align="aligncenter" width="248"] Podagra pada gout[/caption]   Sedangkan nyeri sendi pada rematik berbeda dari jumlah sendi yang terkena. Pembengkakan bisa terjadi pada tiga tempat atau lebih secara bersamaan, bisa bengkak di daerah pergelangan tangan, tangan, atau sendi jari dan biasanya simetris (sendi yang terkena sama di kedua bagian sisi tubuh). Dan ada juga riwayat kaku sendi pada pagi hari selama sejam lebih. [caption id="attachment_14065" align="aligncenter" width="300"] Distribusi nyeri pada rematik[/caption]   Jadi kapan kita sebut nyeri sendi itu karena gout atau rematik? Tunggu dulu. Nyeri sendi dapat disebabkan oleh berbagai macam bentuk dari arthritis (radang di sendi) sehingga kita tidak bisa sembarang menyebut nyeri itu karena gout atau karena hal lain. Bawalah masalah anda ke dokter dan jangan sembarang minum obat penurun asam urat yang biasa dijual di apotek tanpa petunjuk dokter! Untuk memastikan apakah seseorang itu menderita gout ataupun rematik, pertama harus dianalisa dulu riwayatnya, bagaimana riwayat nyeri, kebiasaan makan, diet, riwayat trauma, dan dilakukan pemeriksaan fisik. Selanjutnya seorang dokter dapat meminta pengambilan darah untuk diperiksa level serum asam urat untuk gout  dan beberapa pemeriksaan darah berupa marker (penanda) seperti ESR, CRP untuk melihat tingkat inflamasi, dan Rheumatoid Factor (RF) sekaligus yang lebih sensitif: anti-CCP (cyclic citrullinated peptide). Terkadang, bila diperlukan, seorang dokter dapat meminta untuk foto X-Ray sendi-sendi yang mengalami nyeri untuk melihat kondisi sendi dan sebagai pembantu diagnosa. Bila kriteria-kriteria yang diperlukan untuk menentukan apakah itu gout, rematik, atau bentuk radang sendi lain terpenuhi, barulah penanganan yang benar dapat dimulai. Apa pentingnya kita mengetahui bahwa nyeri sendi tidak selalu karena asam urat? Walau sama-sama bentuk dari radang sendi (arthritis), penanganan nyeri yang mirip satu sama lain tidak berarti kita dapat sembarang membeli obat. Banyak dari kenalan kita, bahkan mungkin termasuk kita sendiri, langsung menyimpulkan bahwa radang sendi karena asam urat sehingga mencoba-coba untuk membeli obat penurun asam urat. Padahal harus disadari bahwa setiap obat memiliki efek sampingnya tersendiri. Penanganan sumber masalah yang tidak tepat malah akan menyebabkan kerusakan sendi berlangsung terus menerus. Oleh karena itu, bila anda mengalami nyeri sendi, sadari bahwa setiap nyeri sendi tidak sama penyebabnya. Ada ratusan jenis radang sendi yang dapat terjadi. Periksa ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang lebih tepat!   Referensi:
  1. http://labtestsonline.org/understanding/analytes/uric-acid/tab/test
  2. http://emedicine.medscape.com/article/329958-clinical
  3. http://www.nlm.nih.gov/medlineplus/rheumatoidarthritis.html