Setiap rasa sakit atau nyeri timbul pada daerah dada, sering menimbulkan kepanikan tersendiri pada orang yang terkena. Yang paling ditakutkan adalah nyeri yang timbul akibat adanya kelainan pada jantung. Tak dapat disangkal adanya kasus kematian yang timbul tak lama setelah rasa nyeri timbul dan biasanya akibat serangan jantung. Jadi bagaimana sebenarnya nyeri dada yang mengarah pada serangan jantung ? Nyeri dada atau dalam bahasa kedokteran disebut angina pectoris adalah rasa nyeri yang timbul karena kurangnya suplai oksigen pada otot jantung (iskemia miokardium). Perlu dipahami bahwa tidak semua nyeri dada akan berakhir dengan serangan jantung, tetapi nyeri dada dapat diartikan sebagai tanda adanya kelainan yang sedang terjadi pada jantung anda, yang bila tidak ditangani dengan baik dapat berakhir dengan serangan jantung. Nyeri dada yang akan dibahas disini terutama yang berkaitan dengan penyakit jantung. Karakteristik yang khas dari nyeri dada akibat iskemik miokard ini adalah :
  1. Lokasinya biasanya di dada kiri, dibelakang dari tulang dada atau sedikit di sebelah kiri dari tulang dada yang dapat menjalar hingga ke leher, rahang, bahu kiri hingga ke lengan dan jari manis dan kelingking, punggung atau pundak kiri.
  2. Nyeri biasanya bersifat tumpul seperti rasa tertindih / berat di dada, rasa desakan yang kuat dari dalam atau dari bawah diafragma (sekat antara rongga dada dan rongga perut), seperti diremas-remas atau dada mau pecah, dan biasanya pada keadaan yang berat disertai keringat dingin dan sesak nafas serta perasaan takut mati. Nyeri ini harus dibedakan dengan mulas atau perasaan seperti tertusuk-tusuk pada dada, karena ini bukan khas angina pectoris. Nyeri biasanya muncul setelah melakukan aktivitas, hilang dengan istirahat, tetapi perlu diingat ini tidak berhubungan dengan gerakan pernafasan atau gerakan dada ke kanan - kiri. Nyeri juga dapat muncul akibat stress emosional.
  3. Nyeri yang pertama kali timbul biasanya agak nyata, dari beberapa menit sampai kurang dari 20 menit. Nyeri yang timbul secara terus menerus sepanjang hari, bahkan sampai berhari-hari biasanya bukanlah nyeri angina pectoris.
Beratnya intensitas nyeri dada menurut “ Canadian Cardiovascular Society” adalah :
  • Klas I. dimana aktivitas sehari-hari seperti jalan kaki, berkebun, naik tangga 1 -2 lantai dan lain-lain tidak menimbulkan nyeri dada, tetapi baru timbul pada latihan yang berat,berjalan cepat serta terburu-buru waktu kerja atau berpergian.
  • Klas II, dimana aktivitas sehari-hari agak terbatas, misalnya timbul akibat melakukan aktivitas lebih berat dari biasanya misalnya melangkah terburu-buru.
  • Klas III, aktivitas sehari-hari nyata terbatas, bahkan bila anda hanya naik satu-dua tangga.
  • Klas IV, nyeri dapat timbul bahkan saat istirahat sekalipun. Bahkan aktivitas yang ringan sekalipun seperti mandi dll.
Secara garis besar angina pectoris dibagi menjadi dua yaitu : Angina pectoris tidak stabil yaitu bila gejala yang timbul masih baru, dalam kurun waktu dua bulan, biasanya keluhan yang timbul adalah :
  • Nyeri dada yang timbul pertama kalinya atau semakin lama semakin hebat dan semakin lama misalnya lebih dari tiga kali sehari
  • Timbul pada saat istirahat atau melakukan aktivitas minimal
  • Nyeri dapat disertai kaluhan sesak nafas, mual, hingga muntah, bahkan kadang-kadang disertai dengan keringat dingin
  • Pada pemeriksaan fisik kadang tidak ditemukan kelainan
Berdasarkan keadaan klinisnya, angina pectoris tidak stabil dibagi menjadi tiga yaitu :
  1. Klas A yaitu nyeri dada tidak stabil sekunder, yang berarti adanya penyebab utama lain seperti anemia, infeksi lain atau demam.
  2. Klas B yaitu nyeri dada tidak stabil yang primer dalam arti tidak ada penyebab lain diluar jantung.
  3. Klas C yaitu nyeri yang timbul setelah adanya serangan infark jantung sebelumnya.
Angina pectoris stabil yaitu nyeri yang terjadi dalam kurun waktu lama dan menetap. Gejala yang timbul dapat mempunyai ciri-ciri yang sama dengan karakteristik khas nyeri dada akibat iskemia miokard sehingga tidak diragukan lagi untuk didiagnosa. Nyeri dada yang khas ini biasa disebut nyeri dada tipikal, sedangkan untuk nyeri dada yang meragukan karena ciri yang timbul tidak lengkap dapat dikategorikan sebagai nyeri dada atipikal dan perlu dilakukan pemeriksaan dengan teliti untuk digolongkan sebagai angina pectoris. Nyeri dada yang timbul akibat sebab di luar jantung biasa disebut dengan nyeri dada non-kardiak misalnya karena radang paru, radang selaput paru, asma bronkiale atau penyakit paru obstruktif lainnya. Pada nyeri dada yang stabil ini, pada mulanya nyeri berlangsung cukup hebat untuk kemudian berangsur-angsur turun intensitas dan keseringannya dengan atau tanpa pengobatan, untuk kemudian menetap (misalnya beberapa hari sekali atau timbul bila ada beban stress tertentu atau lebih berat dari biasanya). Pada beberapa penderita lainnya, nyeri berangsur-angsur berkurang hingga menghilang (asimptomatik) walaupun proses kurangnya suplai oksigen ke otot tetap berlangsung hingga bila terpapar stress atau emosional berlebih langsung menimbulkan gejala yang nyata. Hal inilah yang perlu diwaspadai karena biasanya anda akan mengabaikan gejala yang timbul sebelumnya sehingga tidak memeriksakan diri lebih lanjut padahal proses kelainan pada jantung terus berlangsung dan dapat muncul sewaktu-waktu dalam bentuk serangan jantung hebat. Seperti pernyataan diatas, nyeri dada ini timbul akibat kurangnya suplai oksigen pada otot jantung, sehingga terjadi kerusakan hingga kematian pada otot jantung yang akhirnya merangsang saraf nyeri. Hal ini dapat terjadi karena beberapa hal, antara lain :
  1. Rupture / hancurnya plak. Rupture plak ini dianggap sebagai penyebab terbanyak timbulnya angina pectoris tidak stabil akibat terjadinya sumbatan parsial atau total dari pembuluh darah koroner yang menyuplai oksigen ke jantung yang sebelumnya telah mengalami sumbatan minimal. Plak terjadi akibat penimbunan lemak dan jaringan fibrotic pada tepi pembuluh darah. Biasanya plak hancur pada tepi yang berdekatan dengan permukaan pembuluh darah akibatnya timbul aktivasi dan penempelan dari thrombus untuk menutup pembuluh darah yang rusak, sehingga terjadi sumbatan pada pembuluh darah,bila sumbatan total maka akan timbul serangan jantung tetapi bila tidak total ( 70 % ) akan menimbulkan angina pectoris tidak stabil akibat penyempitan pembuluh darah.
  2. Thrombosis dan agregasi trombosit. Dimana terjadi akibat interaksi antara plak, sel otot polos jantung, makrofag dan kolagen. Akibat adanya plak yang menempel pada pembuluh darah memicu menempelnya trombosit pada plak, mengecilnya pembuluh darah dan pembentukan thrombus. Akibatnya terjadi penyempitan pembuluh darah, dalam hal ini pembuluh darah koroner jantung sehingga suplai oksigen berkurang dan timbullah nyeri.
  3. Vasospasme atau pembuluh darah yang berkontraksi hingga lumennya mengecil. Hal ini dapat terjadi akibat rangsangan plak yang menempel.
  4. Erosi pada plak tanpa rupture, akibat plak yang menempel terjadi reaksi penebalan daripada otot polos pembuluh darah jantung sehingga terjadi penekanan ke arah lumen dan lumen menjadi sempit.
Bila nyeri dada muncul tentu langkah pertama yang harus diambil adalah istirahat sejenak dan menenangkan diri, tubuh harus dibuat senyaman mungkin hingga gejala berkurang. Posisi yang paling baik adalah duduk bersandar dengan kaki diselonjorkan sambil menarik nafas panjang dan dalam. Setelah gejala berkurang, sebaiknya anda segera ke rumah sakit terdekat untuk pemeriksaan lebih lanjut dan penanganan awal. Bila serangan yang timbul mendadak dan hebat, maka anda perlu segera ke rumah sakit untuk penanganan lebih lanjut. Perlu diingat bahwa nyeri dada merupakan pertanda awal bahwa ada yang tidak beres pada jantung anda, sehingga lebih baik bila anda segera memeriksakan diri dan menjalani pengobatan ataupun terapi pencegahan untuk mencegah serangan jantung. Tentu mencegah lebih baik daripada mengobati, nyeri dada ini dapat muncul bila ada gangguan pada jantung kita. Berikut adalah langkah-langkah sederhana dalam menurunkan resiko timbulnya penyakit jantung :
  • Hindari makanan yang mengandung kolesterol / lemak tinggi
  • Olahraga teratur
  • Hindari merokok
  • Jaga berat badan pada rentang normal
  • Istirahat yang cukup
  • Pemeriksaan teratur dengan EKG ( elektro kardio grafi ) untuk mengetahui dengan dini bila ada kelainan pada jantung.
Bila anda memiliki factor resiko tambahan seperti memiliki penyakit gula darah (diabetes mellitus), hipertensi, atau penyakit pembuluh darah lainnya. Maka hal paling penting yang harus anda lakukan adalah menjaga kestabilan dari gula darah ataupun tekanan darah anda, dengan kata lain menjaga kestabilan kesehatan anda demi mengurangi resiko terkena penyakit jantung. Sumber pustaka : Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam.Pusat Penelitian Departemen Ilmu Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.2006.Jakarta