Kehamilan merupakan saat yang paling ditunggu oleh sebagian besar pasangan yang baru menikah.  Mendapatkan anak merupakan suatu anugerah bagi orang tua dimanapun berada. Selama + 9 bulan 10 hari, sebuah embrio akan berkembang menjadi janin dan dilahirkan sebagai manusia. Selama itulah janin itu akan mengalami serangkaian pertumbuhan dan perkembangan organ yang akan mendukung hidupnya ketika telah dilahirkan. Oleh karena itu, untuk memastikan janin ini berkembang dengan sempurna, saat sebelum dan selama proses kehamilan sangatlah penting bagi seorang calon ibu untuk memberikan nutrisi yang optimal terhadap bayinya, dengan kata lain memberikan asupan makanan yang dibutuhkan untuk dirinya dan terutama buah hatinya.

pregnancy-nutrition1Nutrisi yang dibutuhkan ibu yang sedang dan ingin mengandung, tentunya lebih besar dibandingkan perempuan yang tidak sedang mengandung, karena nantinya akan digunakan untuk mensuplai kebutuhan 2 tubuh.  Pengaturan nutrisi selama kehamilan memiliki 2 hal penting yang perlu diperhatikan, yaitu peningkatan berat badan dan asupan makanan yang sesuai. Melalui artikel  ini, marilah kita membahas hal ini satu persatu.

Peningkatan  berat badan semasa hamil sangat berhubungan erat dengan indeks massa tubuh (IMT) seorang perempuan sebelum hamil.  Angkanya diperoleh melalui pembagian dari berat badan (dalam kg) dengan kuadrat dari tinggi badan (dalam m2) yang menghasilkan angka IMT.  Peningkatan berat badan yang kurang dapat meningkatkan risiko Berat Bada Lahir Rendah (BBLR) sedangkan peningkatan berat badan yang berlebih dapat meningkatkan risiko memiliki bayi besar (giant baby/ macrosomic baby) yang secara simultan meningkatkan risiko obesitas pada anak. Berikut ini adalah tabel hubungan IMT dengan penambahan berat badan yang harus dicapai seorang calon ibu selama kehamilan.

IMT (kg/m2)

Kelompok

Penambahan Berat Badan Selama Hamil

< 19.8

Underweight

12.5-18 kg

19.9-26.0

Normal

11.5-16 kg

26.0-29.0

Overweight

7-11.5 kg

> 29

Obesitas

> 6.8 kg

disadur dari www.uptodate.com (Institute of Medicine)

Peningkatan berat badan diperoleh melalui kalori yang dikonsumsi setiap hari yang juga akan menentukan berat lahir bayi sehingga menurut Recommended Daily Allowance (RDA) kebutuhan energi ibu hamil lebih tinggi 17% atau bertambah 126 kJ/hari (300 kcal/hari) menjadi total 10.460 kj/hari (2500 kcal/hari) dibandingkan perempuan yang tidak hamil. Kalori didapat dari asupan makronutrien yang seimbang yaitu karbohidrat (50%), lemak (30%) dan protein (20%). Segala bentuk program diet, bahkan yang dilakukan oleh calon ibu dengan obesitas pun, tidak direkomendasikan dilakukan selama kehamilan karena berhubungan dengan berat badan lahir bayi yang rendah.
pregnant-eatingDi negara berkembang seperti negara kita, kebanyakan masyarakatnya masih mengalami kekurangan asupan mikronutrien akibat pendapatan perkapita yang belum tinggi sehingga masyarakat susah untuk mendapatkan asupan nutrisi yang seimbang. Padahal beberapa mikronutrien penting untuk pertumbuhan janin dalam rahim calon ibu. Maka dari itu seringkali diperlukan suplementasi selain dari makanan. Namun tidak menutup kemungkinan bagi mereka yang dapat menyeimbangkan asupannya sesuai kebutuhan, tidak lagi memerlukan suplementasi tambahan. Berikut contoh mikronutrien, kebutuhan perhari dalam kehamilan serta peranan dari zat tersebut.

Mikronutrien

RDA

Sumber

Kegunaan

Vitamin A

770 mcg

Sayur berdaun hijau, sayuran berwarna oranye kekuningan

Perkembangan retina, pertumbuhan seluler di jaringan lain

Vitamin B1  (thiamin)

1.4 mg

Susu dan gandum mentah

Pelepasan energi dari sel

Vitamin B2 (riboflavin)

1.4 mg

Sayuran hijau, susu, telur, keju dan ikan

Pelepasan energi dari sel

Vitamin B6 (pyridoxine)

1.9 mg

Sayur-sayuran

Metabolisme protein, karbohidrat dan lemak

Vitamin B12

2.6 mcg

Protein hewani

Sintesis DNA dan pembagian sel

Vitamin C (ascorbic acid)

85 mg

Sayuran dan buah-buahan

Menurunkan radikal bebas, pembentukan pro kolagen

Vitamin D

5 mcg

Susu yang difortifikasi , ekspose terhadap sinar UV

Pembentukan tulang dan gigi

Vitamin E

15 mcg

Protein hewani dan lemak

Antioksidan

Vitamin K

90 mg

Sayuran berdaun hijau,  tomat, produk susu dan telur

Pembentukan faktor pembekuan darah

Asam Folat

0.6 mg

gandum yang difortifikasi, kacang-kacangan yang dikeringkan dan sayuran berdaun hijau

Sintesis DNA dan replikasi sel, kekurangan menyebabkan neural tube defect, penting diberikan 2-3 bulan sebelum hamil hingga akhir trimester ke 1

Niacin

18 mcg

Produk unggas, ikan & kacang

Pelepasan energi dari sel

Zat Besi

30 mg

Protein hewani, kacang-kacangan kering, gandum yang difortifikasi, makanan yang dimasak di peralatan masak yang terbuat dari besi

Pembentukan hemoglobin

Kalsium

1000 mg

Produk susu dan sayuran berdaun hijau

Pembentuk utama tulang

Fosfor

700 mg

Sama dengan kalsium

Pembentukan tulang

Zinc

11 mg

Suplemen

Metabolisme protein dan asam nukleat, penting saat awal kehamilan

Sodium

1.5 mg

Garam beryodium

Mencegah gondok

Tabel Kebutuhan Mikronutrien Harian Ibu Hamil

healthy pregnancySelain penambahan berat badan dan asupan makanan yang baik selama kehamilan, beberapa jenis makanan juga dilarang untuk dikonsumsi atau harus dikurangi jumlahnya selama kehamilan karena berkaitan dengan kejadian kelahiran prematur, berat badan lahir rendah, kecacatan pada janin dan retardasi mental.  Jangan mengkonsumsi alkohol, beberapa jenis ikan yang banyak mengandung merkuri (hiu, ikan  pedang, king mackarel, kakap putih), produk susu yang tidak dipasteurisasi seperti beberapa jenis keju dan yogurt dan produk laut mentah terutama kerang-kerangan. Batasi konsumsi kafein, sakarin, jumlah total lemak (asupan kolesterol) serta pastikan higienitas personal maupun asupan makanan seorang calon ibu, dimulai dari bahan, persiapan sampai penghidangannya. Dengan ini, kita dapat menghentikan penyebaran penyakit yang ditularkan lewat makanan seperti Toksoplasmosis, Brucellosis dan Listeria monocytogenes yang berakibat buruk bagi janin.

Selain keterangan diatas, ada beberapa keadaan khusus seperti calon ibu yang vegetarian,  mengalami intolerans laktose, akan berpuasa, menjalani diet bebas gluten dan menjalani kehamilan kembar yang memerlukan konsultasi lebih lanjut tentang kebutuhan hariannya akan nutrisi yang baik selama kehamilan kepada tenaga profesional, sehingga nutrisi yang diperlukan dapat dihitung dengan tepat dan calon ibu dapat menjalani kehamilannya dengan baik.

Asupan makanan dengan nutrisi seimbang sesuai kebutuhan seorang calon ibu yang sedang mengandung adalah kunci kehamilan yang sempurna. Kekurangan maupun kelebihan nutrisi sama-sama memberikan efek buruk terhadap kehamilan. Jadi bila anda masih merasa tidak yakin dengan kecukupan asupan makanan anda, berkonsultasilah dengan tenaga profesional yang ada disekitar anda.

 

Sumber:

www.uptodate.com/contents/nutrition-in-pregnancy

www.uptodate.com/contents/nutrition-before-and-during-pregnancy

www.webmd.com/baby/guide/eating-right-when-pregnant

www.medscape.com