Slogan dua anak lebih baik pasti sudah tidak asing lagi di telinga Anda. Gambaran keluarga ideal adalah keluarga dengan dua orang anak. Untuk itu, pasangan usia subur diharapkan membatasi jumlah anak, salah satu caranya adalah dengan kontrasepsi. Ada berbagai jenis dan metode kontrasepsi yang tersedia di pasaran yang memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Penting untuk diketahui bahwa setiap jenis kontrasepsi memiliki efek samping. Mulai dari yang ringan sampai yang berat. Apakah Anda yang mengkonsumsi pil KB merasakan timbulnya jerawat atau kenaikan berat badan? Hal lain yang mungkin terjadi, apakah spiral yang Anda gunakan membuat darah haid Anda bertambah banyak? Mungkin ada dari antara para pembaca yang kebetulan menggunakan kontrasepsi menjawab ya. Hal-hal tersebut merupakan efek samping kontrasepsi. Berikut mari kita simak beberapa efek samping dari kontrasepsi yang paling sering dijumpai. Nyeri Kepala, Pusing, Nyeri pada Payudara Efek samping ringan ini paling sering dijumpai pada penggunaan kontrasepsi jenis pil, juga pada 1-10% pengguna Alat Kontrasepsi Dalam Rahim (AKDR). Tetapi jangan khawatir, karena pada sebagian besar wanita efek ini akan dirasakan berkurang setelah beberapa waktu. Jika tidak berkurang, cobalah untuk mengganti merk pil kontrasepsi. Mual Gejala ini biasanya dialami oleh pengguna kontrasepsi oral, biasanya akan menghilang dalam beberapa bulan.  Jika tidak, cobalah untuk mengkonsumsinya bersamaan dengan makanan. Jika tidak berhasil, pertimbangkanlah untuk mengganti metode kontrasepsi. Pertambahan Berat Badan Bagi beberapa wanita, pil kontrasepsi dan KB suntik dapat menyebabkan pertambahan berat badan, seringkali diakibatkan karena penumpukan cairan. Tetapi penambahan berat badan yang terjadi tidak signifikan dan hanya terjadi pada sebagian kecil wanita saja. Efek samping ini terjadi hanya sementara dan akan hilang dalam 2-3 bulan pemakaian.  Jika Anda termasuk yang mengalami efek samping ini, temuilah dokter Anda. Mungkin dokter akan meresepkan pil kontrasepsi jenis lain. Pendarahan Pendarahan mungkin adalah efek samping yang paling dirasakan mengganggu bagi sebagian besar pengguna pil kontrasepsi, karena terjadinya tidak dapat diprediksi. Mengkonsumsi pil pada waktu yang persis sama setiap harinya mungkin dapat membantu. Apabila  pendarahan yang terjadi dirasakan sangat mengganggu segeralah konsultasikan masalah dengan dokter Anda. Perubahan Mood Semua jenis kontrasepsi hormonal (pil, suntik) berpotensi menyebabkan depresi. Jadi, mengganti merk pil kontrasepsi tidak akan mengatasi masalah ini. Kemungkinan Anda harus beralih ke metode kontrasepsi lain yang tidak menggunakan hormon. Gangguan Menstruasi Gangguan menstruasi sering terjadi pada wanita yang menggunakan AKDR. Masa di antara periode haid dapat memanjang atau memendek, lamanya periode haid dapat memanjang atau bahkan berhenti sama sekali, perdarahan yang berat atau nyeri selama haid dapat terjadi akibat penggunaan AKDR. Diperkirakan sekitar 15 % wanita melepaskan AKDR karena gangguan menstruasi ini.   Sumber : 1.    Mirena IUD Side Effects; 2012. Available from: http://www.mirenaiudsideeffects.com/ 2.    Alex. 7 of the Most Common Birth Control Side Effects. Heheli.com; 2008. Available from : http://heheli.com/womens-health/7-of-the-most-common-birth-control-side-effects/ 3.    Ogbru, Omudhome. Medroxyprogesterone, Provera, Depo-Provera, Depo-Sub Q Provera 104. http://www.medicinenet.com/medroxyprogesterone/article.htm