Berbagai informasi tentang hepatitis banyak beredar di masyarakat, baik tentang cara penularannya, gejala penyakit sampai cara pengobatannya. Namun, dari sekian banyak informasi, ternyata ada yang hanya berupa mitos dan ada juga yang berupa fakta tentang penyakit Hepatitis B dan Hepatitis C. Perlunya informasi yang benar tentang sebuah penyakit diperlukan untuk mendapatkan pengobatan yang benar dan tepat. 7 Mitos dan Fakta Hepatitis C1,2,3,4 Mitos: Hepatitis C bisa dicegah dengan vaksinasi Fakta:  Sampai saat ini belum ditemukan vaksin untuk mencegah Hepatitis C, oleh karena itu, Hepatitis C tidak bisa dicegah dengan vaksinasi. Mitos: Hanya pecandu obat-obatan yang dapat terinfeksi Hepatitis C Fakta:  Umumnya sekitar 50% pengguna obat suntik diketahui terinfeksi Hepatitis C. Namun, selain itu, virus Hepatitis C juga dapat ditularkan melalui kontak dengan darah penderita hepatitis C, misalnya melalui transfusi darah, proses melahirkan (dari ibu ke bayi), proses tindik dan tato. Mitos: Alkohol dapat menyebabkan Hepatitis C. Fakta:  Untuk dapat terinfeksi Hepatitis C, harus terjadi kontak darah dengan darah (darah penderita Hepatitis C masuk ke dalam peredaran darah orang lain misalnya melalui luka terbuka). Alkohol memang dapat menyebabkan hepatitis (peradangan pada hati), namun ini berbeda dengan kondisi Hepatitis C yang disebabkan oleh virus Hepatitis C. Mitos: Jika sudah terinfeksi Hepatitis A, maka akan menderita Hepatitis B dan C. Fakta:  Menderita salah satu jenis hepatitis tidak secara otomatis membuat penderita terinfeksi jenis hepatitis lainnya. Hepatitis A adalah penyakit karena virus hepatitis A yang ditularkan melalui air (water borne disease). Sedangkan Hepatitis B dan Hepatitis C ditularkan melalui kontak dengan darah penderita. Kebanyakan penderita sembuh dari Hepatitis A tanpa gejala yang tersisa seperti  kerusakan hati, sementara Hepatitis B dan C dapat menyebabkan penyakit hati kronis dan bahkan kanker hati pada beberapa orang. Mitos: Hepatitis C dapat ditularkan melalui kontak kasual (bersalaman, berpegangan tangan, batuk, bersin, atau berpelukan) maupun gigitan nyamuk. Fakta:  Penularan Hepatitis C terjadi melalui kontak darah dengan darah penderita, sehingga kontak kasual tidak dapat menularkan Hepatitis C. Untuk saat ini, tidak ada bukti yang menyatakan bahwa Hepatitis C dapat ditularkan melalui gigitan nyamuk. Mitos: Hepatitis C merupakan penyakit menular seksual. Fakta:  Hepatitis C tidak tergolong ke dalam penyakit menular seksual. Risiko penularan Hepatitis C melalui hubungan seksual sangatlah rendah (ketika tidak ada faktor yang memperberat). Faktor yang memperberat antara lain adanya darah menstruasi, seks anal, maupun adanya luka di alat kelamin. Penggunaan kondom saat berhubungan seksual dapat membantu menurunkan risiko penularan. Mitos: Tidak ada pengobatan yang efektif untuk penyakit Hepatitis C. Fakta:  Sudah ada pengobatan yang efektif untuk penyakit Hepatitis C dan dapat menghilangkan virus Hepatitis C dari darah serta mencegah kerusakan hati lebih lanjut. Pengobatan yang tersedia saat ini antara lain: pegylated Interferon, Ribavirin, Boceprevir, Telaprevir, Sovosbuvir, dan Simeprevir. 7 Mitos dan Fakta Hepatitis B5,6,7 Mitos: Hepatitis B ditularkan melalui konsumsi makanan yang terkontaminasi. Fakta:  Virus Hepatitis B hidup di dalam darah dan cairan tubuh manusia (penderita Hepatitis B). Penularan hanya terjadi melalui kontak dengan darah atau cairan tubuh, misalnya melalui hubungan seksual tanpa pengaman, bertukar jarum suntik, tato, atau tindik. Selain itu, wanita hamil yang menderita Hepatitis B juga dapat menularkan ke bayinya melalui proses persalinan.  Mitos: Hepatitis B sangat jarang terjadi sehingga saya tidak mungkin tertular. Fakta:  Hepatitis B merupakan salah satu penyakit paling umum di seluruh dunia. Lebih dari 1/3 penduduk dunia terinfeksi Hepatitis B baik dalam bentuk akut maupun kronis. Jika tidak diobati dengan baik, hal ini dapat berujung pada penyakit hati serius dan kanker hati. Mitos: Penderita Hepatitis B tahu dirinya terinfeksi karena kulit atau matanya menjadi kuning. Fakta:  Banyak penderita Hepatitis B yang tidak merasakan gejala apapun. Hanya sekitar 30% yang terinfeksi virus Hepatitis B yang mengalami timbulnya gejala penyakit Hepatitis B. Jika ingin mengetahui terinfeksi virus Hepatitis B atau tidak, dapat dilakukan pemeriksaan darah. Mitos: Penderita Hepatitis B akan menjadi sangat sakit dan meninggal karena penyakit hati yang serius dan kanker hati. Fakta:  Sekitar 90% dari mereka yang terinfeksi virus Hepatitis B mengalami infeksi akut, yang berlangsung beberapa minggu hingga bulan dan setelah itu akan sembuh tanpa gejala sisa. Namun sekitar 10% menderita infeksi Hepatitis B kronis, ini yang akan berujung pada penyakit hati yang lebih serius seperti sirosis (penyakit hati) dan kanker hati. Mitos: Penderita Hepatitis B akan berkembang menjadi Hepatitis A dan Hepatitis C seiring waktu. Fakta: Terdapat beberapa jenis virus penyebab hepatitis, antara lain A, B, C, D, E dan G. Penyakit Hepatitis B tidak akan berkembang atau berubah jadi jenis hepatitis yang lain. Namun penderita Hepatitis B tetap berisiko untuk terinfeksi virus penyebab hepatitis lainnya.. Untuk Hepatitis A dan E ditularkan melalui makanan, sedangkan sisanya ditularkan melalui kontak dengan darah dan cairan tubuh. Mitos: Vaksin Hepatitis B dapat mencegah penderita Hepatitis B jatuh sakit. Fakta:  Vaksin Hepatitis B berfungsi efektif untuk mencegah penyakit Hepatitis B dan komplikasi kronisnya pada orang yang belum terinfeksi virus Hepatitis B. Sedangkan pada penderita Hepatitis B disarankan berobat ke dokter untuk mendapatkan pengobatan dan mengontrol virus Hepatitis B di dalam tubuhnya. Mitos: Hepatitis B adalah penyakit keturunan dan saya dapat mewarisinya dari orang tua saya. Fakta: Hepatitis B ditularkan melalui kontak dengan darah dan cairan tubuh penderita. Penyakit Hepatitis B bukanlah penyakit keturunan. Namun, benar bahwa virus Hepatitis B dapat ditularkan dari ibu hamil yang menderita Hepatitis B ke bayinya selama proses persalinan. Referensi: 1. Help Every Person C. Myths and Facts about Hepatitis C. [Diperbaharui Maret 2013; diakses 31 Mei 2014]. Tersedia di: https://www.helpeverypersonc.co.uk/media/55279/mythsandfactsabouthepc.pdf 2. Daniel C. Myths about Hepatitis C. [Diperbaharui 2 April 2009; diakses 31 Mei 2013]. Tersedia di: http://hepatitis.about.com/od/lifestyle/a/HCVmyths.htm 3. Northern Territory AIDS & Hepatitis Council (NTAHC). Facts & Myths. [Diakses 31 Mei 2014]. Tersedia di: http://www.ntahc.org.au/education/hepatitis-c/facts-a-myths 4. World Health Organization. Hepatitis C [Fact Sheet]. [Diperbaharui April 2014; diakses 31 Mei 2014]. Tersedia di: http://www.who.int/mediacentre/factsheets/fs164/en/ 5. HepatitisInfo.co.uk. Myths vs. Facts. [Diperbaharui Oktober 2012; diakses 31 Mei 2014]. Tersedia di: http://hepatitisinfo.co.uk/understanding-hepatitis-b/myths-vs-facts/ 6. Centers for Disease Control and Prevention. Hepatitis B FAQs for the Public. [Diperbaharui 9 Juni 2009; diakses 31 Mei 2014]. Tersedia di: http://www.cdc.gov/hepatitis/B/bFAQ.htm 7. World Health Organization. Hepatitis B [Fact Sheet]. [Diperbaharui Juli 2013; diakses 31 Mei 2014]. Tersedia di: http://www.who.int/mediacentre/factsheets/fs204/en/