Tahukah kalau merokok itu memberikan banyak dampak buruk terhadap kesehatan? Lalu kenapa masih banyak yang merokok? Apa saja sih dampak merokok terhadap kesehatan? Beberapa dampak buruk dari rokok yang sudah banyak diketahui antara lain meningkatnya risiko terkena berbagai macam kanker (seperti kanker mulut, kanker paru, maupun kanker pankreas), stroke atau gangguan peredaran darah otak, serangan jantung, dan atherosklerosis (penyempitan pembuluh darah). Selain itu, rokok juga dapat mengurangi asupan oksigen ke seluruh tubuh, meningkatkan tekanan darah, meningkatkan kadar kolesterol dan lemak tubuh, menyebabkan gangguan pergerakan sendi, impotensi, serta gangguan kehamilan (keguguran dan bahkan melahirkan bayi mati). Di samping masalah kesehatan fisik, merokok juga berdampak buruk bagi kondisi keuangan dan kondisi psikologis perokok. Saat menghisap asap rokok, sedikitnya ada 60 bahan kimia yang dapat menyebabkan kanker dan lebih dari 4000 zat yang berbahaya bagi tubuh ikut terhisap. Zat berbahaya tersebut antara lain nikotin, amonia, dan karbon monoksida.
  • Nikotin: zat ini dapat meningkatkan pelepasan Dopamin. Dopamin adalah suatu neurotransmitter otak yang mengatur mood menjadi bagus serta perilaku menjadi lebih santai dan terasa menyenangkan. Namun hati-hati, nikotin dapat menyebabkan ketergantungan pada pemakaian yang dilakukan terus-menerus.
  • Amonia: zat ini berperan dalam meningkatkan penyerapan nikotin ke dalam paru-paru, akibatnya kadar nikotin di otak menjadi lebih tinggi.
  • Karbon monoksida: konsentrasi karbon monoksida yang tinggi dapat mengakibatkan gangguan pengikatan oksigen dalam darah. Akibatnya, kebutuhan oksigen sel-sel tubuh tidak terpenuhi dan sel-sel tersebut menjadi rusak.
women-to-quit-smoking Selama ini merokok paling sering dikaitkan dengan dampak buruk di saluran pernafasan padahal tidak hanya di saluran pernafasan! Merokok juga berkaitan dengan meningkatnya risiko seseorang menderita Diabetes Mellitus (DM). Diabetes Mellitus atau yang lebih umum dikenal dengan sebutan kencing manis adalah suatu kondisi metabolik dimana kadar gula darah meningkat. Kondisi ini terjadi akibat terganggunya fungsi organ pankreas dalam mengeluarkan hormon yang disebut Insulin, yang memang berperan dalam mengatur jumlah kadar gula darah. Selain itu, Diabetes Mellitus dipengaruhi oleh gaya hidup yang tidak baik, seperti pola makan yang buruk, kegemukan, kurang olahraga, stres, dan merokok. Akibat jangka panjang dari penyakit Diabetes Mellitus antara lain berupa gangguan pada sistem saraf (neuropati), ginjal (nefropati), dan pengelihatan (retinopati). Pada perokok terdapat peningkatan kadar gula darah dan juga peningkatan distribusi lemak perut, tambahan lagi keduanya ini merupakan penanda yang dapat menyebabkan terjadinya resistensi hormon Insulin. Merokok juga berhubungan dengan terjadinya pankreatitis kronik dan kanker pankreas karena zat karsinogenik dalam rokok dapat merusak dan mengganggu fungsi organ pankreas. Umumnya, penderita Diabetes Mellitus sendiri sudah mengalami gangguan pada jantung, pembuluh darah, ginjal, saraf tepi, dan organ-organ lainnya, sementara nikotin dalam rokok justru dapat menyebabkan penyempitan dan pengerasan pembuluh darah yang lebih lagi. Berdasarkan studi yang dipublikasikan oleh American Journal of Epidemiology, seorang perokok berat yang merokok sebanyak 16–25 batang atau lebih setiap harinya memiliki risiko dua kali lipat lebih banyak menderita Diabetes Mellitus jika dibandingkan dengan orang yang tidak merokok. The Cancer Prevention Study menemukan bahwa perempuan yang merokok lebih dari 40 batang per hari memiliki risiko terkena Diabetes Mellitus 74% lebih tinggi daripada perempuan yang tidak merokok, sedangkan risiko terkena Diabetes Mellitus bagi laki-laki perokok meningkat sebesar 45%. Maka, dapat disimpulkan bahwa dengan semakin seringnya merokok, risiko seseorang untuk menderita Diabetes Mellitus akan semakin bertambah. Bagi penderita Diabetes Mellitus, sadari bahwa kebiasaan merokok dapat memperburuk penyakit Diabetes Mellitus karena merokok dan Diabetes Mellitus saling membahayakan satu sama lain. Jadi merokok tidak hanya membahayakan paru-paru Anda tapi seluruh bagian tubuh Anda! Lebih dari 50% perokok yang masih merokok meninggal dunia karena rokok yang dicintainya. Cintai diri Anda sendiri dan keluarga Anda. Berhenti merokok sekarang juga! Sumber Pustaka:
  1. Ko GTC and Cockram CS. Smoking and Diabetes. June 2005. Diabetes Voice: Volume 50; p.19-22.
  2. Haire-Joshu D, Glasgow RE and Tibbs TL. Smoking and Diabetes. 1999. Diabetes Care: Volume 22; p.1887-1898.
  3. Cleveland Clinic. Diabetes and Smoking. July 2012. http://my.clevelandclinic.org/healthy_living/smoking/hic_diabetes_and_smoking_-_another_reason_to_quit.aspx