Puasa merupakan salah satu hal yang dilakukan untuk memenuhi kewajiban agama. Namun puasa pun memiliki manfaat dalam segi kesehatan. Selain kelebihan, Sama seperti dua mata uang logam, puasa pun dapat menyebabkan gejala penyakit pada orang-orang tertentu. Mengapa bisa timbul hal demikian? Segala sesuatu yang salah caranya dapat mengakibatkan hal yang tidak baik. Begitu pula dengan puasa. Bila salah melakukannya, beberapa penyakit bisa datang dan mengganggu kenyamanan kita saat menjalankan ibadah puasa. Untuk mempersiapkan puasa yang sehat, hal terpenting yang harus diperhatikan adalah mengatur menu saat sahur dan berbuka, karena di saat itulah tubuh akan mendapatkan asupan untuk mencukupi kebutuhan kalorinya. Walau terjadi perubahan jadwal makan, bukan berarti kebutuhan kalori juga harus berubah. Cara mengaturnya akan dibahas di topic tersendiri. Sekarang akan kami bahas terlebih dahulu gejala penyakit apa saja yang dapat timbul ketika sedang berpuasa. KEPALA 1. Sakit kepala. Biasanya gangguan penyakit pada saat berpuasa yang lazim dialami adalah sakit kepala, karena mereka harus menghilangkan kebiasaan yang biasa dilakukan di siang hari, seperti merokok, minum kopi atau rutinitas kerjaan yang menuntut banyak tenaga, dan menahan rasa kantuk. Sakit kepala ini semakin parah jika dibarengi tekanan darah rendah, bahkan menyebabkan rasa mual sebelum waktu berbuka. Sakit kepala dapat terjadi karena kurangnya pasokan glukosa ke dalam tubuh dalam jumlah seperti biasa, sementara aktivitas masih berlangsung seperti biasa. Gejala yang timbul dapat lebih parah bagi pengkonsumsi kopi atau rokok, karena tubuh mereka sudah beradaptasi dengan stimulant tersebut. Ditambah efek sugestif yang timbul akibat hal tersebut, tentunya keadaan sakit kepala akan bertambah parah. Untuk mencegah dan mengurangi rasa sakit kepala, stop konsumsi kopi dan rokok selama puasa. Untuk menghindari ngantuk di siang hari, atur kembali jadwal tidur selama bulan Ramadhan. 2. Daya pikir yang menurun Selama puasa, dapat terjadi keadaan dimana seseorang sulit berkonsentrasi dan sulit mengingat beberapa hal. Keadaan tersebut disebabkan oleh kurangnya makanan yang masuk, kurang tidur, dan kurang bersemangat dalam hal berpuasa. Untuk mengatasinya, perbaiki jumlah makanan yang masuk ke dalam tubuh, tidur minimal 7 jam perhari, dan tingkatkan semangat puasa dengan memperbanyak amal sosial dan amalan sunnah . MULUT Saat sedang berpuasa, sering kali napas menjadi bau. Timbul pula lapisan putih pada gigi dan lidah yang mengeluarkan bau tak sedap. Masalah ini menjadi hambatan dalam pergaulan dan membuat minder. Mengapa bisa terjadi bau nafas yang tidak sedap? Berikut beberapa sebabnya : Saat berpuasa, produksi air liur dalam mulut berkurang karena kurangnya cairan yang masuk. Mulut pun menjadi kering sehingga timbul bau mulut. Penyakit pada organ hati, lambung, saluran pernapasan dan ginjal. Penyakit gigi dan mulut, seperti gigi berlubang, radang gusi, gingivitis karena karang gigi, dan periodontitis. Sebenarnya bau mulut saat menjalankan puasa tak perlu dirisaukan. Simak beberapa tips sederhana mencegah bau mulut selama puasa, (seperti dikutip dari holisticcare-dentalclinic). Menjaga kesehatan gigi dan mulut dengan menggosok gigi dan lidah secara benar. Bersihkan sela-sela gigi dengan benang gigi. Jika menggunakan cairan kumur, jangan memakai cairan dengan kandungan alkohol di atas 25 persen karena memicu risiko kanker rongga mulut. Perbanyak konsumsi buah-buahan pengusir bau mulut seperti apel, bengkuang dan wortel. Teh hijau mengandung bahan aktif catechin yang dapat menghilangkan plak, menurunkan kadar gula, dan membunuh bakteri penyebab bau mulut. Minumlah 2-5 cangkir teh hijau sehari. Keju yang rendah karbohidrat, tinggi kalsium dan mengandung fosfat, dapat memperkuat email gigi, meningkatkan produksi air liur dan mengurangi pertumbuhan karang gigi. Perbanyak konsumsi air putih minimal satu liter atau delapan gelas sehari selama berbuka hingga sahur. Ini untuk menjaga keseimbangan air dalam tubuh. Asup makanan probiotik seperti yogurt yang memelihara pencernaan dan menghambat bau mulut.   DARAH Ada beberapa pengaruh dari puasa pada keadaan darah dalam tubuh kita, seperti yang akan kita bahas satu persatu di bawah ini. 1.  Tekanan darah rendah Seringkali orang puasa mengalami tekanan darah rendah, tetapi tidak mengetahuinya. Keringat berlebihan, rasa lemas, letih, lesu, tak ada energi, pusing terutama saat bangun dari posisi duduk, pucat, dan merasa ingin pingsan merupakan gejala- gejala yang umum dijumpai pada penderita tekanan darah rendah. Hal ini lebih sering terjadi pada siang hari. Biasanya, tekanan darah rendah terjadi karena sedikitnya jumlah konsumsi cairan dan kurangnya konsumsi garam. Untuk mencegahnya cobalah mulai meningkatkan konsumsi cairan dan garam dengan jumlah melebihi yang biasa Anda konsumsi. 2. Kedinginan. Tubuh akan menurunkan temperaturnya selama masa puasa karena energi yang biasa dipakai untuk menghangatkan tubuh akan lebih banyak dipakai untuk mempercepat proses detoksifikasi. Karena itu, orang yang tinggal di daerah bersuhu terlalu dingin atau beku tidak dianjurkan melakukan puasa. 3. Gula Darah Rendah Gejala gula darah rendah agak serupa dengan tekanan darah rendah. Lesu, pening, mudah lelah, konsentrasi buruk, mudah berkeringat, merasa goncang (tremor), tak dapat melakukan aktivitas fisik, dan sakit kepala merupakan gejala-gejala yang sering dijumpai pada penderita gula darah rendah. Bagi bukan penderita diabetes, gejala ini juga dapat timbul. Mengapa? Mereka memiliki terlalu banyak gula di dalam tubuh, misalnya terlalu banyak mengkonsumsi karbohidrat saat sahur. Saat demikian, tubuh akan menghasilkan banyak insulin, sehingga glukosa darah menurun drastic dan akibatnya timbul gejala yang telah disebutkan di atas. Untuk mencegah hal ini kurangi makanan yang manis-manis saat sahur. Bagi penderita diabetes (kencing manis), dianjurkan berkonsultas dengan dokter mereka untuk menjalani puasa.   PENCERNAAN 1. Mual dan muntah Mual dan muntah biasanya terjadi pada hari-hari pertama puasa. Biasanya gejala ini akan hilang sendiri jika puasa diteruskan . Mual dan muntah yang terjadi pada awal puasa tidaklah berbahaya. Untuk mengatasinya, selalu makan saat sahur, banyak minum air pada malam hari dan sahur, hindari makanan yang pedas dan asam, dan hindari minum es . 2. Diare Diare pun dapat terjadi pada awal-awal puasa. Akhirnya diare akan berhenti sendiri dan sebenarnya tidak berbahaya. Untuk mengatasinya, makan saat sahur selalu diawali makan buah yang substansinya dingin seperti buah persik, pir, pepaya, melon dll. Cukup minum, terakhir makan 2 jam sebelum tidur, perbanyak makan buah dan sayur yang merupakan sumber utama micronutrient, vitamin dan mineral . 3. Kembung Walaupun diri Anda sudah siap untuk berpuasa, tidak demikian halnya dengan saluran pencernaan Anda. Tubuh memerlukan waktu beberapa hari untuk beradaptasi, tidak bisa secara instan menyesuaikan diri. Kembung yang terjadi menandakan sedang dilakukan adaptasi pada tubuh Anda. Karena itu, Anda tidak perlu khawatir. Efek ini akan hilang dengan sendirinya begitu tubuh Anda sudah selesai berpuasa. 4. Konstipasi (sembelit) Susah buang air besar sering dialami saat berpuasa. Sembelit bisa menyebabkan ambeyen (haemorroids), rasa nyeri di saluran anus dan gangguan pencernaan yang membuat perut terasa kembung. Kondisi ini normal saat kita berpuasa karena tubuh banyak menyaring makanan, kurang minum (cairan) dan kurang konsumsi serat. Untuk mencegah hal ini cobalah saat berbuka dan sahur perbanyak makan-makanan tinggi serat (misal: dari biji-bijian dan buah-buahan), banyak minum air putih dan jika ingin mengkonsumsi karbohidrat dalam jumlah banyak pilihlah roti atau gandum yang mengandung bekatul. 5.  Sakit perut Sakit perut sering terjadi selama masa puasa. Hal tersebut disebabkan oleh buka puasa yang terlalu banyak dan langsung makan sehingga tidak ada penyesuaian pencernaan setelah setengah hari dikosongkan, atau bisa karena makan makan pedas-pedas disertai kurang minum pada waktu sahur. Untuk mengatasinya, dapat dilakukan buka puasa dengan minuman yang hangat-manis, diikuti makanan kecil, barulah makan besar, habis tarawih makanan kecil, jagalah kecukupan minum yaitu 30 cc/kg bb/hari 6. Gangguan pencernaan lain Saat berbuka kita sering tak bisa mengontrol diri untuk makan. Makan berlebihan, terlalu banyak mengkonsumi makanan yang digoreng dan berlemak, makanan pedas, dan makanan yang memicu produksi gas (telur, kubis, minuman berkarbornasi) dapat menimbulkan gangguan pencernaan. Untuk menghindari hal tersebutm hindari makan terlalu berlebihan saat berbuka puasa, kurangi minuman mengandung soda. Akan lebih baik jika kita banyak mengkonsumsi jus buah dan air mineral. Hindari makan yang digoreng dan makanan yang memproduksi gas. 7. Bisul Perut dan Radang Perut Naiknya asam lambung pada perut kosong saat berpuasa semakin memperburuk kondisi yang telah disebutkan di atas. Perut bagian atas (ulu hati) akan terasa terbakar dan menyebabkan rasa tak enak di perut. Hindari makanan pedas, kopi dan minuman bersoda dapat mencegah kondisi menjadi semakin buruk.   GINJAL 1. Perubahan warna air seni. Warna air seni menjadi kuning tua menandakan tubuh mulai mengalami dehidrasi atau merupakan indikasi bahwa tubuh mulai mengeluarkan banyak toksin. Kencing pun menjadi sedikit dan kental karena kurang minum disertai konsumsi daging yang berlebihan. Untuk mengatasinya, perbanyak minum dan konsumsi daging/sayur/buah/makanan pokok yang dimakan dengan komposisi berimbang 2.  Batu Ginjal Batu ginjal terjadi pada orang yang kurang minum, karena itu untuk penderita bantu ginjal, perbanyak minum saat berbuka dan sahur untuk mencegah pembentukan batu ginjal 3.  Sakit pinggang Sakit pinggang pun dapat menyertai gejala-gejala yang timbul saat puasa. Penyebabnya adalah mobilitas yang kurang alias kurang gerak. Untuk mengatasinya, jangan mengurangi aktifitas selama berpuasa.   ALAT GERAK Kurang konsumsi kalsium, magnesium dan kalium bisa menyebabkan kram otot, cobalah mengkonsumsi makanan kaya mineral misalnya produk susu, daging, buah-buahan dan sayur mayur.   KEJIWAAN Gangguan emosi juga dapat menyertai saat-saat puasa. Menggigil seperti orang ketagihan obat, gelisah, cemas, uring-uringan, dan sulit memusatkan pikiran merupakan gejala yang lazim dialami orang berpuasa. Gejala ini disebabkan turunnya tekanan gula darah. yang merupakan cara alamiah dari tubuh untuk melakukan penghematan energi selama masa puasa. Tidak perlu khawatir, gangguan emosi ini hanya berlangsung sementara.   Ada penyakit-penyakit dimana seseorang sebenarnya tidak disarankan untuk berpuasa. Berikut adalah penyakit-penyakit tersebut.
  • Status gizi buruk
  • Penderita kencing manis, dimana saat 2x berpuasa terakhir mengalami penurunan kadar gula yang drastis/ kadar gula darah lebih dari 300 mg/dl, atau yang memakai terapi insulin.
  • Orang yang baru sembuh dari sakit/pemulihan, tetapi puasa sebenarnya bisa dilakukan di bawah pengawasan dokter.
  • Penderita penyakit infeksi kronis, penderita kanker dengan penurunan kondisi umum, penderita anemia berat, penderita gangguan penyerapan/malabsorpsi pada usus .
  • Penderita gagal ginjal
  SUMBER :