Menjadi nenek bukan hal mudah. Mayoritas dari kita yang membaca artikel ini mungkin belum menjadi nenek. Mumpung belum menjadi nenek, ada baiknya kita lakukan persiapan. Bila sudah menjadi nenek, tetap ada cara supaya menjadi nenek yang "cantik". Cantik di sini tak hanya segi fisik dalam artian cantik yang sesungguhnya. Cantik juga berarti fisik yang sehat, psikis yang baik, dan hubungan sosial yang harmonis. Ini semua yang kita impikan bila usia sudah melebihi setengah abad. Tak hanya untuk nenek, artikel ini pun beberapa dapat diaplikasikan oleh seorang kakek. Bagaimana mencapai cita-cita hidup yang damai dan harmonis ini? Nenek yang mandiri Sulit sekali menjadi nenek yang mandiri. Yang paling utama adalah karena kemunduran fisik yang menyulitkan menjadi seseorang yang mandiri. Terkadang tetap butuh bantuan orang saat mata ini sudah mulai kabur. Berjalan pun butuh dituntun saat tulang dan sendi ini mulai nyeri. Tapi bila saat ini masih memungkinkan untuk menjadi mandiri, tetap usahakan untuk melakukan segala sesuatunya sendiri. Dengan ini, penilaian terhadap kemampuan diri juga meningkat, pikiran positif akan muncul, dan hidup dapat dijalani dengan lebih baik karena penuh percaya diri. Menjadi nenek yang tahu diri Beberapa nenek tinggal dengan anak dan menantunya. Selama menjadi Ibu, anak berada di bawah kontrol penuh orangtua. Tapi bila sudah menjadi nenek, ada baiknya mulai menggeser peran pemimpin atau kepala keluarga ini kepada anak atau menantu. Biarkan mereka lebih bebas mengatur jalan dan pilihan solusi dari masalah-masalah yang mereka hadapi. Jangan terlalu mengatur dalam rumah tangga mereka. Memberi nasihat tentu tetap diharapkan. Tapi posisi "memimpin" sebaiknya diserahkan kepada yang lebih muda. Saat anak atau menantu tidak suka dengan sikap sok memimpin seorang nenek, justru nenek ini dapat dijauhi oleh mereka. Tak baik hal ini dirasakan oleh seorang nenek. Lebih baik nenek memposisikan diri yang tepat dalam keluarga. Jangan pula tinggal di panti jompo Tak diterima di rumah anak atau menantu, tidak lebih mending memilih rumah jompo. Rumah jompo walaupun hidup bersama dengan teman-teman seusia, ada kalanya kesepian tetap terasa. Dukungan cinta dari keluarga tentu tetap berbeda dengan dukungan dari teman-teman di rumah jompo. Dukungan dari keluarga sendiri tetap akan lebih baik untuk jiwa seorang nenek. Sebenarnya, yang paling baik adalah dengan tinggal di "rumah masa depan" yang sejak muda dibangun dengan hasil keringat sendiri. Rumah kecil yang di dalamnya penuh kebebasan tentunya lebih menjadi pilihan dibanding rumah jompo, dalam hal perkembangan jiwa seorang nenek. Kembali ke desa Terkadang perlu juga dipertimbangkan seorang nenek untuk berpindah dan tinggal di daerah pedesaan atau pinggir kota. Hal ini bukan hanya karena sudah lebih sulit mengikuti cepatnya irama kehidupan di kota. Hingar-bingar kehidupan kota dan tingkat stres yang tinggi berpengaruh kepada hidup seorang nenek. Padahal ini perlu dijauhi untuk menuju impian menjadi nenek yang hidup damai dan harmonis. Selain itu, kehidupan di desa pun lebih baik bagi fisik seorang nenek. Udara yang bersih membantu nenek dapat bernapas dengan baik, saat ia tidak dapat menarik napas dengan maksimal karena keterbatasan kemampuan parunya. Selain itu makanan dan minuman juga masih cenderung bersih dan belum tercemar bahan-bahan kimia. Kehidupan desa pun menjauhkan nenek dari jabatan sebelumnya saat masih muda. Saat turun dari jabatannya dan pensiun, mungkin akan ada perasaan diri yang menjadi kurang berharga. Hal ini bisa dikurangi bila paparan terhadap jabatan, kehidupan kota, dan pekerjaan yang lalu dijauhkan dari kehidupan sekarang. Rindu menciptakan kesibukan Membuat hidup lebih berarti adalah hal yang dapat dilakukan di usia tua. Untuk mendapatkan hidup yang lebih berarti ini, biasakan tetap untuk menciptakan kesibukan seperti biasa, seperti berbelanja, memasak, berkebun, bahkan jalan-jalan di pusat perbelanjaan dan wisata. Bercengkrama dengan orang lain saja tidak cukup. Perlu ada kesibukan sehari-hari yang menjadikan hidup lebih hidup. Kesibukan juga membantu seorang nenek tetap bugar dalam kondisi fisiknya. Badan dilatih untuk tetap bergerak dan aktif. Pikiran pun tetap digunakan, sehingga mengurangi kemungkinan pikun. Jangan sampai pula kemampuan yang lalu ada, tersia-siakan begitu saja. Bila perlu, ajarkan keterampilan yang dimiliki kepada anak-cucu. Dengan ini, penghargaan terhadap diri sendiri akan lebih besar. Perhatikan tubuh Aktivitas fisik harian perlu dilakukan. Sejalan dengan poin rindu menciptakan kesibukan di atas, kesibukan juga dapat berupa olahraga ringan yang dilakukan rutin, minimal empat kali seminggu. Olahraga ringan seperti jalan pagi dan senam cukup aman dilakukan seorang nenek. Jangan lupa pula perhatikan napas. Lakukan olah napas secara teratur, setiap hari. Paru-paru seorang nenek sudah semakin sulit berkembang. Bagus bila udara di sekitarnya masih bersih, sehingga oksigen masih cukup untuk kebutuhan tubuh. Namun bila ternyata tidak, siapa yang bisa tahu? Ada baiknya tetap melakukan latihan olah napas. Caranya dengan menarik napas sedalam-dalamnya, menahan napas sekuat mungkin, dan melepaskannya perlahan. Lakukan beberapa kali sehari. Dengan ini, oksigen dapat masuk dalam jumlah maksimal, diserap dalam tubuh dalam jumlah maksimal pula. Kumpulan penyakit Kadang semakin tinggi usia, semakin banyak penyakit yang "ditabung". Bahkan tak punya tabungan penyakit pun sulit membebaskan seorang tua dari penyakit-penyakit degeneratif, yang memang muncul karena kelemahan organ seiring pertambahan usia. Penyakit yang sering dibawa orangtua adalah kencing manis, darah tinggi, jantung, kadar kolesterol tinggi, encok, dan asam urat. Beruntung bila tidak memiliki semuanya. Namun ada baiknya semuanya dicek secara berkala ke dokter. Apalagi bila memang ada penyakit yang sudah dimiliki, perlu pengecekan lebih ketat. Jangan anggap remeh penyakit-penyakit ini. Kadang seperti fenomena gunung es yang suatu saat bisa saja meletus bila tidak dikontrol. Mata memburam Selain penyakit-penyakit tersebut, yang sering didapatkan adalah keluhan pada mata, seperti rabun dekat dan katarak. Dua hal ini sangat sulit dicegah pada orangtua. Setiap orangtua pasti akan mengalaminya, hanya saja waktunya tergantung seberapa baik seseorang menjaga mesin tubuhnya agar tetap dapat berfungsi optimal. Mencegah sangat perlu. Namun bila memang sudah memiliki gejala gangguan mata, kondisi mata perlu dipertahankan agar tetap seperti saat ini dan tidak memburuk. Untuk itu, aliran darah ke mata juga harus baik. Darah akan membawa nutrisi dan oksigen ke mata. Untuk menjaga aliran darah yang baik ini, caranya tetap dengan olahraga. Selain itu juga perlu menjaga makanan yang dimakan. Kesehatan itu ada di dapur, bukan di restoran. Ganti kursi malas dan kursi roda dengan sepatu olahraga. Ciptakan hari esok selalu ada yang dinantikan, dikerjakan, dan diharapkan. Kurang vitamin Usia lanjut kerap membuat nenek kekurangan asupan vitamin dan mineral. Hal ini umumnya karena memang porsi makan yang lebih sedikit dan variasi makanan yang berkurang. Kadang dapat terjadi anemia jenis defisiensi B12 atau defisiensi asam folat. Untuk itu perlu tambahan suplemen multivitamin dan mineral, kecuali bila sudah yakin kalau asupan makanan sehari-harinya cukup memenuhi kebutuhan-kebutuhan tersebut. Asupan cukup pun tak serta merta membuat seorang nenek terhindar dari anemia. Jenis anemia defisiensi besi adalah jenis anemia yang paling sering diderita orang akibat adanya perdarahan. Pada orangtua, perdarahan ini bisa berasal dari wasir atau ambeyen, tumor, dan kanker. Penyakit-penyakit ini perlu dituntaskan agar gangguan anemia tidak terus muncul. Bila sulit, pilihan berikut adalah meningkatkan asupan vitamin. Sumber: Nadesul H, dr. Cantik, Cerdas, dan Feminin - Kesehatan Perempuan Sepanjang Usia. 2010. Jakarta: PT Kompas Gramedia Nusantara.