hajiMenunaikan ibadah haji merupakan hal yang yang sangat diimpi-impikan oleh seluruh umat Muslim di seluruh dunia. Jika kesempatan itu sudah datang, tentunya para calon haji ingin menunaikan ibadah dengan lancar dan tanpa “halangan”, khususnya para wanita yang mendapat “halangan” setiap bulan (atau datang bulan). Wanita muslim yang sedang datang bulan tidak diperkenankan menjalankan beberapa rukun haji, sehingga sangatlah penting untuk mengatur siklus haid calon haji agar bisa menjalankan semua rukun ibadah haji yang diwajibkan. Metode yang bisa dilakukan umumnya dengan cara menunda atau mempercepat haid. Kedua metode ini menggunakan obat hormonal yang mengandung progesteron saja atau kombinasi progesterone dan estrogen. Penggunaan obat hormonal untuk mengatur haid relatif aman dan tidak memberikan efek samping yang serius jika digunakan dengan benar. 1. Persiapkan dari jauh-jauh hari Mengatur pola haid dengan menggunakan obat hormon bukanlah sesuatu hal yang dapat dilakukan dengan instan, sehingga dibutuhkan waktu dan persiapan yang benar agar didapatkan hasil yang diinginkan. Idealnya, persiapkan waktu 1 hingga 2 bulan sebelum keberangkatan untuk konsultasi dengan dokter. a. Kenali pola haid anda Pertama-tama, ada baiknya jika anda mengenali pola haid anda, sehingga nanti akan memudahkan dalam memberikan intervensi obat hormonal. Pola haid yang harus anda perhatikan adalah - Panjang siklus haid, yang dihitung dari hari pertama haid yang lalu hingga hari pertama haid berikutnya. - Perkiraan hari pertama haid, yang dapat dihitung jika anda sudah mengetahui panjang siklus anda - Durasi haid, yang dihitung dari hari mulainya perdarahan hingga berhentinya perdarahan - Masa subur (masa ovulasi), diperkirakan terjadi 14 hari sebelum haid yang berikutnya. Misalnya, hari pertama haid yang lalu jatuh pada tanggal 1 Agustus 2013, sedangkan hari pertama haid berikutnya jatuh pada tanggal 29 Agustus 2013. Panjang siklus haid adalah jarak hari antara tanggal 1 hingga 29 Agustus yaitu 28 hari. Haid berlangsung selama 6 hari, dihitung sejak hari mulainya perdarahan hingga berhentinya perdarahan. Masa subur diperkirakan terjadi 14 hari sebelum hari pertama haid berikutnya, sehingga kemungkinan terjadi tanggal 15 Agustus 2013 dan untuk meningkatkan ketelitian sebaiknya diberi rentang 2 hari sebelum dan sesudah tanggal tersebut, sehingga masa subur bisa terjadi pada tanggal 13 hingga 17 Agustus.