Systemic Lupus Erytematosus (SLE) adalah suatu penyakit autoimun yang dapat menyerang berbagai organ tubuh seperti kulit, sendi, ginjal, paru, maupun jantung.  Penyakit ini dapat menyerang semua organ tersebut diatas maupun satu-dua organ saja. Penyakit ini di masyarakat lebih dikenal dengan sebutan Lupus.  Lupus tidak hanya dapat menyerang orang dewasa tetapi pada usia muda pun penyakit ini bisa terjadi.  Lupus pada anak sama seperti pada oarng dewasa.  Tetapi pada anak penyakit ini lebih sulit dideteksi dan didiagnosa.  Biasanya setelah anak mengalami gejala sakit yang lama, diagnosa lupus baru dapat ditegakkan. Menjadi pertanyaan, apa yang harus dilakukan orang tua jika anaknya divonis memiliki penyakit ini?.  Berikut adalah berbagai tips yang diharapkan dapat membantu dalam merawat anak dengan lupus :   1. Pastikan bahwa anak anda benar-benar terkena Lupus Lupus adalah penyakit yang mempunyai manifestasi klinis sangat beragam.  Karena beragamnya manifestasi klinis dari penyakit ini, Lupus sangat sulit sekali didiagnosa.  Beberapa anak mempunyai keluhan yang sangat mendukung ke arah Lupus, tetapi banyak anak yang hanya mengeluh cepat lelah atau nyeri di persendian saja.  Para ahli memakai kriteria Lupus dari American College of Rheumatology (ACR) sebagai dasar menegakkan diagnosa penyakit ini. Jika terdapat 4 dari 11 kriteria dari ACR,maka seseorang dapat dipastikan memiliki penyakit ini.   2. Cari  Informasi sebanyak mungkin tentang Lupus Jika Anak anda sudah didiagnosa memiliki penyakit ini, sebagai orang tua/keluarga sebaiknya mencari informasi sebanyak mungkin tentang penyakit ini.  Hal ini berguna bagi orang tua maupun anak anda sendiri.  Lupus adalah penyakit yang memerlukan pengobatan seumur hidup dan bisa menimbulkan komplikasi yang beragam di kemudian hari. Diharapkan ketika orang tua sudah mengerti tentang penyakit ini, mereka dapat mengedukasi anak maupun lingkungan sekitar anak tentang penyakit ini.  Dengan edukasi yang baik diharapkan timbul support dari keluarga maupun lingkungan sekitar anak sehingga anak tidak merasa minder akan penyakitnya dan dapat beraktivitas seperti biasa.