sleepyMengantuk merupakan respon tubuh yang normal untuk menandakan bahwa tubuh kelelahan dan anda membutuhkan tidur. Namun anda patut berhati-hati bila anda mengantuk berlebihan padahal anda telah tidur dalam waktu yang cukup. Apalagi bila mengantuk berlebihan itu ditambah dengan adanya halusinasi. Bisa jadi anda sedang mengidap gangguan tidur ini. Narkolepsi merupakan salah satu bagian dari gangguan tidur kronik. Pengertian dari narkolepsi sendiri adalah keinginan untuk tidur yang tidak tertahankan pada keadaan dan waktu yang tidak sesuai. Serangan tidur ini biasanya muncul mendadak dan dalam waktu yang singkat. Penderita narkolepsi biasanya akan mengantuk lalu langsung tertidur kemudian setelah 15 menit orang tersebut akan bangun dan merasa segar, tetapi setelah itu akan mulai merasa mengantuk lagi. Kejadian ini akan terjadi berulang-ulang dalam satu hari. Insiden dari seseorang terkena narkolepsi di dunia sekitar 0.02-0.18% dengan perbandingan antara pria dan wanita sebesar 1.64 : 1, yang berarti pria lebih sering terkena dibandingkan wanita. Untuk lingkup umur, narkolepsi pernah dilaporkan diderita oleh anak berumur 2 tahun, dengan puncak tertinggi pada umur 15 tahun dan kejadian terendah pada usia 36 tahun. Penyebab dari Narkolepsi ini sampai sekarang belum diketahui secara pasti tetapi ada beberapa penyebab yang dipercaya menyebabkan gangguan ini salah satunya faktor genetik. Faktor genetik dipercaya menyebabkan narkolepsi karena ditemukan predisposisi seorang individu yang terkena narkolepsi dengan keterlibatan daerah pada Kromosom 6 yang disebut kompleks HLA. Adanya variasi pada kompleks HLA ini yang menyebabkan meningkatnya resiko terjadinya respon auto imun terhadap hypocretin dan Orexin. Kedua neuropeptida ini yang bertanggung jawab untuk menggontrol pola tidur. Respon auto imun ini menyebabkan penghancuran dari kedua neuropeptida tersebut. Hipocretin memegang peranan penting sebagai penyebab narkolepsi. Level yang rendah atau ketiadaan hipocretin ditemukan pada pasien dengan narkolepsi berat. Begitu sejumlah neuron hipocretin hilang, gejala dari narkolepsi muncul. studyGejala dari narkolepsi sendiri ditandai dengan 4 gejala klasik yaitu mengantuk berlebihan pada siang hari, katapleksi, halusinasi hipnagogik, dan kelumpuhan tidur. Gejala mengantuk berlebihan pada siang hari merupakan gejala utama dan harus muncul pada pasien setidaknya 3 bulan. Mengantuk ini muncul walaupun orang tersebut telah tidur cukup sebelumnya. Penderita mula-mula akan merasa sangat ngantuk kemudian akan langsung jatuh tertidur. Setelah tidur penderita merasa segar kembali tetapi kemudian gejala ini akan timbul lagi dan berulang beberapa kali dalam satu hari. Gejala kedua adalah katapleksi, katapleksi merupakan kondisi dimana terjadi kehilangan kekuatan otot, mulai dari yang ringan seperti lemas didaerah lutut hingga seluruh badan menjadi kolaps. Hal ini mungkin disebabkan karena reaksi emosional yang tiba-tiba seperti ketika marah. Saat terjadi katapleksi penderita masih dalam keadaan sadar. Gejala berikutnya adalah halusinasi hipnagogik, halusinasi yang muncul seperti gambaran yang hidup, kadang menakutkan yang timbul ketika mengantuk atau saat bangun. Gejala berikutnya adalah kelumpuhan tidur dimana terjadi ketidakmampuan untuk bergerak saat bangun tidur dan dapat berlangsung selama 2 sampai 3 menit. Tidak semua gejala klasik dari narkolepsi ini timbul. Sebagai tambahan, kadang-kadang saat tidur di malam hari, penderita narkolepsi tidak tidur nyenyak. Mereka akan sering terbangun dari tidur. Pengobatan yang dapat dilakukan berupa perubahan gaya hidup atau dengan obat-obatan atau keduanya. Pengobatan dengan merubah gaya hidup seperti tidur malam yang cukup sekitar 7-8 jam sehari, membuat jadwal tidur siang secara teratur, penderita harus menghindari makanan yang berat dan alkohol, dan dianjurkan untuk banyak mengikuti banyak aktivitas. Pengobatan dengan obat-obatan digunakan untuk mengurangi mengantuk berlebihan saat siang hari dan katapleksi. Obat yang digunakan untuk mengurangi kantuk berlebihan biasanya dari golongan stimulan non-amphetamin seperti Modafinal, yang bekerja dengan meningkatkan kesadaran. Sedangkan untuk mengobati katapleksi digunakan obat-obatan dari golongan antidepresan seperti clomipramin dan imipramin. Anda tetap dianjurkan untuk berkonsultasi pada dokter spesialis saraf atau kejiwaan untuk penanganan lebih lanjut. Sumber: http://emedicine.medscape.com/article/1188433-overview http://www.emedicinehealth.com/narcolepsy/article_em.htm Neurology and Neurosurgery illustrated.Kenneth W.Lindsay, Ian Bone.