Bagi anda para wanita yang belum merencanakan kehamilan, banyak  cara yang dapat dipilih untuk mencegah terjadinya kehamilan. Mulai dari menggunakan metode alamiah (kalender),  kondom, pil, suntik, IUD, bahkan sampai operasi. Berikut akan dibahas secara singkat kelebihan dan kekurangan masing-masing jenis kontrasepsi agar anda dapat memilih jenis kontrasepsi yang paling cocok dengan keinginan anda. Kontrasepsi alamiah/ kalender/ pantang berkala Kontrasepsi jenis ini pada prinsipnya adalah tidak berhubungan saat wanita sedang mengalami masa subur. Masa subur seorang wanita diperkirakan pada hari ke 12-16 (14±2 hari) sebelum dimulai haid berikutnya. Namun bagi wanita yang siklus haidnya tidak teratur, sulit untuk menentukan masa subur. Keuntungan metode kontrasepsi ini adalah tidak menggunakan alat atau obat, namun pada pelaksanaanya sulit diterapkan karena harus selalu mengecek kalender masa subur, dan sulit bagi wanita dengan haid yang tidak teratur. Kontrasepsi barier/ kondom Penggunaan kondom ada dua macam, yakni kondom untuk pria dan wanita, namun kondom pria lebih populer. Kondom selain dapat mencegah kehamilan, juga merupakan satu-satunya kontrasepsi yang mempunyai fungsi untuk mencegah penularan penyakit kelamin. Namun, tingkat kesuksesan kondom untuk mencegah kehamilan sangat bergantung pada cara penggunaan kondom yang tepat guna, kualitas dan kondisi kondom (kondom dapat bocor, robek, atau terkoyak). Kontrasepsi hormonal Kontrasepsi hormonal meliputi pil, suntik, dan susuk. Pil KB sangat efektif untuk mencegah kehamilan asalkan digunakan secara teratur, dan efek samping yang ditimbulkan cenderung lebih sedikit dibandingkan KB suntik. Selain itu, pil KB dapat membuat siklus haid menjadi teratur, serta dapat mencegah kanker ovarium dan endometrium. Setelah pengentian pil KB, biasanya kesuburan dapat langsung kembali, sehingga ibu dapat langsung hamil setelah lepas pil KB. Namun pil KB pada pelaksanaannya memerlukan disiplin yang tinggi, sehingga ibu cenderung berpikir bahwa pil KB merepotkan, dan sering terjadi lupa minum pil KB yang berakibat terjadinya kehamilan. Efek samping yang kadang dikeluhkan pengguna pil KB antara lain : mual, kenaikan berat badan, sakit kepala, dan keputihan. Pada beberapa wanita, penghentian pil KB dapat menyebabkan terhentinya menstruasi selama beberapa waktu. Tidak semua wanita dapat menggunakan pil KB, wanita dengan beberapa keadaan di bawah ini tidak disarankan menggunakan pil KB, yaitu :  tumor yang dapat dipengatuhi oleh hormon, penyakit hati, gangguan peredaran darah, diabetes, depresi, hipertensi, dan mioma uteri. KB suntik dibagi dua macam, yakni suntik tiap satu bulan dan tiga bulan. Untuk wanita yang sedsng dalam masa menyusui, jangan menggunakan KB suntik satu bulan, namun gunakanlah KB suntik 3 bulan. Beberapa wanita memilih untuk suntik KB 3 bulan karena efektif selama 3 bulan, sehingga  tidak perlu repot untuk disuntik setiap bulan. Namun, pada  penggunaan KB 3 bulan ibu menjadi tidak haid, sedangkan untuk KB suntik 1 bulan biasanya tetap mendapat haid. Efek samping lainnya yang sering terjadi : perdarahan, kenaikan berat badan, dan munculnya jerawat. Untuk penggunaan KB 3 bulan, perlu waktu sekitar 9-10 bulan untuk mengembalikan kesuburan. Jika anda ingin KB hormonal namun yang bertahan lama, susuk dapat merupakan pilihan yang tepat. Susuk dapat bertahan 3-5 tahun lamanya. Sama seperti kontrasepsi hormonal lainnya, susuk juga dapat menyebabkan terjadinya kenaikan berat badan, gangguan siklus haid, mual, sakit kepala, gangguan libido, dan munculnya jerawat. Untuk pemasangan susuk, alat yang berbentuk tabung kecil akan disisipkan di bawah kulit di bagian lengan, pemasangan ini memerlukan tindakan pembedahan kecil, sehingga kadang ibu takut untuk memasang susuk.  Tingkat efektifitas susuk cukup tinggi, dan kesuburan biasanya dapat kembali setelah 1 tahun pengangkatan susuk. Untuk pengangkatan susuk juga memerlukan tindakan pembedahan kecil. Kontrasepsi dalam rahim / IUD Bagi anda yang ingin ber KB namun takut dengan efek samping KB hormonal, IUD dapat menjadi solusinya. IUD merupakan alat kecil yang dimasukkan ke dalam rahim. Sekali pemasangan, IUD dapat bertahan selama minimal 3 tahun, namun proses pemasangan IUD kurang nyaman. Efek samping IUD antara lain rasa nyeri di perut, lepasnya IUD sehingga keluar dari rahim, infeksi, IUD dapat menembus dinding rahim, serta beberapa pasangan mengeluhkan gangguan berhubungan seksual. Kontrasepsi mantap / tubektomi dan vasektomi Bagi wanita yang sudah mantap tidak ingin hamil lagi, biasanya karena faktor usia atau sudah memiliki cukup anak, kontrasepsi mantap merupakan pilihan. Baik pria (vasektomi), maupun wanita (tubektomi) dapat melakukan operasi tersebut. Efektivitas hampir 100 %, tidak mengganggu hubungan seksual, dan tidak mempengaruhi hormonal. Kerugiannya, memerlukan tidakan oerasi, dan merupakan tindakan yang permanen. Dewasa ini, telah dikembangkan teknik operasi yang disebut rekanalisasi, operasi ini ditujukan untuk mengembalikan kesuburan pada wanita yang pernah melakukan tubektomi seandainya berubah pikiran dan ingin hamil lagi. Namun, peluang untuk dapat hamil kembali setelah operasi ini tidak dapat dijamin keberhasilannya.   Sumber Ilmu Kandungan Edisi 2 cetakan 7 tahun 2009. Hanifa Wiknjosastro. The Johns Hopkins Manual of Gynecology and Obstetrics  3rd Editions. Fortner, Kimberly B.; Szymanski, Linda M.; Fox, Harold E.; Wallach, Edward E.