Malaria masih menjadi masalah kesehatan di wilayah beriklim tropis, salah satunya Indonesia. Kasus di Indonesia tercatat ada 417.819 kasus positif pada tahun 2012 dan 70% kasus ditemukan di bagian timur Indonesia. Oleh karena itu, malaria adalah penyebab kematian tertinggi keenam pada kelompok penyakit menular. Di seluruh dunia tercatat malaria menginfeksi lebih dari dua ratus juta orang dan menyebabkan 627 000 kematian pada tahun 2012. Di Indonesia sendiri dari hasil survei tahun 2007-2010 terdapat penurunan kasus penyakit ini dari 1,39% menjadi 0,6%. Meskipun terjadi penurunan, namun di daerah-daerah tertentu angkanya masih sangat tinggi, yaitu 10,6% di Papua Barat, 10,1% di Papua, dan 4,4% di Nusa Tenggara Timur. Sedangkan angka kematian akibat malaria di Indonesia pada tahun 2011 tercatat sebanyak 388 kasus. [caption id="attachment_24685" align="aligncenter" width="400"]Penyebaran Malaria Penyebaran Malaria di Dunia[/caption] Malaria adalah penyakit yang disebabkan oleh parasit Plasmodium dan ditularkan dengan bantuan vektor nyamuk Anopheles. Terdapat lima jenis Plasmodium yang dapat menginfeksi manusia, yaitu Plasmodium falciparum, vivax, malariae, ovale, dan knowlesi. Di Indonesia sendiri kebanyakan kasus malaria disebabkan oleh Plasmodium falciparum dan vivax. Plasmodium falciparum merupakan jenis yang paling berbahaya karena dapat menyerang ke organ-organ penting seperti otak dan ginjal. [caption id="attachment_24684" align="aligncenter" width="400"]Nyamuk Anopheles Nyamuk Anopheles - Perantara Penyakit Malaria[/caption] Pada umumnya penyakit yang ditularkan melalui nyamuk Anopheles ini memberikan gejala khas yaitu demam hingga menggigil lalu terdapat periode berkeringat dan bebas demam, nyeri kepala, muntah, anemia, serta pembesaran limpa. Demam yang terjadi pada malaria berlangsung secara akut, sekitar tujuh hari setelah terinfeksi parasit melalui nyamuk. Namun di wilayah endemik, gejala-gejala ini menjadi kurang khas sehingga seringkali terlewat dan sulit untuk memberantas penyakit ini. Diagnosa malaria ditegakkan dengan pengambilan darah dan didapatkan parasit Plasmodium di dalam darah. Pada malaria akibat Plasmodium falciparum, dapat terjadi perkembangan penyakit menjadi berat bahkan hingga kematian. Sedangkan pada yang disebabkan¬†Plasmodium vivax dan ovale, meskipun tidak berat namun dapat terjadi infeksi ulang karena parasit bersembunyi dalam keadaan tidak aktif di jaringan hati dan dapat aktif kembali sewaktu-waktu. Melihat dampaknya yang membahayakan, penanganan penyakit ini harus menjadi prioritas. Pencegahan terutama dilakukan dengan menghindari gigitan nyamuk Anopheles seperti¬†penggunaan kelambu berinsektisida, pengasapan, dan obat antinyamuk. Pencegahan juga ditujukan untuk pengendalian vektor nyamuk Anopheles dengan memusnahkan tempat-tempat berkembang biak nyamuk. Selain itu, orang-orang yang akan berkunjung ke bagian timur Indonesia, Nusa Tenggara dan Papua disarankan untuk mengonsumsi obat pencegahan (terapi profilaksis) yang dianjurkan sejak satu minggu sebelum kunjungan hingga dua minggu setelahnya. Pencegahan skala nasional butuh kerja sama seluruh komponen dari pemerintah, swasta, dan masyarakat sendiri dalam upaya pencegahan, deteksi dini, serta penatalaksanaan malaria yang tepat. Dengan demikian, diharapkan angka kejadian serta kematian akibat malaria di Indonesia segera dapat diturunkan. Jadi bagi Sobat yang hendak berkunjung atau baru saja pulang bepergian dari Papua atau Nusa Tenggara dan mengalami gejala seperti demam lebih dari tujuh hari, disertai menggigil, berkeringat, nyeri kepala, muntah, tampak pucat, dan pembesaran organ di perut, sebaiknya Sobat berkonsultasi ke dokter. Dengan penanganan yang tepat, penyakit ini bisa disembuhkan. Tapi upaya pencegahan bisa dimulai dari kita sendiri! Lakukan satu langkah sederhana: kendalikan vektor nyamuk Anopheles dan lindungi diri sendiri serta keluarga dari gigitan nyamuk.   Referensi
  1. World Health Organization. Malaria Fact sheet. Diunduh dari WHO SEARO Fact Sheet - Malaria.
  2. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Pedoman penatalaksanaan kasus malaria di Indonesia. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI, 2012.
  3. Harijanto PN. Malaria. In: Buku ajar ilmu penyakit dalam. Jilid III. 4th ed. Jakarta: Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI, 2007. p.1754-66.
  4. World Health Organization. FAQs on malaria. Diunduh dari WHO - Malaria FAQs.