Makanan tepat untuk pasien hemodialisa sangat dibutuhkan untuk membantu pasien menjadi lebih sehat. Berikut adalah panduan sederhana untuk memilih makanan sehat yang tepat selama menjalani hemodialisa. Memenuhi kebutuhan kalori sehari Kalori menyediakan energy bagi tubuh untuk melakukan aktivitasnya. Kebutuhan kalori standar bagi pasien dengan gagal ginjal adalah 35kcal/kgBB/hari.  Berat badan yang dimaksud adalah berat badan kering bukan berat saat anda bengkak. Minyak dari bahan sayuran adalah sumber kalori yang baik untuk anda misalnya minyak zaitun, minyak canola, dan minyak biji bunga matahari. Gunakanlah minyak jenis ini dalam mengolah roti, nasi dan mie sebagai sumber kalori. Sebaiknya hindari maragarin dan mentega karena kedua produk ini tinggi lemak dan akan berbahaya bagi pembuluh darah. Permen, gula, madu, selai, dan agar-agar menyediakan kalori dan energy tanpa membahayakan pembuluh darah. Tetapi bila memiliki diabetes mellitus sebagai penyakit tambahan maka sebaiknya diskusikan kembali dengan dokter mengenai asupan kalori yang tepat. Mengurangi asupan cairan Fungsi ginjal yang rusak membuat tubuh tidak dapat membuang cairan berlebih yang dihasilkan oleh tubuh baik akibat metabolisme tubuh maupun akibat banyaknya cairan yang diminum. Karena itulah pasien hemodialisa dianjurkan untuk mengurangi atau membatasi asupan cairan tiap harinya. Cairan disini tidak hanya yang berbentuk air tapi juga segala makanan yang berbentuk cairan pada suhu kamar misalnya sup, jeli atau agar-agar, dan es krim. Buah-buahan dan sayuran juga ada yang banyak mengandung cairan misalnya melon, anggur, apel, jeruk, tomat, selada, dan seledri sehingga jangan lupa menambahkan ini dalam data asupan cairan. Kebutuhan cairan dihitung dari berat kering yaitu berat yang dicapai setelah anda menjalani hemodialisa saat semua cairan berlebih telah dibuang.  Biasanya kebutuhan cairan ini bervariasi dari 500-1000 ml per harinya. Untuk kebutuhan tepatnya, berkonsultasilah dengan dokter mengenai berat kering dan berapa jumlah cairan yang harus diminum setiap harinya. Tips dalam mengontrol rasa haus dalam menjalani restriksi cairan :
  • Kurangilah makanan yang asin atau berbumbu asin karena rasa asin akan semakin merangsang rasa haus
  • Minumlah air secara perlahan dengan menggunakan gelas berukuran kecil
  • Bekukanlah minuman atau jus dalam bentuk batu es berukuan kecil dan kunyahlah secara perlahan sehingga rasa haus akan berkurang
Mengurangi kadar potassium (kalium) Potasium adalah elektrolit yang dapat mempengaruhi keteraturan detak jantung. Pada pasien yang menjalani hemodialisa, kadar potasium biasanya akan meningkat akibat proses dialisis dan ini bisa membahayakan karena jantung dapat berhenti berdetak akibat kadar potassium yang berlebihan. Karena itu sangat penting untuk mengurangi asupan makanan yang tinggi potassium dalam menu sehari-hari (biasanya dibatasi hanya 2-3 gram tiap harinya). Berikut adalah makanan yang dikenal sebagai sumber potassium tinggi* :
Apricot Remis besar Melon Buah pir Sarden
Alpukat Biji-bijian Susu Kentang Bayam
Pisang Daun ara Madu Buah prem Tomat
Gula bit Buah kiwi Jus jeruk Jus prem Labu
Belewar Buncis Kacang Kismis Yogurt
*rata-rata mengandung 250-350mg potassium per satu kali penyajian. Tips untuk mengurangi kadar postasium :
  • Makanlah makanan yang tinggi potassium dalam porsi kecil misalnya hanya setengah atau hanya berupa potongan kecilnya saja
  • Memotong-motong sayur dalam ukuran kecil lalu kemudian merebusnya sehingga kadar potasiumnya berkurang
  • Hindarilah buah alpukat, pisang, kiwi, dan buah-buahan yang dikeringkan karena kadar potassium yang amat tinggi
Mengurangi mineral fosfat. Fosfat adalah mineral yang banyak terdapat dalam berbagai jenis makanan. Pada keadaan gagal ginjal, fosfat akan menumpuk dalam darah akibatnya fosfat akan menarik kalsium dalam tulang sehingga tulang akan lemah dan mudah patah. Selain itu tingginya kadar fosfat menyebabkan badan menjadi gatal tanpa sebab. Karena itulah sebisa mungkin harus mengurangi asupan makanan yang kaya akan fosfat yaitu tidak lebih dari 2-3 gram per harinya atau sesuai petunjuk dokter yang menangani. Makanan yang kaya akan fosfat dan harus dikurangi adalah susu, keju, es krim, pudding, buncis, kacang polong, minuman bersoda, bir, coklat, kacang-kacangan dan selai kacang. Biasanya pasien hemodialisa disarankan hanya meminum ½ gelas susu setiap harinya. Selain itu mungkin harus mengkonsumsi obat pengikat fosfat selama dialysis berlangsung. Obat ini akan menyerap fosfat dan membuangnya lewat kotoran. Konsultasikanlah dengan dokter mengenai pilihan obat pengikat fosfat yang tepat.   Mengkonsumsi protein berkualitas. Sebelum menjalani hemodialisa, dianjurkan untuk makan makanan rendah protein karena protein akan diolah tubuh dan menghasilkan produk sisa urea yang bila menumpuk dalam tubuh akibat fungsi ginjal rusak dan justru menjadi racun yang berbahaya bagi tubuh. Tetapi asupan makanan berprotein berkualitas yang tinggi justru diperlukan setelah menjalani hemodialisa. Berkualitas disini adalah kaya akan asam amino sehingga saat dimetabolisme tubuh akan terpakai sempurna dengan produk sisa yang minimal. Kebutuhan protein yang dianjurkan pada pasien hemodialisa sama dengan orang normal yaitu 0,6g/kgBB/hari. Contoh makanan yang tinggi akan protein berkualitas adalah daging, daging ikan terutama ikan laut, daging unggas, dan putih telur. Mengurangi asupan sodium/natrium. Sodium banyak ditemukan dalam garam dan berbagai makanan yang lain. Biasanya makanan kaleng dan makanan yang dibekukan kaya akan garam. Tingginya kadar sodium dalam makanan akan membuat menjadi lebih haus, padahal asupan cairan yang berlebih akan membebani jantung dan membuat tekanan darah jadi tinggi. Oleh karena itu asupan garam biasanya dibatasi hanya 2-3 gram per harinya. Tips untuk mengurangi sodium :
  • Hindarilah makanan kaleng dan makanan beku
  • Selalu usahakan mengkonsumsi makanan segar
  •  Carilah produk yang berlabel rendah garam atau perhatikan kadar garam dalam komposisinya. Usahakan kurang dari 250mg per sekali saji.
  • Jangan menggunakan pengganti garam karena produk ini tinggi akan potassium
  • Kurangi bumbu seperti kecap, saus teriyaki, bawang putih dan bawang merah karena tinggi akan garam
  • Hindari cemilan atau snack
Haruskah saya mengkonsumsi suplemen vitamin dan mineral? Karena banyaknya makanan yang harus dipantang, maka kemungkinan juga ada vitamin dan mineral yang tidak terpenuhi sehingga diperlukan suplemen tambahan yang mengandung vitamin dan mineral tersebut. Tapi sebaiknya diskusikan dengan dokter mengenai suplemen yang tepat. Jangan pernah membeli suplemen tanpa sepengetahuan dokter karena suplemen itu mungkin mengandung zat atau tambahan yang berbahaya bagi tubuh. Sumber :