Kehamilan merupakan dambaan para pasangan terhadap kehadiran calon buah hati mereka. Namun bagaimana nasib para ibu yang memiliki penyakit lupus? Apakah memiliki kesempatan untuk hamil juga? Beberapa tahun yang lalu, wanita yang menderita penyakit lupus dilarang untuk hamil. Tetapi sekarang ini ternyata  sama seperti wanita pada umumnya, wanita yang mengidap penyakit lupus juga memiliki kesempatan yang sama untuk hamil. Wanita yang menderita penyakit lupus meskipun memiliki kesempatan untuk hamil sama seperti wanita pada umumnya, akan tetapi tetap memiliki risiko-risiko lebih tinggi untuk terjadi komplikasi selama kehamilan. Penyakit lupus ini sering menyerang perempuan berusia 20-40 tahun. Dimana masa reproduksi subur pada umur 20-an. Pada wanita yang mengidap lupus, risiko kehamilan untuk terjadi komplikasi lebih tinggi 2-4 x lipat daripada wanita pada umumnya. Komplikasi yang sering terjadi pada ibu hamil adalah keguguran, preeklampsi, dan kelahiran prematur. Penyakit lupus yang terjadi pada kehamilan terjadi karena adanya peningkatan estrogen yang  menstimulus sistem kekebalan untuk bereaksi dan lebih parah lagi apabila wanita penderita lupus mengalami komplikasi ke ginjal sebelum ataupun saat hamil. Wanita penderita lupus aktif yang berencana hamil dapat memiliki kehamilan yang lebih baik apabila penyakit lupus aktifnya telah ditenangkan 3-6 bulan sebelum kehamilan. Wanita yang akan hamil perlu memeriksakan antibodi fosfolipid dan anti-Ro antibodi. Bila berisiko untuk memindahkan antibodi kepada janin atau berisiko tinggi untuk lahir prematur maka perlu mengecek denyut jantung janin secara rutin dan melakukan pemeriksaan ultrasonografi. Biasanya ibu hamil yang menderita lupus akan diperiksa tiap bulannya.