Apakah sobat pernah mendengar tentang penyakit kusta? Apa yang Sobat bayangkan jika mendengar penyakit tersebut?

Mungkin saat ini sebagian besar masyarakat masih diliputi rasa takut jika melihat pasien kusta karena takut tertular. Hal inilah yang seringkali menjadi stigma negatif di masyarakat, yang hingga sampai saat ini sulit sekali dihapuskan.

Pada artikel kali ini akan dibahas mengenai penyakit kusta sehingga Sobat tahu mengenai penyebabnya, cara penularannya, dan pengobatannya sehingga tidak terpengaruh oleh mitos-mitos menyesatkan yang beredar di masyarakat.

Apa sih sebenarnya penyakit kusta itu?

amauer hansen

Penyakit kusta atau lepra disebut juga dengan istilah Morbus Hansen di dunia kedokteran. Kusta merupakan suatu penyakit kronis yang disebabkan oleh infeksi bakteri Mycobacterium leprae. Bakteri tersebut ditemukan oleh sarjana dari Norwegia bernama GH Armauer Hansen pada tahun 1873.

Bakteri ini hidup di dalam sel terutama jaringan yang bersuhu dingin. Selain pada manusia, bakteri ini dapat menyebabkan penyakit pada hewan armadilo.

Bakteri M. leprae dapat menyerang :

Leprosy_deformities_hands

  • Sistem saraf tepi, kulit,
  • Mukosa mulut,
  • Saluran napas atas,
  • Sistem retikuloendotelial,
  • Mata, otot, tulang,
  • Dan testis.

Hanya sistem saraf pusat yang tidak bisa diinfeksi bakteri tersebut.

Masa pembelahan diri bakteri M. leprae memerlukan waktu yang sangat lama, yaitu 12-21 hari. Oleh karena itu, masa tunas atau masa inkubasinya sangat lama dengan rentang 40 hari sampai 40 tahun (rerata 2-5 tahun).  

Apakah kusta gampang menular?

FMSC-Tajikistan-leper-colony1

Sebelum menjawab pertanyaan tersebut akan dijelaskan bagaimana cara penularan kusta.

  • Cara penularan pasti sampai saat ini menurut para ahli belum diketahui, tetapi diperkirakan penyakit kusta ditularkan melalui saluran pernapasan  dan kontak dengan kulit penderita kusta multibasiler, yaitu penderita yang mempunyai kandungan bakteri tinggi di dalam tubuhnya.
  • Jadi, penyakit kusta bisa ditularkan apabila terjadi kontak yang erat dengan penderita kusta.
  • Artinya kontak sesaat, seperti berjabat tangan atau bersentuhan, tidak dapat menularkan kusta! 
  • Yang perlu diketahui juga bahwa terjadinya penyakit kusta sangat dipengaruhi oleh sistem kekebalan tubuh seseorang. Apabila sistem kekebalan selular baik, walaupun terdapat kontak dengan bakteri kemungkinan besar tidak akan terjadi penyakit kusta.

Bagaimana cara mendiagnosis kusta?

Pic_18a,_Leper_hands

Penyakit kusta dapat menunjukkan gejala yang mirip dengan penyakit lain, sebaliknya banyak penyakit lain yang bergejala mirip penyakit kusta.

Oleh karena itu, dibutuhkan kemampuan untuk mendiagnosis kusta secara tepat dan membedakannya dengan berbagai penyakit lain.

Diagnosis kusta berdasarkan penemuan tanda utama, yaitu:

  1. Bercak kulit mati rasa: bercak pada kulit dapat sewarna kulit, lebih gelap, ataupun lebih terang (keputihan).
  2. Penebalan saraf tepi, bisa disertai rasa nyeri ataupun tidak.
  3. Ditemukan kuman tahan asam yang diambil dari pemeriksaan hapusan kulit.

Untuk menegakkan diagnosis penyakit kusta paling sedikit harus ditemukan satu tanda utama.

Apakah kusta dapat disembuhkan?

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Kusta dapat diobati, dengan pengobatan sedini mungkin memberikan hasil yang lebih baik. Program pengobatan kusta disebut dengan program MDT (Multi Drug Treatment) yang dimulai sejak tahun 1981 oleh WHO.

Rejimen obat ini terdiri atas kombinasi beberapa obat, yaitu :

  • Dapson
  • Rifampisin
  • Klofazimin

Obat ini tersedia dalam bentuk blister dan diminum setiap hari selama 6 bulan untuk kusta tipe pausibasiler (jumlah kuman sedikit) dan 12 bulan untuk kusta tipe multibasiler (jumlah kuman banyak). Obat MDT ini tersedia di beberapa Puskesmas dan RS Umum Daerah di Indonesia dan bisa didapat secara gratis.

Jadi, Sobat harus ingat beberapa fakta penting mengenai kusta!

  1. Penyakit kusta bukanlah penyakit yang gampang menular,
  2. Penularan memerlukan kontak yang erat untuk dan sangat bergantung pada sistem daya tahan tubuh seseorang.
  3. Dan yang lebih penting adalah kusta DAPAT disembuhkan dengan berobat sedini mungkin dan teratur.

Oleh karena itu, jika Sobat bertemu dengan penderita kusta janganlah takut menghadapinya, justru bantulah mereka untuk sembuh dan kembali ke masyarakat.

400697

Hapuslah stigma negatif di masyarakat sehingga dapat tercapai Indonesia yang bebas kusta. Semoga artikel ulasan singkat mengenai Kusta ini dapat menambah informasi Sobat sekalian. Salam sehat!

Referensi :

  1. Amirudin MD, Hakim Z, Darwis E. Diagnosis penyakit kusta. Dalam: Sjamsoe-Daili ES, Menaldi SL, Ismiarto SP, Nilasari H. Kusta. Edisi 2. 2003. Jakarta: Balai Penerbit Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia; Hal 12-31.

  2. Joplin WH, McDougall AC. Handbook of leprosy. 5th ed. 1996. New Delhi: CBS Publisher and distributor.

  3. Rea TH, Modlin RL. Leprosy. In: Wolff K, Goldsmith LA, Katz SI, Gilchrest BA, Paller AS, Leffell DJ. Fitzpatrick’s dermatology in general medicine. 7th ed. 2008. McGraw-Hill: New York; p. 1786-96.

  4. Brycesson A, Pfaltzgraft KE. Leprosy. 3rd ed. 1990. Churcill Livingstone: New York.