kulitsegarKulit merupakan salah satu elemen tubuh yang sangat penting, karena terletak paling luar, dapat dengan mudah dilihat dan diraba, juga menjamin kelangsungan hidup kita. Kulit pun dapat menyokong penampilan dan kepribadian seseorang, serta merupakan cermin kesehatan dan kehidupan. Secara anatomis, kulit manusia terdiri atas tiga lapisan, yaitu:
  1. Lapisan epidermis
    • Terdiri dari 5 lapisan, yaitu stratum korneum, stratum lusidum, stratum granulosum, stratum spinosum, stratum basale.
    • Lapisan paling luar ini merupakan lapisan yang paling tipis, hampir setipis kertas.
  2. Lapisan dermis
    • Jauh lebih tebal daripada lapisan epidermis, terbentuk oleh jaringan elastin dan fibrosa, yang padat akan elemen seluler, kelenjar, dan rambut sebagai adneksa kulit.
  3. Lapisan subkutis
    • Merupakan kelanjutan dari lapisan dermis, terdiri atas jaringan ikat longgar berisi sel-sel lemak di dalamnya.
Fungsi kulit adalah untuk proteksi, absorpsi, ekskresi, persepsi, pengaturan suhu tubuh, pembentukan pigmen, pembentukan vit.D, dan keratinisasi. Seiring dengan berjalannya waktu, terjadi perubahan pada kulit kita. Setiap manusia pasti akan menjadi tua, tetapi kita dapat mencegah prosesnya agar tidak terlalu cepat terjadi. Memang tidak jelas kapan tepatnya kita mulai menua, tetapi ketika tubuh sudah tidak lagi mengalami pertumbuhan, efek penuaan tersebut baru muncul pada usia pertengahan. Mengapa kulit menjadi tua? Ada berbagai faktor yang berperan pada proses penuaan kulit, yang biasanya dibagi menjadi 2 faktor utama, yaitu:
  1. Faktor intrinsik (dari dalam tubuh sendiri)
    • Umur merupakan faktor fisiologis yang menyebabkan kulit menjadi tua. Umur bertambah setiap hari dan secara perlahan namun pasti, akan terjadi proses penuaan.
    • Genetik. Faktor genetik juga turut menentukan proses metabolik tubuh, dan berapa lama proses penuaan berlangsung.
    • Rasial. Orang yang berkulit pucat cenderung lebih rentan terhadap proses penuaan yang disebabkan sinar matahari dibandingkan dengan orang berkulit gelap.
    • Hormonal. Hormon tertentu dalam tubuh manusia mempunyai peran penting dalam proses pembentukan sel baru dan proses metabolik untuk mempertahankan kehidupan sel.
  2. Faktor ekstrinsik (dari luar)
    • Lingkungan hidup. Sinar UV dapat merusak serabut kolagen kulit dan matriks dermis sehingga kulit menjadi tdak elastis, kering, dan keriput. Selain itu, pemaparan terhadap sinar UV yang berlebihan juga dapat memicu pertumbuhan sel ganas kulit.
    • Lain-lain:
    • Merokok menyebabkan terbentuknya radikal bebas yang dapat merusak membran sel dan membuat kulit lebih cepat menua.
    • Stres yang berkepanjangan juga dapat mempercepat proses penuaan.
    • Penurunan berat badan yang terlalu cepat dapat menimbulkan kerutan pada kulit karena berkurangnya bantalan lemak yang berada di bawah kulit.
Dengan bertambahnya usia, terjadi beberapa perubahan pada kulit:
  • Pergantian sel-sel kulit lama dengan yang baru menjadi lebih lambat à kulit menjadi lebih kasar dan agak kusam.
  • Berkurangnya kemampuan untuk membentuk sel-sel kulit baru à kulit menjadi tipis.
  • Serat kolagen dan elastin yang biasanya tersusun rapat dan berfungsi untuk membuat kulit lebih kenyal, pada usia tua menjadi terpisah-pisah à kulit menjadi kendor dan tidak elastis.
  • Produksi kelenjar minyak dan kelenjar keringat mulai melambat, serta berkurangnya kemampuan kulit untuk menyimpan air di dalam selnya à kulit menjadi kering.
  • Pada wajah dapat timbul kerutan dan lipatan atau bahkan seperti membentuk kantung pada kulit. Biasanya timbul garis kerutan yang semakin lama menjadi permanen, kerutan di sudut mata, alis mata menjadi turun, dan kulit menjadi lebih longgar pada daerah atas dan bawah lipatan mata, selain itu mulai muncul pula garis-garis pada sudut bibir
  • Jaringan kulit yang ada di rahang dan leher dapat mengendur à dagu terlihat berlipat-lipat (double chin)
  • Berkurangnya daya pigmentasi sel melanosit dan daya distribusi melanin ke seluruh lapisan kulit à warna kulit berbercak-bercak.
Tetapi perlu diketahui bahwa, proses penuaan tidak berlangsung sama pada setiap orang. Pada beberapa orang, proses penuaan berlangsung lebih lambat sehingga tampak "awet muda", sedangkan pada orang lain dapat berlangsung lebih cepat. Karena proses penuaan itu sendiri dipengaruhi oleh banyak faktor (multi faktorial), diantaranya hormonal, genetik, gaya hidup, termasuk pola makan, dan olahraga. Usaha untuk menghambat proses penuaan kulit Berbagai usaha dapat dilakukan untuk memperlambat terjadinya penuaan kulit, di antaranya:
  • Melakukan tindakan pencegahan sejak dini:
    1. Membersihkan wajah setiap hari dengan menggunakan sabun yang mengandung pelembab
    2. Hindari terpapar dengan sinar matahari yang terlalu lama
    3. Gunakan sun block
    4. Konsumsi diet seimbang yang banyak mengandung buah-buahan dan sayur-sayuran
    5. Minum 6-8 gelas air per hari
    6. Lakukan olahraga teratur, dan lakukan sedikit senam wajah untuk memperkencang otot wajah
    7. Tidur 7-8 jam setiap hari
    8. Jangan merokok, ataupun mengonsumsi alkohol.
  • Jenis tindakan yang seringkali dilakukan orang agar memperoleh kulit lebih muda:
    1. Terapi hormon
    2. Terapi sel
    3. Bedah kosmetik:
      • Suntik Botox,
      • implan atau skin filler,
      • blefaroplasti,
      • facelift,
      • injeksi lemak,
      • chemical peeling,
      • laser resurfacing,
      • laser photo rejuvenation,
      • dermabrasi,
      • mikrodermabrasi.