WDD_2013_complications_INDO

Diabetes
Diabetes tidak mendiskriminasi! Saat ini masih banyak orang yang mengganggap penyakit diabetes merupakan penyakit orang tua atau penyakit yang timbul karena faktor keturunan. Padahal Diabetes tidak mendiskriminasi atau memilih siapa yang dikenainya, setiap orang mungkin menjadi pasien diabetes, baik orang tua maupun yang muda! Sekilas mengenal Diabetes Diabetes, yang sering disebut masyarakat sebagai penyakit kencing manis, adalah penyakit di mana tubuh penderitanya tidak bisa mengendalikan tingkat gula (glukosa) dalam darahnya sehingga penderita mengalami gangguan metabolisme dari distribusi gula oleh tubuh dimana tubuh tidak dapat memproduksi insulin dalam jumlah yang cukup, tidak mampu menggunakan insulin secara efektif ataupun kedua - duanya. Akibatnya, akan terjadi kelebihan kadar glukosa  di dalam darah yang berpotensi menjadi racun bagi sel –sel tubuh manusia. Sebagian glukosa yang tertahan dalam darah tersebut akan dikeluarkan melalui urin. Diabetes penyakit yang dapat menimbulkan komplikasi serius. Komplikasi-komplikasi ini akan menurunkan kualitas hidup penderita bila tidak ditangani segera. Nah, komplikasi apa saja yang dapat muncul? Komplikasi penyakit diabetes dapat dibagi dalam 2 kategori besar : Komplikasi akut
  1. 1.     Hipoglikemia
Hipoglikemia, yaitu keadaan dalam kadar gula darah yang rendah, terjadi apabila kadar glukosa darah turun di bawah 50 mg/ dl. Keadaan hipoglikemi ini dapat terjadi akibat :
  • Pemberian insulin atau obat oral yang berlebihan
  • Konsumsi makanan yang terlalu sedikit atau
  • Karena aktivitas fisik yang berat.
Hipoglikemia dapat terjadi setiap saat pada siang atau malam hari. Kejadian ini dapat terjadi sebeum makan, khususnya jika makan yang tertunda atau bila pasien lupa makan snack /selingan.
  1. 2.     Diabetik Ketoasidosis
Diabetes ketoasidosis disebabkan oleh tidak adanya insulin atau tidak cukup jumlah insulin yang nyata. Keadaan ini mengakibatkan gangguan metabolisme karbohidrat, protein dan lemak. Ada tiga gambaran klinik yang penting pada diabetes ketoasidosis : (1) Dehidrasi (2) Kehilangan elektrolit (3) Asidosis (Kelebihan asam di dalam tubuh) Keadaan ini bila tidak ditangani maka akan menyebabkan penderita jatuh koma. Komplikasi Kronik:
  1. Komplikasi Makrovaskular (Pembuluh darah besar)
Mekanisme terjadinya komplikasi makrovaskular ini umumnya dihasilkan dari suatu inflamasi/ proses radang yang  kronis dan adanya perlukaan pada dinding arteri di daerah perifer maupun pada sistem pembuluh darah koroner. Pasien dengan DM tipe 2 memiliki resiko 15 – 40% menderita stroke. Resiko stroke ini berkaitan dengan kemungkinan demensia dengan tingkat kekambuhan yang tinggi sehingga semakin meningkatkan angka morbiditas dan mortalitas dari diabetes melitus itu sendiri. ComplicationDM1 2.   Komplikasi Mikrovaskular  A. Diabetik retinopati (komplikasi pada organ mata) Merupakan komplikasi mikrovaskular dari diabetes mellitus yang paling sering ditemukan. Diabetes retinopati menjadi salah satu penyebab utama terjadinya kebutaan setiap tahunnya di Amerika Serikat. Kemungkinan terjadinya retinopati pada penderita DM atau komplikasi- mikrovaskular lainnya tergantung pada durasi dan derajat keparahan dari kondisi hiperglikemia yang berlangsung. B. Diabetic Nefropati (gangguan ginjal akibat diabetes) Pasien dengan diabetes melitus sering mengalami gangguan ginjal. Prevalensi nefropati diabetik sekitar 15 tahun dari onset awal diabetes, jadi biasanya terjadi pada pasien berusia lanjut (antara 50-70 tahun). Penyakit ini cukup progresif dan dapat menyebabkan kematian dalam 2 atau 3 tahun dari lesi pertama, dan lebih banyak terjadi pada pria. Menurut National Kidney Foundation 2010, resiko nefropati akan semakin meningkat pada penderita diabetes dengan usia > 65 tahun, memiliki hipertensi, memiliki anggota keluarga dengan penyakit ginjal kronik, serta merupakan keturunan Asia India atau Indian Amerika. Kelompok individu dengan kriteria yang disebutkan di atas merupakan kelompok resiko tinggi Faktor resiko terjadinya komplikasi ginjal pada diabetes Adapun yang menjadi faktor resiko dari munculnya nefropati sebagai komplikasi dari diabetes adalah:
  • Durasi menderita diabetes yang lama,
  • Hipertensi,
  • Merokok
  • Obesitas
  • Hiperlipidemia
Yang pada akhirnya secara perlahan namun pasti dapat menyebabkan perubahan struktur renal yang mendukung berlangsungnya penurunan fungsi ginjal itu sendiri.   C. Diabetik Neuropati (komplikasi diabetes pada susunan syaraf) Besarnya angka kejadian diabetik neuropati mencapai 20-24% pada seluruh penderita diabetes dan sekitar 50% pasien berkembang PDN 25 tahun setelah diagnosis awal DM Gejala umumnya diawali sebagai nyeri dimulai dari kaki, diikuti kedua tungkai bawah bagian distal kemudian terakhir baru ke lengan atas. Nyeri yang dirasakan dapat berupa sensasi seperti rasa terbakar, ditusuk-tusuk ataupun hanya berupa kekakuan semata. Rasa nyeri yang ditimbulkan umumnya juga disertai dengan hilangnya sensansi sensoris dan cenderung terasa lebih berat derajat nyerinya di malam hari. Lebih dari 50% pasien melaporkan adanya gangguan dalam aktivitas hidup sehari-hari akibat nyeri, termasuk dalam hal mobilitas, bekerja, tidur, rekreasi dan aktivitas sehari-hari. Disfungsi Seksual khususnya impotensi pada laki-laki merupakan salah satu komplikasi diabetes yang paling ditakuti. major-diabets-complications Tips agar dapat Mencegah Komplikasi Diabetes Memang kita semua telah mengetahui betapa berbahaya dan seriusnya penyakit DM ini, namun bukan berarti kita tidak bisa menghindari komplikasi serius yang membahayakan, bahkan beberapa mengancam jiwa, terjadi pada penderita DM. Penderita DM yang terkontrol dan terawat dapat mengurangi resiko dan komplikasi serius. Berikut adalah tips bagaimana tindakan dan kebiasaaan yang dapat diaplikasikan secara langsung dalam kehidupan sehari-hari kita, yaitu :
  • Buat Komitmen untuk manajemen Diabetes anda
Pelajarilah Penyakit diabetes sejauh yang anda bisa, karena tidak ada yang bisa mengontrol diabetes anda selain dimulai dari diri anda sendiri. Buat rencana menu dan aktifitas fisik di kehidupan sehari-hari, atur BB anda menuju ideal.
  • Berhenti Merokok
Merokok dapat meningkatkan resiko komplikasi diabetes termasuk serangan jantung, stroke, kerusakan saraf dan penyakit ginjal. Data menyebutkan Perokok menderita Diabetes berisiko kematian akibat komplikasi jantung 2 x lebih tinggi dibanding non perokok dengan diabetes. Mintalah bantuan dan berkonsultasilah ke dokter anda agar anda dapat berhenti merokok.
  • Kontrol Tekanan darah dan kolesterol anda
Tekanan darah dan kolesterol yang tinggi serta gula darah yang tidak terkontrol dapat berujung pada komplikasi jantung, stroke dan beberapa kondisi yang mengancam jiwa lainnya. Selalu kontrol dan cek Tekanan darah, Kolesterol dan Gula darah anda secara berkala.
  • Jangan lupa melakukan pemeriksaan mata secara regular
Melakukan cek regular seputar Diabetes anda bukan berarti anda melupakan cek fisik dan cek mata secara rutin.Dokter akan memeriksakan apakah ada tanda komplikasi yang dapat mengenai organ khususnya mata, seperti tanda adanya kerusakan.
  • Rawatlah Kesehatan gigi anda
Diabetes bisa rentan terhadap infeksi gusi, rawatlah gigi 2 kali per hari, floss gigi anda sekali sehari dan jadwalkan pemeriksaan gigi paling tidak 2x/tahun. Konsultasikanlah ke dokter gigi anda apabila terlihat bengkak dan memerah.
  • Perhatikan dan rawat kaki anda
Tingginya gula darah bisa merusak saraf di kaki dan menurunkan aliran darah ke kaki anda. Kaki yang trauma, luka dan lecet dapat menuju kepada infeksi serius.
  • Batasi kalau perlu hindarilah alkohol
Alkohol dapat menyebabkan gula darah kita rendah, tergantung pada berapa banyak yang kita konsumsi. Perhatikanlah selalu kalori yang terkandung dalam alkohol pada perhitungan asupan kalori harian anda.
  • Jangan remehkan stres
Jika anda sedang mengalami stres, yang terjadi biasanya jadwal rutin untuk menjaga dan kontrol DM anda bisa terabaikan. Hormon pada tubuh anda akan bereaksi terhadap stres yang anda alami dengan mengganggu kerja insulin dan memperparah kondisi penyakit diabetes anda. Prioritas kenapa yang ada dalam hidup anda, belajar teknik relaksasi dan ingatlah untuk selalu istirahat dengan cukup. Komplikasi Diabetes memang membahayakan dan serius, tapi yang terpenting adalah tetap positif dan optimis. Semua itu terletak pada komitmen dan ingatlah diabetes ini andalah yang pegang kendali. Selagi kita tetap menjaga pola hidup kita dengan hidup aktif dan sehat, komplikasi dapat dihindari. Referensi :
  1. Fauci, Braunwald, et al. Harrison's Principles of Internal Medicine Ed.17. The McGraw-Hill Comp; 2008(ch.338).
  2. 2.     Michael J. Fowler, MD. Microvascular and Macrovascular Complications of Diabetes. Clinical Diabetes 2008:Volume 26, Number 2.
  3. Barbara V. Howard,et al. Prevention Conference VI: Diabetes and Cardiovascular Disease: Writing Group. Circulation 2002;105;e132-e137.[http://circ.ahajournals.org/cgi/content/full/105/18/e132]
  4. Perkins BA, et al. Diabetes Complication and the Renin-Angiotensin System. NEJM; 2009:83-5.
  5. Pusat Diabetes dan Lipid RSUPN Dr. CiptoMangunkusumo/ Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Penatalaksanaan Diabetes mellitus Terpadu sebagai panduan penatalaksanaan diabetes mellitus bagi dokter maupun educator.CV AksaraBuana. 1999
  6. Mayo Clinic Staff. Diabetes care: 10 ways to avoid Diabetes Complications.  Mayo clinic : 2012 Januari 24 . [ cited 2013 November 1]. Available from: http://www.mayoclinic.com/health/diabetes-management/DA00008