Penyakit ginjal lebih banyak diderita oleh orang yang tinggal di perkotaan. Batu ginjal bisa terbentuk pada ginjal itu sendiri, di saluran ginjal, kandung kemih atau di saluran kandung kemih. Bagaimana batu nakal itu ada di sana, yang meskipun sudah keluar akan terbentuk lagi? Aliran darah ke ginjal mengandung banyak sekali senyawa tertentu. Karena ada faktor pencetus, senyawa ini terkonsentrasi di urin hingga membentuk kristal - pada saat ini penderita biasanya belum merasakan gejala apa pun. Namun, dari waktu ke waktu kristal ini mengendap dan semakin banyak hingga akhirnya saling melekat dan membentuk batu padat yang kerap disebut sebagai batu ginjal. Bentuk dan ukuran  batu ginjal bisa bervariasi, dari yang kecil sampai yang berdiameter sekitar 5 cm. Kebanyakan jenis batu ginjal memiliki bahan dasar kalsium yang bisa terlihat jelas lewat sinar-x. Selain itu ada juga jenis batu ginjal yang mengandung bahan asam urat yang ada kaitannya dengan gout. Jenis ini tidak bisa dilihat dengan sinar-x. Ada juga batu magnesium, amonium, fosfat, dan masih banyak jenis lainnya. Studi Buktikan Penderita Ginjal Semakin Bertambah Dari Tahun ke Tahun Penelitian yang dilakukan di Amerika Serikat menyebutkan bahwa penderita batu ginjal mencapai jutaan orang setiap tahunnya. Setiap tahun penderitanya terus bertambah, dan setiap orang mempunyai risiko sekitar 10 persen terkena batu ginjal. Sebagian orang baru mengetahui kalau dirinya memiliki batu ginjal ketika sedang buang air kecil. Biasanya penderita terkejut karena buang air kecilnya tidak lancar, dan timbul rasa sakit. Batu ginjal itu mulai menyumbat urine dan biasanya terjadi infeksi. Keluhan anyang-anyangan (rasa ingin buang air kecil yang tak kunjung tuntas) sering kali disepelekan oleh kebanyakan orang, padahal keluhan ini dapat menjadi pertanda adanya gangguan pada fungsi ginjal. Apalagi bila kejadiannya berulang dan dalam jangka waktu lebih dari seminggu. Penyakit ini kadang tidak menimbulkan keluhan. Tetapi gejala yang muncul ialah pinggang terasa nyeri dan pegal-pegal. Rasa sakit akan muncul bila batu merusak jaringan atau terbawa ke saluran urine sehingga menyumbatnya. Pembentukan batu ginjal tidak terjadi dalam waktu singkat, melainkan dalam waktu tahunan. Tergantung seberapa besar kandungan zat pembentuk batu dalam urin, volume minum harian, pernah tidaknya kekurangan cairan untuk waktu lama, riwayat infeksi saluran urin, dan faktor kebiasaan menahan kencing. Kurang minum, sering berpuasa, sering buang air besar dan muntah juga menjadi faktor yang mempercepat dan mempermudah terbentuknya batu ginjal. Apakah Pengobatan Batu Ginjal Harus Selalu Dioperasi? Batu kecil yang tidak menyebabkan gejala, penyumbatan atau infeksi, biasanya tidak perlu diobati. Minum banyak cairan akan meningkatkan pembentukan air kemih dan membantu membuang beberapa batu; jika batu telah terbuang, maka tidak perlu lagi dilakukan pengobatan segera. Tetapi jika batunya sudah besar, maka perawatan lanjutan akan diperlukan, baik berupa operasi atau litotripsi (memecahkan batu dengan sinar laser). Upaya mengatasi dapat juga dilakukan dengan menggunakan bahan-bahan alami untuk meluruhkan batu ginjal serta mengeluarkannya. Ramuan alami atau herbal umumnya bersifat diuresis yang mengakibatkan pengeluaran air seni secara lebih rutin sehingga membantu mencegah pembentukan batu ginjal. Lama pemakaian tergantung pada besar kecilnya batu ginjal, berkisar antara beberapa hari sampai maksimal enam minggu pemakaian. Sekarang sudah ada sediaan bahan alami untuk membantu penderita batu ginjal yang dapat dibeli di apotek. Cara mengatasi batu ginjal yang ideal tidak hanya meluruhkan dan mengeluarkan batu tersebut dari dalam tubuh, tetapi juga mengurangi rasa nyeri yang timbul dan mencegah pembentukan kembali batu ginjal itu sendiri. Di samping itu, bagi para penderita batu ginjal disarankan untuk banyak minum air putih, setidaknya delapan gelas per hari, sehingga aliran urine bisa ditingkatkan untuk mengencerkan konsentrasi zat-zat pembentuk batu. Dengan rutin berolahraga dan tetap mengonsumsi makanan dengan gizi seimbang akan mencegah penyakit batu ginjal. Ginjal bertugas menetralisasi dan mengeluarkan semua zat yang bersifat racun yang masuk ke dalam tubuh. Tugas ginjal yang sangat luar biasa itu akan terganggu jika kita kurang minum. Tak perlu berlebihan karena konsumsi air putih berlebih justru bisa membebani anda karena memicu lebih sering pergi ke kamar kecil termasuk juga berefek buruk pada fungsi jantung dan ginjal. Jangan Sepelekan Khasiat Air Putih! Jangan pernah mengabaikan dan menyepelekan manfaat air putih. Meski demikian, anda pun perlu selektif memilih air untuk dikonsumsi. Air yang diminum harus memenuhi aspek kesehatan, umumnya air terdiri dari H2O, tapi tubuh juga butuh air yang mengandung mineral (Natrium, Kalium, Klor) agar otot bisa bergerak. Berapapun air yang terbuang, harus segara diisi kembali, termasuk saat bangun tidur untuk menggantikan cairan tubuh yang hilang. Sudah cukup banyakkah air putih yang Anda minum hari ini?   Daftar Pustaka
  • Skorecki K, Green J, Brenner B M. Chronic kidney disease in Harrison’s principles of internal medicine 17th ed. USA: McGraw-Hill. 2007.
  • Suwitra K. Penyakit Ginjal Kronik. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam Jilid I Edisi IV. Jakarta: Pusat Penerbitan Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI, 2006.