Diabetes Melitus adalah penyakit menahun yang akan diderita seumur hidup, sehingga yang berperan dalam pengelolaannya tidak hanya dokter, perawat dan ahli gizi, tetapi lebih penting lagi keikutsertaan  pasien sendiri dan keluarganya. Penyuluhan kepada pasien dan keluarganya akan sangat membantu meningkatkan keikutsertaan mereka dalam usaha memperbaiki hasil pengelolaan DM. 4 Diagnosis DM harus didasarkan atas pemeriksaan kadar glukosa darah, tidak dapat ditegakkan hanya atas dasar adanya glukosuria saja. Dalam menegakkan diagnosis DM harus diperhatikan asal bahan darah yang diambil dan cara pemeriksaan yang dipakai. Untuk memastikan diagnosis DM, pemeriksaan glukosa darah seyogyanya dilakukan di laboratorium klinik yang terpercaya. Untuk memantau kadar glukosa darah dapat dipakai bahan darah kapiler.  Saat ini banyak dipasarkan alat pengukur kadar glukosa darah cara reagen kering yang umumnya sederhana dan mudah dipakai. Hasil pemeriksaan kadar glukosa darah memakai alat-alat tersebut dapat dipercaya sejauh kalibrasi dilakukan dengan baik dan cara pemeriksaan sesuai dengan cara standar yang dianjurkan. Tabel 1. Kadar glukosa darah sewaktu* dan puasa* sebagai patokan penyaring dan diagnosis DM (mg/dl) Diagnosis klinis DM umumnya akan dipikirkan bila ada keluhan khas DM berupa poliuria, polidipsia, polifagia, lemah, dan penurunan berat badan yang tidak dapat dijelaskan sebabnya. Keluhan lain yang mungkin dikemukakan pasien adalah kesemutan, gatal, mata kabur dan impotensia pada pasien pria, serta pruritus vulvae pada pasien wanita. Jika keluhan khas, pemeriksaan glukosa darah sewaktu ³  200 mg/dl sudah cukup untuk menegakkan diagnosis DM. Hasil pemeriksaan kadar glukosa darah puasa  ³ 126 mg/dl juga digunakan untuk patokan diagnosis DM.  Untuk kelompok tanpa keluhan khas DM, hasil pemeriksaan glukosa darah yang baru satu kali saja abnormal, belum cukup kuat untuk menegakkan diagnosis klinis DM. Diperlukan pemastian lebih lanjut dengan menddapatkan sekali lagi angka abnormal, baik kadar glukosa darah puasa ³ 126 mg/dl, kadar glukosa darah sewaktu ³ 200 mg/dl pada hari yang lain, atau dari hasil tes toleransi glukosa oral (TTGO) yang abnormal. Kriteria diagnostik Diabetes Melitus*
  1. Kadar glukosa darah sewaktu (plasma vena) ³ 200 mg/dl, atau
  2. Kadar glukosa darah puasa (plasma vena) ³ 126 mg/dl
(Puasa berarti tidak ada masukan kalori sejak 10 jam terakhir )  atau kadar glukosa plasma ³ 200 mg/dl pada 2 jam sesudah beban glukosa 75 gram pada TTGO** Bila anda memiliki beberapa faktor risiko, pastikan anda mengecek kesehatan anda sejak dini. Pemeriksaan diabetes mellitus tidak akan memakan waktu lama. Pencegahan akan diabetes mellitus pun dapat dilakukan sejak awal, mulailah dari hal mudah seperti menjaga pola makan sehat serta meningkatkan aktivitas harian anda. Referensi :
  1. WHO&IDF.Review : Definition and Diagnosis of Diabetes Mellitus and Intermediate Hyperglycemia. WHO Document Production Services, Geneva, Switzerland,2006.
  2. Fauci, Braunwald, et al. Harrison's Principles of Internal Medicine Ed.17. The McGraw-Hill Comp; 2008(ch.338).
  3. American Diabetes Association. Supplement 1 American Diabetes Association: Clinical Practise Recommendations 2002. Diabetes Care. Vol.25.  No. 1. 2002