Tindik telinga atau ear piercing sudah tidak asing di kalangan anak muda. Namun setelah menindik telinga pada beberapa orang bisa terdapat efek samping yang tidak diharapkan, salah satunya adalah timbulnya keloid. Keloid atau biasa disebut dengan jaringan parut merupakan reaksi berlebihan dari proses penyembuhan luka, mendesak area di seputar batas luka dan mengenai lapisan kulit normal disekitar luka. Umumnya keloid timbul sekitar 3 minggu setelah luka dan tidak hilang secara spontan. Keluhan yang sering dijumpai yaitu rasa nyeri, gatal dan minder karena membuat penampilan menjadi buruk. Faktor genetik merupakan salah satu pencetus timbulnya keloid. Keloid lebih banyak di jumpai pada orang berkulit gelap diduga karena sel melanosit lebih banyak jumlahnya pada orang berkulit gelap.Sel melanosit inilah yang diduga sebagai asal pertumbuhan keloid. Keloid bisa terdapat di daun telinga bagian atas maupun bagian bawah tergantung tempat tindikan dan ukurannya bisa bermacam-macam. keloid_1 keloid_2 Sampai saat ini pengobatan keloid masih kontroversial, tidak ada pengobatan tunggal melainkan harus pengobatan kombinasi. Pengobatan standard pada keloid yaitu dengan pembedahan minimal invasif. Selain pembedahan, terdapat beberapa pilihan pengobatan lainnya seperti suntikan triamcinolon pada area keloid, silikon, cryotherapy dan klip binder. Namun tindakan-tindakan tersebut harus dilakukan secara rutin berulang kali hingga keloid menjadi samar. Pengobatan yang efektif yaitu tindakan  pembedahan dikombinasi dengan steroid, silikon, atau cryotherapy. Obat-obat lainnya yang berada di pasaran seperti vitamin E, ekstrak bawang putih, minyak kanola dan antioksidan belum terbukti bisa menyembuhkan keloid, melainkan hanya membantu proses regenerasi kulit. Tingkat kekambuhan keloid berkisar antara 0% hingga 24% dan dipengaruhi beberapa faktor seperti usia, genetik, letak dan besarnya keloid dan lamanya keloid tersebut timbul. Apabila anda beresiko timbul keloid, lebih baik konsultasikan terlebih dahulu sebelum melakukan tindakan tindik telinga untuk meminimalkan resiko munculnya keloid. Tinjauan pustaka :
  1. Juckett G, Hartman A. Am Fam Physician. 2009;80(3):253-260.
  2. Park TH, Seo SW, Kim JK, Chang CH. Earlobes keloid: Classification to Gross Morphology Determines Proper Surgical Approach. Dermatologic Surgery 38(3):406-12 · October 2011