Pic_hamilcacat

Kehadiran buah hati adalah salah satu dambaan terbesar dalam berkeluarga. Semua keluarga pastinya ingin agar sang buah hati pun sempurna baik fisik maupun mental agar bisa menjadi harapan bagi orang tua. Tapi tak jarang kita masih mendengar kabar kelahiran anak yang kurang sempurna, yaitu adanya cacat fisik ataupun kelainan pada mental si anak. Nah, artikel kali ini akan membahas mengenai hal-hal apa saja yang meningkatkan risiko seorang ibu untuk melahirkan anak yang cacat. Yuk disimak agar kehamilan tetap sehat dan anak terlahir sempurna tanpa cacat! pic2_hamilcacat Faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan Janin selama kehamilan Pada saat hamil, seorang wanita tidak lagi diperlakukan sebagai satu individu, namun diperlakukan sebagai dua individu, yaitu ibu dan janinnya. Selama total kurang lebih 9 bulan 10 hari, janin akan berkembang sampai menjadi seorang bayi yang lengkap dan sehat dalam organ kandungan ibunya. Fase kehamilan secara garis besar dibagi menjadi tiga trimester (tiga bulan) yaitu trimester pertama, kedua, dan ketiga. Pada ketiga fase ini pula, seorang ibu harus mendapatkan dukungan yang sesuai untuk mendukung suasana yang kondusif bagi ibu hamil. Beberapa kondisi kehamilan berisiko untuk mengalami kelainan pada janin dibandingkan kehamilan pada umumnya, antara lain :
  • Adanya penggunaan alkohol, rokok dan obat-obatan selama kehamilan;
  • Adanya penyakit penyerta pada ibu selama kehamilan;
  • Kurangnya asupan nutrisi selama kehamilan,
  • Adanya infeksi;
  • adanya stress selama kehamilan, dan usia ibu di rentang yang ekstrim yaitu antara kurang dari 17 tahun dan lebih dari 35 tahun.
Penggunaan alkohol, rokok, dan obat-obatan lainnya selama kehamilan hamil_bir Selama fase kehamilan, terjadi pembentukan dan perkembangan organ-organ tubuh janin sampai menjadi bayi sempurna. Sangat dianjurkan seorang ibu hamil TIDAK mengkonsumsi minuman beralkohol, merokok, dan menggunakan obat-obatan tanpa anjuran dokter. Konsumsi minuman beralcohol selama kehamilan ternyata kelainan pembentukan otak dan syaraf, struktur wajah, dan pertumbuhan janin terhambat. Alcohol bahkan dalam persentase jumlah kecil pun berisiko untuk mengalami hal ini. Bagaimana dengan merokok? hamil_rokok Dalam sebatang rokok terdapat berbagai macam racun berbahaya antara lain nikotin, tar, arsen, dan ratusan zat berbahaya lainnya. Nikotin pada khususnya dapat menyebabkan gangguan aliran darah plasenta (organ penghubung antara ibu dan janin, sebagai satu-satunya cara janin mendapatkan aliran darah dan nutrisi dari tubuh ibu) yang akan sangat berbahaya. Bila alirannya terganggu, maka janin berisiko tidak memperoleh cukup nutrisi dari ibu dan mengalami perhambatan perkembangan organ-organ tubuhnya. Karena tidak mendapatkan cukup nutrisi, bayi dapat lahir dengan berat badan lahir rendah. Bayi berisiko mengalami persalinan kurang bulan (persalinan premature atau persalinan sebelum waktunya) yang berarti bayi tersebut lahir sebelum benar-benar siap hidup di lingkungan luar kandungan ibu. Pematangan organ-organ tubuh belumlah sempurna 100% pada bayi-bayi dengan persalinan premature sehingga daya tahan tubuh bayi akan lebih rentan terhadap infeksi dan gangguan lainnya. Selain itu, juga terjadi peningkatan terjadinya keguguran pada ibu-ibu hamil yang merokok dan gangguan pernapasan pada bayi-bayi yang lahir dari ibu yang merokok selama kehamilan. Sedangkan untuk penggunaan obat-obatan, tidak semua jenis obat aman untuk dikonsumsi selama kehamilan. Penggunaan obat-obatan terlarang seperti kokain dan marijuana sangat TIDAK dianjurkan selama kehamilan. Hal ini sangat membahayakan janin, dengan risiko kematian janin yang tinggi pada ibu hamil yang menggunakan obat-obatan terlarang. Bagaimana dengan obat lainnya seperti obat batuk pilek, maag, dan obat lainnya seperti antibiotik?

hamil_obat

Tidak semua obat dalam batas aman untuk ibu hamil. Untuk mengkategorikan tingkat keamanan obat bagi ibu hamil, Food and Drug Administration (FDA) menerbitkan suatu petunjuk tingkat keamanan obat. Ibu hamil dianjurkan hanya mengkonsumsi obat dengan kategori A dan B, dan tidak mengkonsumsi obat dengan kategori C, D dan X. Konsultasikanlah dengan dokter keluarga Anda setiap kali akan menggunakan obat-obatan selama kehamilan. Kurangnya asupan nutrisi selama kehamilan krg_nutrisi Salah satu masalah utama yang dialami ibu selama kehamilan adalah adanya rasa mual atau dengan istilah lain morning sickness. Rasa mual ini dapat menyebabkan kurangnya asupan nutrisi yang cukup yang dapat menyebabkan pertumbuhan dan perkembangan organ-organ janin terhambat. Padahal, seorang ibu hamil memerlukan padanan nutrisi lengkap mulai dari protein, asam folat, zat besi, kalsium serta multivitamin dan mineral lainnya. Salah satu paduan paling mudah untuk mengetahui apakah ibu hamil mendapat padanan gizi cukup adalah adanya penambahan berat badan minimal 1 kilogram setiap bulannya. Namun hal ini juga dipengaruhi oleh berat badan awal ibu sebelum hamil. Ibu dengan berat badan kurang diharuskan mendapatkan penambahan berat badan lebih banyak dibandingkan ibu dengan berat badan normal. Ibu yang tidak mendapatkan cukup nutrisi selama kehamilan berisiko memiliki bayi dengan berat badan lahir rendah dengan adanya hambatan perkembangan janin. Usia Ibu kurang dari 17 tahun atau lebih dari 35 tahun Ibu hamil di usia ekstrim, yaitu usia sebelum 17 tahun dan usia setelah 35 tahun, berisiko tinggi mengalami gangguan selama kehamilan. Penelitian menunjukkan bahwa wanita di usia lebih dari 35 tahun yang hamil ternyata memiliki angka kejadian keguguran 3 kali lipat lebih tinggi dan kejadian kelainan kromosom genetic pada anak 45% lebih tinggi. Adanya penyakit penyerta dan adanya infeksi selama kehamilan Adanya penyakit penyerta selama kehamilan mulai dari tekanan darah tinggi, kelainan hati, ginjal, dan paru-paru, kencing manis, kelenjar thyroid, dan penyakit infeksi yang dialami selama kehamilan berisiko menyebabkan gangguan selama kehamilan. Penyakit-penyakit ini dapat menyebabkan gangguan kehamilan mulai dari akibat adanya gangguan aliran darah ke plasenta, gangguan pembentukan organ-organ tertentu, sampai invasi virus dan bakteri ke peredaran plasenta sampai masuk ke dalam janin. Konsultasikanlah lebih lanjut dengan dokter kandungan dan dokter keluarga Anda tentang penanganan yang paling tepat bagi Anda dan buah hati. Stress selama kehamilan . No stress!

hamil_stres

Stress yang dialami ibu hamil, baik karena pekerjaan, suasana tidak nyaman, sampai permasalahan keluarga, sangat mempengaruhi perkembangan janin. Penelitian terbaru menunjukkan, seorang ibu hamil yang dalam keadaan stress ternyata janinnya juga mengalami stress selama kandungan, diamati dengan denyut jantung janin yang lebih cepat dibandingkan saat dalam keadaan tidak stress. Dalam jangka panjang, ternyata ibu hamil ini juga berisiko mengalami persalinan kurang bulan/premature. Dalam penelitian di Perancis pada anak usia 5 tahun, hasil menunjukkan bahwa anak yang lahir dari ibu yang tidak mengalami stress selama kehamilan memiliki IQ 13% lebih tinggi dibandingkan dengan anak yang lahir dari ibu yang mengalami stress selama kehamilan.  Jadi, pastikanlah Anda atau orang-orang terkasih dapat menjalani proses kehamilan dengan baik. Sedapat mungkin hindarilah kondisi-kondisi yang memperbesar risiko terjadinya kecacatan pada janin kelak. Hindari rokok, alcohol, dan obat-obatan berbahaya, pastikan nutrisi yang seimbang pada ibu hamil, hindari stress, dan konsultasikanlah penyakit yang anda alami selama control kehamilan. Konsultasikanlah dengan dokter keluarga Anda tentang masalah apapun yang menjadi kekhawatiran anda selama proses kehamilan ini.  Salam sehat! Referensi :
  1. Martin JA dan Osterman M. Preterm Births — United States, 2006 and 2010. CDC 2013: 62(03);136-138.
  2.  Palmer SR, et al. The Role of Maternal Stress in Early Pregnancy in the Aetiology of Gastroschisis: An Incident Case Control Study. PLoS One 2013:8(11):e80103.
  3. Ahmadifazar M, et al. Anxiety of women employees and the process of maternal role. Int J Prev Med. 2013;4:S262-
  4. Sen MR, et al. Prevalence of Serum Antibodies to TORCH Infection in and Around Varanasi, Northern India. J Clin Diagn Res 2012;6(9):1483-5.
  5. O'Keeffe LM, et al. Surveillance during pregnancy: methods and response rates from a hospital based pilot study of the Pregnancy Risk Assessment Monitoring System in Ireland. BMC Pregnancy Childbirth. 2013;25:180
  6. Erickson ML, et al. Predictors of intelligence at the age of 5: family, pregnancy and birth characteristics, postnatal influences, and postnatal growth. PLoS One 2013;8(11):e79200.
  7. Baron R, et al. Socio-demographic and lifestyle-related characteristics associated with self-reported any, daily and occasional smoking during pregnancy. PLoS One. 2013;8(9):e74197
  8. Culley CL, et al. Alcohol exposure among pregnant women in sub-saharan Africa: a systematic review. J Popul Ther Clin Pharmacol. 2013;20(3):e321-33.