Penyakit kencing manis atau yang biasa disebut diabetes melitus akhir-akhir ini mencatat semakin tingginya angka kejadian komplikasi serta semakin beragamnya organ-organ yang terlibat. Komplikasi yang sering terjadi adalah neuropati pada saraf tepi (kesemutan yang tidak kunjung hilang pada kaki dan tangan), kerusakan pembuluh darah (yang mengakibatkan kurangnya asupan darah pada organ), katarak, kebutaan, luka yang tak kunjung sembuh dan bernanah, dll. Yang menarik dibahas disini adalah mengenai bagaimana penyakit diabetes melitus dapat membuat kita kehilangan penglihatan karena katarak. Dan ternyata sebagian besar penderita katarak yang ditemukan adalah sebagai akibat dari komplikasi diabetes melitus. Nah, sebelumnya apa itu katarak? Katarak berasal dari bahasa yunani katarrhakies, latin cataracta, yang berarti air terjun. Diberi nama tersebut dikarenakan penglihatan penderita yang semakin buram oleh karena hidrasi cairan ke dalam lensa dan juga denaturasi protein lensa. Faktor-faktor yang dapat menyebabkan katarak antara lain:
  • Keracunan kimia atau fisik
  • Obat eserin (0.23%-0.5%), kortikosteroid, ergot, dan antikolinesterase topikal
  • Kelainan sistemik (diabetes melitus, galaktosemi, dan distrofi miotonik)
  • Kelainan kongenital
  • Kelainan senilis, juvenil, dan herediter.
Katarak yang dicetuskan oleh diabetes melitus dapat terjadi dalam 3 bentuk:
  1. Pasien dengan dehidrasi berat, ph darah yang rendah (asidosis), dan kadar gula darah yang tinggi (hiperglikemia). Pada lensa akan terjadi pengeruhan yang dapat menghalangi masuknya sinar sehingga tampak buram pada penglihatan. Apabila keadaan ini berlangsung dalam jangka waktu yang lama maka akan terjadi pengeruhan lensa menyeluruh. Akan tetapi, dengan rehidrasi dan pengontrolan kadar gula darah segera maka kekeruhan akan hilang kembali.
  2. Pasien diabetes juvenil dan tua yang tidak terkontrol. Pada lensa dapat terjadi pengeruhan seperti butiran salju atau bentuk piring subskapsular yang terjadi pada kedua mata serentak dalam waktu 48 jam. Penderita jenis ini adalah yang paling sering ditemukan.
  3. Katarak pada pasien diabetes dewasa dimana gambaran kekeruhan pada lensa serupa dengan kekeruhan lensa pada penderita katarak non-diabetik.
Bagaimana lensa bisa menjadi keruh? Beberapa ahli berpendapat bahwa kadar gula darah yang sangat tinggi dalam jangka waktu lama akan mengakibatkan penimbunan sorbitol dan fruktosa di dalam lensa. Lalu apa yang bisa dilakukan? Walaupun belum dibuktikan secara empiris tetapi pada kenyataannya penderita mengalami perbaikan dengan mengubah pola dan gaya hidup, yaitu tidur cukup, mengkonsumsi buah dan sayur, menghindari garam dan minyak, olah raga yang cukup, dll. Namun, apabila katarak sudah terlalu parah maka yang dapat dilakukan adalah menjalani operasi katarak. Bagaimana mencegahnya? Kita dapat mencegah katarak dengan berolahraga cukup dan rutin, makan makanan berserat seperti buah dan sayur, tidur cukup, dan menghindari makanan yang terlalu asin dan mengandung MSG (Mono Sodium Glutamat), serta untuk penderita diabetes harus selalu mengontrol kadar gula dalam darahnya. Daftar pustaka: • Prof. dr. H.Sidarta Ilyas, SpM. Ilmu Penyakit Mata. Jakarta 2007. Balai Penerbit FKUI Jakarta • Stephen J. McPhee, Maxine A. Papadakis: 2007 Current Medical Diagnosis & Treatment. Hal 164. Mc Graw Hill Medical • http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/14211915 • http://www.emedicinehealth.com/cataracts/article_em.htm • http://medweb.bham.ac.uk/easdec/cataracts_in_diabetes.html • http://www.nei.nih.gov/health/cataract/cataract_facts.asp