Organisasi Kesehatan Sedunia  atau WHO melaporkan bahwa penyakit jantung dari tahun ke tahun semakin menunjukkan perkembangan yang signifikan. WHO memperlihatkan statistik bahwa penyakit jantung baik penyakit jantung koroner atau penyakit jantung lainnya menyebabkan 17 juta orang meninggal dunia per tahun. Suatu angka yang sangat memprihatinkan. Bahkan yang lebih memprihatinkan lagi adalah data yang menginformasikan bahwa tingkat penyembuhan korban serangan jantung di Amerika adalah hanya 1 banding 10 korban. Semakin meningkatnya para penderita penyakit jantung baik penyakit jantung koroner maupun penyakit jantung lainnya sangat berkaitan dengan keadaan orang-orang di jaman ini yang dituntut untuk sibuk dalam perkerjaan. Tuntutan perkerjaan yang banyak menyita waktu dan harus bergerak cepat menyebabkan seseorang tidak sempat untuk mengatur pola hidup dan pola makan yang baik. Maka, terjadilah ketidakseimbangan atau ketidakserasian pola hidup dan pola makan. Mari kita pelajari proses terjadinya penyempitan pembuluh darah koroner jantung yang merupakan penyebab terjadinya penyakit jantung koroner ini. Proses Penyempitan Pembuluh Darah Arteri koroner adalah pembuluh darah di jantung yang berfungsi menyuplai makanan bagi sel-sel jantung. Penyakit jantung koroner terjadi bila pembuluh arteri koroner tersebut tersumbat atau menyempit karena endapan lemak, yang secara bertahap menumpuk di dinding arteri. Proses penumpukan itu disebut aterosklerosis dan bisa terjadi di pembuluh arteri lainnya, tidak hanya pada arteri koroner. Kurangnya pasokan darah karena penyempitan arteri koroner mengakibatkan nyeri dada yang disebut angina, yang biasanya terjadi saat beraktivitas fisik atau mengalami stress. Bila darah tidak mengalir sama sekali karena arteri koroner tersumbat, penderita dapat mengalami serangan jantung yang mematikan. Serangan jantung tersebut dapat terjadi kapan saja, bahkan ketika Anda sedang beristirahat. Penyakit jantung koroner juga dapat menyebabkan daya pompa jantung melemah sehingga darah tidak beredar sempurna ke seluruh tubuh (gagal jantung). Penderita gagal jantung akan sulit bernafas karena paru-parunya dipenuhi cairan, merasa sangat lelah, dan bengkak-bengkak di kaki dan persendian.   Beberapa faktor resiko terpenting Penyakit Jantung Koroner
  • Kadar Kolesterol Total dan LDL tinggi
  • Kadar Kolesterol HDL rendah
  • Tekanan Darah Tinggi (Hipertensi)
  • Merokok
  • Diabetes Mellitus
  • Kegemukan
  • Riwayat keturunan penyakit jantung dalam keluarga
  • Kurang olah raga
  • Stress
Bila Anda mempunyai salah satu atau beberapa faktor resiko tersebut diatas, Anda dianjurkan secara berkala memeriksakan kesehatan jantung Anda kepada seorang ahli. Adanya dua atau lebih faktor resiko akan berlipat kali menaikkan resiko total terhadap Penyakit Jantung Koroner.