Jenis vaksin

Diabetes

Dipasarkan dua jenis vaksin yaitu vaksin bivalent (berisi 20µg VLP-HPV 16 dan 20 µg VLP-HPV 18) dan quadrivalent (berisi 40 µg VLP-HPV 16 , 20 µg VLP-HPV 6, 40 µg VLP-HPV 11) HPV 16 dan HPV 18 merupakan HPV risiko tinggi (karsinogen, sedangkan HPV 6 dan 11 merupakan HPV risiko rendah (non karsinogen)yang menyebabkan terjadinya penyakit kondiloma akuminata.6

Tujuan vaksinasi

Vaksin HPV adalah vaksin pencegahan, vaksin ini bertujuan untuk mencegah terjadinya infeksi HPV 16 dan 18. Vaksinasi ini tidak memiliki efek terapi pada penderita kanker.

Indikasi

Vaksin HPV ditujukan untuk perempuan yang belum/ tidak terinfeksi HPV 16 dan HPV 18.

Efektivitas

Penelitian menunjukkan vaksinasi menggunakan vaksin bivalent dapat memberikan proteksi sampai 100%, dijumpai sampai 2-4 tahun pengamatan. Pemberian vaksinasi pada populasi, menurunkan kejadian infeksi HPV 16 dan 18 berkisar 85 -100%.

Populasi target

Paling ideal pemberian vaksin dilakukan pada perempuan yang belum melakukan hubungan seksual atau belum terinfeksi HPV, kalau vaksinasi diberikan pada yang telah terinfeksi HPV maka hasil yang didapat tidak akan maksimal. WHO merekomendasikan vaksinasi HPV sebagai program penanggulangan kanker serviks. FDA menyetujui pemberian vaksin mulai usia 9 tahun, sedangkan The Advisory Committee on Immunzation Practice (ACIP) dan Centre for diagnosis Control Prevention (CDC) merekomendasikan pemberikan vaksin mulai usia 11-12 tahun. Dasar pemberian vaksin mulai pada usia remaja diantaranya adalah karena kadar antibodi HPV 16 dan 18 yang lebih tinggi 2-3 kali lipat pada perempuan usia 15-25 tahun dibandingkan usia 26-45 tahun ataupuan 46-55 tahun. HOGI-IDAI menetapkan bahwa vaksin dapat diberikan pada perempuan mulai usia 10-55 tahun dengan pengelompokan:

-          10-12 tahun (usia sekolah dasar)

-          13-15 tahun (usia sekolah menengah pertama)

-          16-25 tahun (usia sekolah menengah atas sampai perguruan tinggi)

-          26-55 tahun. Vaksinansi pada kelompok usia ini dapat diberikan setelah hasil pap smear negatif.

Kontraindikasi

Vaksinasi pada ibu hamil tidak dianjurkan, sebaiknya vaksinasi diberikan setelah melahirkan. Sedangkan pada ibu menyusui vaksinasi boleh diberikan. Pada penelitian yang meliputi >1000 responden tidak dijumpai perbedaan pengaruh pemberian vaksinasi terhadap kejadian kelahiran hidup, kejadian kelainan kongenital 1,5% pada yang sudah divaksinasi, dibadingkan dengan 1,8% pada kelompok yang belum divaksinasi. 7

Cara pemberian

Vaksin diberikan secara suntikan. Diberikan 3 kali, pada bulan 0,1, dan 6 (dianjurkan pemberian tidak melebihi waktu 1 tahun).

Pemberian booster (vaksin ulangan)

Pemberiaan booster (pengulangan) diperlukan bila kadar antibodi menurun sampai dibawah kadar protekif (melindungi). Pada penelitian pemberian vaksin HPV bivalent menghasilkan kadar antibody HPV 16 (11 kali lipat) dan HPV 18 yang tinggi (11 kali lipat) sampai jangka waktu 6 tahun 4 bulan, maka pemberian vaksin ulangan dapat diberikan setelah jangka waktu sekitar 6-7 tahun.

Efek samping

Nyeri pingang, nyeri lambung, nyeri sendi, nyeri otot, mual, muntah, diare dan demam.

Daftar Pustaka

  1. Berek, Jonathan. Novak’s Gynecology by Lippincot Willimas & Wilkins: Cervical Cancer. 2002, los Angeles California.
  2. Shafl, Hahmood. Earl, Helena. Li Tee Tan. Gynaecological oncology: Cervical Cancer. Cambridge 2010
  3. Rintala MAM, Grenman SE, Puranen MH, Isolauri E, Ekblad U, Kero PO, Syrjanen SM. Transmission of High Risk Human Papilomavirus between parents and infant: a prospective Study Of HPV in families in Finland. J clin Microbiol. 2005
  4. Winer RL, Hughes JP. Feng Q, dkk. Condom Use and the Arisk of genital Human Papilomavirus Infection in Young Women. NEJM, 2006.
  5. Andrijono, Kanker Serviks. Edisi ketiga 2010. Divisi Onkologi Departeen Obstertri-ginekologi Fakutlas Kedokteran Universitas Indonesia. Jakarta, 2010
  6. Lacaey CJN, Lowdnes CM, Shak KV. Burden and management of non-cancerouw HPV-related conditions: HPV-6/11 disease. Vaccine: 2006.
  7. Wright, TC, Damme PV., Schmitt H-J, Meheus A. HPV vaccine introduction in industrialized countries. Vaccine. 2006