HPV (Human Papiloma Virus) merupakan faktor pencetus terjadinya kanker servik disertai dengan beberapa faktor resiko yang umumnya terkait dengan suatu penyakit akibat hubungan seksual.1 Infeksi HPV terdeteksi pada 99,7% kanker serviks, sehingga infeksi HPV merupakan infeksi yang sangat penting pada perjalanan penyakit kanker serviks uterus. Infeksi HPV tidak hanya di jumpai pada serviks (mulut rahim) namun dapat pula dijumpai pada kanker vulva, vagina, penis, anus, laring, orofaring dan kanker mulut.

Diabetes

Berdasarkan hasil temuan pada penelitian epidemiologi, tipe HPV diklasifikasikan dalam tiga klasifikasi yaitu risiko tinggi, kemungkinan risiko tinggi dan risiko rendah, antara lain: 2

Golongan

Tipe HPV

Risiko tinggi 16, 18, 31, 33, 35, 39, 45, 51, 52, 56, 58, 59
Kemungkinan risiko tinggi 26, 53, 66, 68, 73, 82
Risiko rendah 6, 11, 40, 42, 43, 44, 54, 61, 70, 72, 81

 

Kanker Serviks

Kanker serviks adalah kanker primer dari serviks (kanalis servikalis dan atau porsio). Perjalanan penyakit karsinoma sel skuamosa serviks merupakan salah satu model pembentukan kanker yang melalui tahapan, dimulai dari proses pembentukan knker yang awal sampai terjadinya perubahan bentuk hingga tumbuh menjadi kanker invasif.

Kanker serviks merupakan kanker yang menduduki ututan pertama dari kejadian kanker secara keseluruhan ataupun dari kejadian kanker pada wanita.  Lebih dari 2700 wanita telah terdiagnosis dan lebih dari 1000 kematian terjadi setiap tahunnya akibat kanker serviks. Terdapat 2 kelompok usia yang sering terjadi pada kanker serviks yaitu 30-39 tahun dan lebih dari 80 tahun 2

Berbagai faktor dianggap sebagai kofaktor (faktor yang menyertai) terjadinya kanker serviks antara lain sering melahirkan, merokok, kontrasepsi, hormonal, penyakit hubungan seksual, nutrisi. Jumlah melahirkan meningkatkan risiko menderita kanker serviks. Risiko menderita kanker serviks meningkat dengan peningkatan jumlah batang rokok yang dikonsumsi, tetapi tidak berhubungan dengan lamanya rokok. Penggunaan kontrasepsi hormonal meningkatkan risiko menderita kanker serviks uterus. Lamanya penggunaan kontrasepsi hormonal akan meningkatkan risiko menderita kanker serviks uterus, dan penggunaan 10 tahun meningkatkan risiko sampai dua kali lipat. Penyakit hubungan seksual meningkatkan risiko menderita kanker serviks uterus.3

Infeksi HPV 95% terjadi karena hubungan seksual dan berganti-ganti pasangan merupakan faktor risiko tinggi terjadinya infeksi. Penularan dari ibu hamil ke bayi dapat terjadi dengan risiko atau kejadian yang sangat kecil. Transmisi kontak tidak langsung dapat terjadi melalui pamakaiaan handuk bersama, dari kuku yang terkontaminasi HPV. Penggunaan kondom menurunkan risiko terinfeksi HPV.