Kanker serviks adalah kanker yang terbentuk di leher rahim, yang terletak di bagian bawah rahim diakibatkan oleh pertumbuhan sel kanker yang tidak terkontrol. Menurut American Cancer Society, lebih dari 11.000 wanita didiagnosis dengan kanker serviks pada tahun 2007; hampir sepertiga dari mereka meninggal. Kanker serviks berbeda dari banyak kanker lain karena penyebab primer atau faktor risiko kanker ini non-genetik atau keturunan. Kanker ini berasal dari virus yang disebut human papillomavirus, atau HPV tipe 16/18. HPV adalah virus yang sebenarnya bisa ditangani oleh sistem kekebalan tubuh seseorang. Tetapi jika ‘jejak’ dari virus tersebut tidak sepenuhnya meninggalkan tubuh selama periode waktu tertentu, dapat menjadi penyebab kanker serviks. Kasus yang banyak terjadi pada kanker serviks adalah, sebagian besar dapat ditangani dengan baik, jika sudah terdeteksi sejak dini. Risiko kanker serviks dapat dideteksi sejak dini melalui tes Pap Smear. Beberapa gejala kanker serviks ini dapat dijadikan sebagai deteksi dini:
  • sering mengalami pendarahan di luar menstruasi, setelah berhubungan seksual, atau saat menopause,
  • sering merasakan nyeri yang hebat pada perut atau panggul,
  • nyeri saat berhubungan seksual,
  • sering mengalami keputihan, flek atau bercak dengan warna cairan dan bau yang berbeda dari biasanya,
  • pembengkakkan pada kaki,
  • nyeri panggul atau punggung,
  • masalah pada buang air besar dan kecil.
Jika berusia di atas 25 tahun, tes Pap Smear dapat dilakukan untuk mengetahui risiko kanker serviks. Banyak dokter berpendapat bahwa dengan melakukan tes pap smear secara rutin, hal tersebut dapat menjadi salah satu bentuk pencegahan kanker serviks, karena pendeteksian sel-sel prakanker yang dapat segera ditangani. Pada tes pap smear ini, dokter hanya akan mengambil sampel sel dari permukaan rahim, untuk mengetahui perkembangan dan perubahannya. Jika perubahannya terlihat abnormal atau ada kelainan, dokter tersebut akan melakukan tes lain untuk menemukan sel prakanker pada rahim. Setiap 1 jamnya, 1 wanita Indonesia meninggal karena kanker serviks. Waktunya dipercepat untuk wanita di dunia, yakni setiap 2 menit, 1 wanita meninggal karena kanker yang menyerang mulut rahim ini. Setiap wanita di dunia perlu mengerti bahayanya karena dari data WHO telah tercatat bahwa setiap tahun ribuan wanita meninggal karena kanker yang menyerang bagian organ reproduksi atau lebih tepatnya daerah leher rahim ini.