Kanker prostat, penyakit ini menjadi salah satu masalah kesehatan pria yang perlu diperhatikan.  Prostat adalah kelenjar seks pada pria, ukurannya kecil dan terletak dibawah kandung kemih, mengelilingi saluran kencing (uretra). Prostat memegang peranan penting dalam produksi cairan ejakulasi. Penyakit Kanker Prostat  adalah ditemukannya pertumbuhan sel-sel pada jaringan prostat yang tidak normal dan tak terkendali. Dilihat dari laporan penelitian angka kejadian dari waktu ke waktu, penyakit kanker prostat nantinya akan menyingkirkan penyakit kanker paru sebagai penyakit kanker utama penyebab kematian pada pria. Separah itukah? Di Amerika Serikat, kanker prostat telah terdiagnosa pada 30.000 dan 200.000 pria tiap tahunnya. Angka ini meningkat terus dari tahun ke tahun. Sedangkan di Inggris, kanker prostat telah menyebabkan kematian pada lebih dari 9.000 pria.  Untuk insiden di seluruh dunia, angka tertinggi untuk penderita kanker prostat terdapat pada pria Afrika Amerika dan angka terendah pada pria Cina. Data dari 13 Fakultas Kedokteran Negeri di Indonesia menunjukkan kanker prostat termasuk dalam 10 penyakit keganasan tersering pada pria. Di Subbagian Urologi, bagian bedah FKUI/RSCM, selama periode 1995-1998 ditemukan rata-rata 17 kasus pertahun dan menduduki peringkat kedua setelah kanker buli-buli (kandung kemih). (Data dari: PUSAT DATA & INFORMASI - PERHIMPUNAN RUMAH SAKIT SELURUH INDONESIA) Apa yang menyebabkan Kanker Prostat? Untuk penyebab langsung dan pasti, hingga saat ini belum dapat ditemukan. Namun ada beberapa faktor penting yang dapat menyebabkan seorang pria menderita penyakit ini : Riwayat Keluarga Beberapa penelitian menemukan bahwa  ada kaitan antara riwayat dalam keluarga dengan risiko menderita kanker prostat. Terutama apabila dalam 3 generasi ada yang menderita kanker prostat, dalam keluarga inti ada 3 atau lebih yang menderita penyakit ini dan apa bila ada dua orang pria dalam keluarga yang sama menderita kanker prostat pada usia relative muda ( umur sekitar > 55 tahun ) . Umur Ini adalah faktor terkuat dan terpenting  untuk perkembangan penyakit kanker prostat. Jarang dijumpai pada pria umur kurang dari 50 tahun, namun pada pria umur < 40 tahun angka kejadian 1 : 10.000, dan 1: 8 untuk pria umur 60-79. Insiden kanker prostat  meningkat seiring dengan pertambahan usia. Pola hidup / Makanan Pola makan juga memerankan faktor yang penting pada penyakit ini, yaitu konsumsi lemak (terutama di Amerika Serikat) yang tinggi. Memakan daging merah dan produk lemak akan meningkatkan risiko penyakit Kanker prostat.  Konsumsi vitamin E dan D dapat  mencegah terkena kanker prostat. Testosteron Merupakan hormon yang khas untuk pria, bersama dengan dihidrotestosterone, berfungsi untuk mengatur perkembangan dan fungsi dari kelenjar prostat. Pada pria Afrika Amerika cenderung memliki kadar testosteron yang tinggi, yang mungkin menjadi penyebab tingginya angka kejadian kanker prostat bila dibandingkan dengan pria Kaukasia. Faktor lain yang juga berperan adalah lingkungan, infeksi virus, dan ada tidaknya riwayat vasektomi. Bagaimana bisa mendeteksi dan mendiagnosa  Kanker Prostat? Untuk perkembangan awal dari kanker prostat ini biasanya asimtomatik / tanpa gejala. Biasanya gejala muncul apabila sudah ada penyebaran (metastase) dan komplikasi, yang biasanya dapat mengenai saluran kemih.  Biasanya kanker prostat didiagnosa berdasarkan  :
  • Ditemukan adanya PSA - antigen spesifik prostat (Prostate-Spesific Antigen)
  • Pemeriksaan colok dubur, apabila ditemukan adanya pembengkakan, dapat dicurigai kanker prostat
  • Dengan pemeriksaan ultrasound pada transrectal dan biopsi
  • Beberapa kasus, dapat dilakukan MRI / CT pada area pinggul (pelvis)
Penemuan paling mutakhir pada diagnosa kanker prostat adalah  dengan pemeriksaan molekular  assay, pada urin ditemukan PCA3 yaitu gen spesifik yang ditemukan pada jaringan kanker prostat. Untuk pengobatan dan penatalaksanaan dari  kanker prostat ini sesuai dengan tingkatan dan stadium dari kanker tersebut. Tindakan yang mungkin dapat dilakukan adalah :
  • Dengan radikal prostatektomi  yaitu pengangkatan total kelenjar prostat,
  • Radioterapi
  • Brachyterapi yaitu pengobatan dengan menggunakan radioaktif.
  • Terapi hormon  : antiandrogen dan hormone LHRH.
Penelitian melaporkan 70-80 persen pria kanker prostat merespon terhadap pengobatan hormon dan kombinasi. Penting diperhatikan dalam proses pengobatan kanker prostat ini adalah untuk selalu kontrol dan follow up secara rutin. Progresivitas dari kanker prostat ini biasanya lebih lambat daripada kebanyakan kanker jenis lain. Kanker yang terdeteksi secara dini biasanya mencapai status kesembuhan yang baik.   Sumber : Swallow T. Cancer of the Prostate Gland . In: MEDICAL PROGRESS : Peer-reviewed Journal for Asian clinicians . ed. April 2009. Vol.36 No. 4. PUSAT DATA & INFORMASI - PERHIMPUNAN RUMAH SAKIT SELURUH INDONESIA . Kanker Prostat. Available from: http://www.pdpersi.co.id/?show=detailnews&kode=927&tbl=artikel