Selain disebabkan oleh hormone androgen, ternyata ada faktor-faktor lain yang dapat menimbulkan jerawat seperti faktor genetik ,suhu dan cuaca, iritasi mekanik (misal penggunaan pembersih wajah dengan scrub), Kosmetik, obat-obatan (steroid, lithium, anti epilepsi) , stress dan kehamilan. Bagaimana pengaruh makanan? Makanan tertentu dapat memicu timbulnya jerawat terutama yang indeks glikemiknya tinggi seperti susu dan produk olahan susu, coklat, makanan yang berlemak dan berminyak (misal gorengan). Jadi sebaiknya Sobat TDA menghindari / mengurangi konsumsi makanan tersebut jika tidak ingin jerawatan. Bentuk jerawat yang muncul juga bisa bermacam-macam. Mulai dari komedo, papul, pustul hingga nodul. Pada kasus yang berat, jerawat yang telah sembuh dapat meninggalkan jaringan parut dan hiperpigmentasi (peningkatan warna kulit menjadi lebih gelap dari sekitarnya). Pengobatan jerawat ditujukan untuk mengurangi peradangan dan infeksi pada kulit, menormalkan laju pergantian sel pada epitel folikel  atau memperbaiki kelebihan hormon androgen. Untuk mengurangi peradangan dan infeksi dapat digunakan antibiotik oles maupun minum. Sedangkan untuk menormalkan laju pergantian sel biasa digunakan retinoid. Jika diduga ditemukan kelebihan hormon androgen sebagai penyebab terjadinya jerawat, kita dapat menggunakan pil KB yang mengandung estrogen.