Sebutlah namanya Ibu B, berusia 35 tahun. Ia datang ke praktek dokter, dengan keluhan nyeri pada sendi tangan dan kakinya sejak 6 minggu lebih. Sebelumnya ia sudah pernah berobat 2-3 minggu lalu, namun keluhannya hanya berhenti sejenak dan terulang kembali. Ia berpikir ia terkena peninggian asam urat, namun setelah dicek kadar asam urat darahnya normal-nomal saja. Selain itu ia merasa semakin lemas sejak sakit ini. Ketika diperiksa, ternyata sendi-sendinya tengah meradang. Sakit sekali menurutnya. Dokter pun meminta ia untuk melakukan rontgen sendinya serta memeriksa hasil labnya. Ternyata faktor reumatoidnya + dan antibodi anti CCP-nya positif. Ia diduga kuat terkena artritis reumatoid. Untungnya, ia cepat dideteksi. Mungkin Sobat sekalian akan mengerutkan dahi, apa itu artritis reumatoid? Jarang sekali mendengarnya bukan? Namun kalau disebut penyakit rematik yang bisa membuat cacat sendi? Nah, inilah dia! Apa itu artritis reumatoid? Artritis reumatoid atau rheumatoid arthritis (RA) adalah penyakit otoimun yang membuat radang pada sendi. Penyakit otoimun adalah suatu penyakit yang diakibatkan serangan yang dibuat sel tubuh kita sendiri terhadap sesama sel tubuh kita. Jadi ini bukanlah seperti infeksi, yang mana kumannya berasal dari luar badan kita. Mengapa saya harus mewaspadai ini? Menurut Prof. DR. dr. Harry Isbagio, SpPD, K-R, K-GER, memang kasus artritis reumatoid ini cukup kecil bila dibandingkan kasus lainnya seperti osteoartritis (oleh masyarakat kita disebut pengapuran sendi). Menurut Prof. Harry, diperkirakan lebih dari 360.000 penduduk Indonesia menderita gangguan ini. Gangguan ini dapat menyerang semua usia, walaupun paling banyak diderita pada dewasa usia 40-70 tahun, serta lebih banyak pada wanita. Yang tak kalah penting juga, penyebab artritis reumatoid masih tidak diketahui pasti. Mengapa bisa muncul juga tidak ada yang tahu. Masih diduga bahwa ada peran faktor genetik, dipicu oleh infeksi, atau adanya faktor lainnya. [caption id="attachment_11829" align="aligncenter" width="300"] Radang pada artritis reumatoid melibatkan banyak sendi.[/caption] Kapan saya harus waspada? Anda harus waspada apabila terdapat gejala banyak sendi merah dan nyeri (meradang), adanya kaku sendi lebih dari 1 jam saat bangun tidur, nafsu makan menurun, demam, berat badan menurun, anemia. Sendi yang terlibat bisa pada sendi jari tangan dan kaki, lengan, tungkai, sendi panggul, leher, sendi gelang bahu. Bahkan bisa timbul adanya gangguan kulit, radang konjungtiva mata, dan lainnya. [caption id="attachment_11831" align="aligncenter" width="300"] Sendi yang meradang. Tampak pembengkakan dan kemerahan pada sendi jari tangan.[/caption] Bila ditemukn gejala di atas, periksakan ke dokter. Bila dokter Anda merasa adanya kemungkinan gangguan ini, ia akan meminta untuk memeriksa laboratorium (seperti laju endap darah, protein reaktif C, faktor reumatoid, dan anti CCP atau cyclic citrullinated peptide antibody), serta pemeriksaan rontgen sendi untuk melihat apakah ada erosi. Hati-hati cacat! [caption id="attachment_11830" align="aligncenter" width="300"] Kecacatan pada sendi jari tangan[/caption] Artritis reumatoid adalah penyakit yang cepat berkembang alias progresif. Karena karakteristik inilah, ia bisa menyebabkan kecacatan hingga kelumpuhan. Kecacatan ini tentu akan mengganggu kemandirian hidup seseorang. Kecacatan timbul karena proses radang pada sendi tersebut dapat menghancurkan sendi sehingga fungsi sendi menjadi rusak. Kerusakan ini permanen sehingga membuat sendi tidak bisa digerakkan. Jika diilustrasikan, bayangkan bila pintu tanpa engsel, tentu tidak bisa dibuka, ditutup, atau digerakkan bukan? Kerusakannya bisa terjadi pada jari tangan atau kaki, pergelangan tangan atau kaki, siku, bahu, panggul, lutut, dan lainnya. Bisakah Anda membayangkannya? Gangguan lainnya Seandainya seseorang mencapai kecacatan, tentu semua akan terhambat, mulai dari tidak bisa bekerja, hingga tidak bisa melakukan aktivitas dasar sehari-hari. Aktivitas dasar sehari-hari yang dimaksud seperti memegang barang, memakai baju, berjalan, makan dan lainnya. Semua kemandirian akan hilang, dan pasien yang sudah cacat akan sangat tergantung oleh orang lain. Maka tak pelak juga bisa timbulnya depresi atau stres. Tentu bila sudah demikian, hidup menjadi tidak seoptimal dulu. [caption id="attachment_11832" align="aligncenter" width="385"] Radang pembuluh darah (vaskulitis) membuat rusak jaringan yang diperdarahinya. Tampak kehitaman pada ujung jari yang menandakan kerusakan jaringan pada daerah tersebut.[/caption] Penyakit ini dapat membuat kematian, apabila sudah mencapai komplikasi lanjut seperti pembentukan plak pada pembuluh darah (aterosklerosis), radang pembuluh darah (vaskulitis), radang paru (pneumonitis intersisial), dan lainnya. Dok, bisakah kita mencegah kecacatan? Pada dasarnya gangguan ini tidak bisa disembuhkan total, namun dapat dikendalikan dengan pengobatan agar kualitas hidup lebih optimal. Deteksi dan pengobatan dini menentukan keberhasilan terapi. Pengobatan dapat memperbaiki fungsi sendi, mencegah cacat dan kelumpuhan. Jadi, yang bisa kita lakukan adalah deteksi dini gejala artritis reumatoid. Bila dideteksi dini, maka kita bisa memulai pengobatan secara dini, dan hidup akan jauh lebih baik daripada jatuh dalam kecacatan. Ayo, kita bersama untuk mulai deteksi lebih awal, mulai pengobatan lebih awal. Waspadalah terhadap artritis reumatoid. Referensi
  • Isbagio, Harry. Artritis Reumatoid. Disampaikan pada Seminar dan Workshop Reumatoid Artritis 23 Oktober 2011.
  • Hidayat, Rudy. Tatalaksana Artritis Reumatoid. Disampaikan pada Seminar dan Workshop Reumatoid Artritis 23 Oktober 2011.