Adrenalin kian menghantui Agnes. Kecemasan dan ketakutan merajai perasaannya. Ia sudah dijadwalkan untuk menjalani operasi radang usus buntu esok hari. Ia pun berpikir kabur dari rumah sakit. Ia sangat tidak menginginkan operasi itu, namun operasi sudah menjadi jalan pilihan dokternya. Mari kita bantu Agnes, sekarang! Apa itu operasi? Agar Agnes tidak merasa was-was, maka sebaiknya ia memahami dahulu definisi operasi. Operasi adalah tindakan pembedahan terhadap tubuh pasien untuk menemukan atau memperbaiki kondisi sakit (patologis) seperti penyakit atau luka, sehingga tubuh pasien dapat bekerja lebih baik. Tindakan operasi kini sangat beragam, dan meliputi semua tindakan yang melukai atau memotong jaringan tubuh. Mulai dari operasi kecil seperti sunat (sirkumsisi) dan LASIK, hingga yang besar seperti operasi caesar dan operasi pemasangan balon jantung. Terdapat pula operasi yang tidak mengobati penyakit, namun dikhususkan untuk kecantikan, seperti operasi pemasangan silikon pada payudara. Bagaimana operasi dilaksanakan? Operasi dapat dilaksanakan pada ruangan biasa (misalnya sunat) hingga ruangan khusus yang disebut OK (Operatie Kamer). Biasanya, yang melakukan operasi adalah dokter berspesialisasi bedah (biasanya bergelar, Sp.B, Sp.BU - bedah urologi, Sp.BS - bedah saraf, dll). Namun dokter umum dapat melakukan beberapa tindakan bedah dan menggantikan tindakan dokter bedah pada keadaan khusus. Setiap dokter dilengkapi dengan peralatan bedah tertentu, sesuai dengan jenis operasinya. Peralatan tersebut harus disterilkan dari mikroorganisme agar tidak terjadi infeksi. Bila tidak dalam keadaan darurat, pasien harus diperiksa fisiknya secara keseluruhan. Hal ini untuk memastikan pasien dapat memenuhi syarat untuk dioperasi. Jika sudah siap, pasien kemudian dibawa ke OK. Pasien dipasangkan beberapa alat untuk memantau tanda vitalnya, seperti tekanan darah, frekuensi nadi, temperatur tubuh. Pasien juga dapat diberikan obat tertentu sebelum operasi, sesuai dengan kebijakan dokter. Kemudian pasien akan diberikan obat bius atau anestesik. Obat bius dapat diberikan secara lokal atau umum, bergantung kembali pada jenis operasi. Sunat adalah contoh operasi yang hanya memerlukan anestestik lokal. Bila diberikan obat anestetik umum, maka pasien akan berada dalam keadaan tidak sadar dan kondisinya harus terus dipantau oleh dokter berspesialisasi anestesiologi (anestesiolog). Bila masa kerja obat ini habis pasca-operasi, maka pasien dapat sadar kembali. Sebelumnya, Semua tindakan medis harus dilaksanakan sesudah diberikan ijin oleh pasien atau keluarga pasien bila pasien berhalangan (misalnya dalam keadaan tidak sadar). Segala tindakan dan efek samping harus diutarakan oleh dokter dengan jelas sehingga pasien paham akan tindakannya. Pasien dapat saja untuk menolak tindakan operasi bila hal ini demi kebaikan diri pasien sendiri. Namun, nasehat dokter harus tetap dipertimbangkan matang-matang sebelum keputusan penolakan dibuat. Aku takut operasi Sangatlah lumrah bila Anda atau siapapun merasa cemas dengan operasi. Mungkin takut merasa sakit, cemas badannya terluka, atau takut dengan pembiusan. Tindakan berikut bisa Anda lakukan untuk mengurangi rasa cemas Anda:
  • Operasi yang baik dan tidak dalam keadaan darurat, seyogyanya telah dipersiapkan oleh tim dokter dan perawat. Tim ini sudah tahu dan mempelajari hal apa yang harus mereka lakukan pada saat operasi. Jadi, operasi tidak dilakukan seadanya saja. Persiapan yang matang akan memberikan hasil yang optimal pula.
  • Mintalah dokter menjelaskan mengenai operasi. Biasanya kita sering mendengar kabar burung mengenai operasi yang ”buruk” sehingga dapat meningkatkan adrenalin kita. Jika kita meminta penjelasan pada pakarnya, jelas hal ini dapat kita singkirkan. Bila Anda masih bingung, jangan malu untuk bertanya. Semua penjelasan dapat kita minta, karena inilah hak sebagai pasien, termasuk bertanya mengenai efek samping dari operasi tersebut.
  • Berbagi dengan rekan, keluarga atau dokter yang merawat. Kecemasan Anda dapat mereda bila dibagi dengan orang lain. Seperti ketika depresi atau memiliki masalah, Anda pasti merasa lega setelah bisa mencurahkan hati, bukan?
  • Bila kecemasan Anda terus memuncak, biasanya dokter dapat memberi tindakan medis seperti obat anticemas, dan lainnya.
  • Berdoalah pada Yang Maha Kuasa dan berpikir positif. Dengan meminta berkat dan perlindunganNya, niscaya Anda akan merasa lebih tenang.
  • Tindakan operasi kini didukung oleh teknologi yang kian canggih. Perkembangan ini menekan angka kegagalan karena operasi secara signifikan. Menurut sambahq.org, kemungkinan kematian karena berkendara lima kali lebih besar dari kematian karena obat bius saat operasi.
Setelah membaca artikel ini, hendaknya Agnes menjadi paham akan operasi yang sebenarnya akan memberikan kebaikan untuk dirinya. Semoga ia tidak cemas lagi, begitu juga dengan Anda. Referensi: Doherty, Gerard M, et al. The Washington Manual of Surgery, 2002. Lippincott Williams & Wlkins:USA. http://www.childrenfirst.nhs.uk/teens/health/dear_doc/archive/p/presurgery_anxiety.html http://www.sambahq.org/ http://yourtotalhealth.ivillage.com/anxiety-before-surgery.html