Di era modern ini, tingginya tuntutan dalam pekerjaan, hubungan sosial yang renggang, rasa kesepian, dan lingkungan yang semakin dipenuhi polusi merupakan beberapa sebab yang menyebabkan angka penderita depresi melonjak. Satu penelitian bahkan menyebutkan, angka bunuh diri akibat depresi meningkat tajam dalam 10 tahun terakhir ini. Depresi seringkali dianggap remeh dibandingkan dengan penyakit fisik seperti gagal ginjal, penyakit jantung, diabetes, dll. Orang berlomba-lomba untuk menurunkan kolestrol, mencegah tingginya kadar gula darah, mengatasi asam urat, dan memakan sekian banyak obat dan suplemen untuk menjaga kesehatan tubuh mereka. Mereka tak menyadari bahwa depresi pun mengganggu kualitas dan kuantitas hidup, bahkan dapat menyebabkan kematian sama halnya dengan penyakit fisik lainnya. Mengapa depresi sedemikian parahnya sampai menyebabkan kematian? Jawabannya hanya satu, karena tidak memadainya penanganan yang ada dan rasa malu untuk mencari pertolongan sehingga mencoba mengatasi depresi yang mereka alami dengan cara sendiri, yang seringkali gagal. Kegagalan mengatasi depresi ini berujung pada tindakan bunuh diri, yang sebenarnya tidak perlu terjadi. Dengan penatalaksanaan yang tepat, 70-80% individu dengan gangguan depresi dapat mengalami penurunan gejala yang signifikan dan memiliki hidup dengan wajar. Walaupun pernah mengalami depresi, tak berarti harus menyerah. Jangan kalah dengan depresi! Berikut ini kiat-kiat menghadapi depresi agar tak kalah dengan depresi dan tekanan. 1. Mengatur Hidup Anda Buatlah perencanaan dan jadwal. Penderita depresi cenderung malas melakukan apapun dan terpusat pada dunianya sendiri. Banyak yang beranggapan dengan menyendiri dan tidak melakukan apapun, merasa mempunyai waktu untuk menelaah semuanya dan depresi itu akan hilang dengan sendirinya. Mulailah mengatur jadwal untuk hidup Anda dan penuhi jadwal itu dengan aktivitas yang menyenangkan (contohnya hobi Anda). Aktifitas yang Anda sukai dapat mengalihkan pikiran  dari rasa depresi. Buatlah tujuan. Tujuan membantu Anda untuk mendapatkan rasa puas dan gembira ketika tercapai. Dengan demikian, depresi otomatis akan berkurang. Buatlah tujuan yang memang mudah dicapai dan dalam skala kecil, seperti mulai berolahraga tiap 3 kali seminggu, makan 3x sehari (tidak lebih atau kurang), bermain dengan peliharaan Anda setiap sore, dll. Mulai terlibat dengan orang lain. Mulailah melihat ke sekitar Anda dan sadari bahwa ada banyak hal yang bisa disyukuri. Ikut dalam kelompok sukarelawan dapat membantu melegakan perasaan Anda dan mengurangi rasa depresi karena lebih banyak rasa syukur dalam hidup Anda. 2. Mulai Pedulikan Kesehatan Fisik Anda Sibukkan diri dengan olah raga. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa olahraga dapat memperbaiki mood, membuat tidur lebih nyenyak, dan membantu meningkatkan kadar hormon yang membuat rasa tenang dan bahagia. Depresi akan membuat Anda malas melakukan segala sesuatu, tapi cobalah dari hal-hal yang kecil. Jalan pagi di sekitar tempat tinggal Anda beberapa kali dalam seminggusudah dapat memberi dampak positif bagi diri Anda. Makan makanan bergizi dan hindari junk food. Makan coklat dapat memperbaiki mood Anda sementara waktu, namun makanan ini tidak dapat membantu mengatasi depresi yang dialami. Makanlah makanan yang sehat dan bergizi, perbanyak makan sayur, buah, dan ikan yang kaya omega 3. kirangi makan berlemak, berminyak, dan makanan manis. Tidur dengan cukup. Jika waktu tidur menjadi masalah, cobalah mengatur jadwal tidur Anda. Tetapkan jadwal tidur Anda dan patuhi, sekalipun hal tersebut begitu sulit dilakukan di awalnya.  Jika sulit tidur, cobalah untuk membuat kamar tidur Anda menjadi tempat yang menenangkan - dan membersihkannya dari gangguan seperti TV. Jangan mengandalkan alkohol atau obat-obatan untuk membuat Anda lebih baik.  Sama seperti makanan junk food, alkohol dan obat-obatan hanyalah memberikan rasa nyaman sementara, tetapi untuk jangka panjang, rasa depresi malah makin bertambah. Jika tidak bisa mengendalikan kebutuhan Anda akan alkohol atau obat-obatan, carilah pertolongan professional. 3. Ubahlah Cara Pikir dan Sudut Pandang Anda. Berpikir positif. Orang depresi cenderung memikirkan kemungkinan terburuk. Mulai ubah cara berpikir Anda dan hanya memikirkan yang baik dan positif. Jika pikiran buruk mulai datang, segera alihkan pikiran Anda. Mendengarkan musik yang menenangkan juga dapat membantu Anda berpikir positif. Membuka diri. Menutup diri mungkin membantu pada awal-awal depresi Anda, tetapi dalam jangka panjang, itu merusak kepribadian Anda. Cobalah membuka diri kepada orang terdekat Anda. Jika orang terdekat Anda (keluarga atau sahabat) tidak mampu mengerti, Anda dapat mengikuti forum dari orang-orang yang mengalami hal yang sama dengan yang Anda rasakan. Berbicara dengan orang yang sepaham sangat membantu Anda meringankan beban depresi. Satu hal yang perlu diperhatikan dalam mengatasi depresi, jangan malu untuk mencari pertolongan profesional jika Anda merasa tidak mampu lagi menanganinya. Tenaga medis seperti psikiater maupun psikolog akan menolong Anda untuk mengatasinya dan membuat kualitas hidup Anda menjadi lebih baik. Jangan kalah dengan depresi. Temukan seorang yang bisa dipercaya, Speak Up and Share! Sumber :
  • American Psychiatric Association. Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders, Fourth Edition, Text Revision, DSM-IV-TR. Washington, DC: 2000.
  • Griffin, RM. Lifestyle Tips for Treatment-Resistant Depression. 2011. diunduh dari www. webmd.com
  • Halverson, JL dkk. Depression.  2011. diunduh dari www.emedicine.medscape.com