Mencegah lebih baik dari mengobati. Apakah Anda setuju dengan kalimat tersebut? Ya, apalagi kalau dikaitkan dengan narkoba, mencegah benar-benar usaha yang lebih mudah dan baik daripada mengobati. Jadi bagaimana mencegah agar kita tak terjerumus juga? Tindakan pencegahan alias prevensi yang paling efektif adalah intervensi masyarakat pada masa remaja. Tindakan ini disesuaikan dengan fase perkembangan mental mereka dan mengurangi perilaku destruktif yang dapat menjadi "bibit" seperti tindakan membolos sekolah dan kenakalan lainnya. Tindak pada remaja Data menunjukkan bahwa kebanyakan orang menggunakan narkoba pada usia remaja atau dewasa muda. Oleh karena itu diperlukan edukasi yang baik pada remaja mengenai narkoba dan pengaruhnya bagi mereka. Masa remaja adalah periode labil dan mereka mulai tertarik untuk banyak berinteraksi dengan lingkungannya. Remaja mulai melepaskan diri dari ketergantungannya pada orang tua. Jadi orang tua perlu mengawasi perkembangan dan memberi nasihat bila perlu. Jangan biarkan mereka terjerumus. Dr. Satya Joewana, SpKJ(K), psikiater, menuliskan bahwa terdapat beberapa ciri-ciri anak yang rentan terjerat narkoba, yaitu anak yang bersifat hiperaktif, tidak tekun, sulit berkonsentrasi, mudah kecewa, mudah murung, cenderung makan berlebihan, merokok usia dini, sadis pada hewan peliharaan, sering berbohong, mencuri, dan IQ dalam taraf perbatasan. Peran orang tua Anda juga perlu memperhatikan faktor sebagai orang tua. Anak yang komunikasi dengan orang tua kurang harmonis, orang tua sangat penuntut, terlalu sibuk, kurang perhatian dapat mempertinggi risiko. Orang tua harus awas terhadap lingkungan rumah, lingkungan sekolah, dan kawan-kawan sang anak. Namun sikap waspada ini tidak perlu sampai mencurigau, syak wasangka, atau berlebihan. Hal ini justru akan menghambat komunikasi dengan anak. Apabila Anda mencurigai sang anak terlibat narkoba. Jangan menuduhnya dahulu, karena tuduhan hanya membuatnya menyangkal. Usahakan untuk membuat diskusi yang berjalan rasional, hindari emosional atau kemarahan. Anak pun perlu tahu bahwa walaupun orang tua tidak suka akan perilakunya tersebut, ia tetap dicintai oleh orang tua. Perasaan yang hangat, aman dan melindungi tetap harus diberikan. Sumber: Disarikan dari Joewana S. Gangguan Mental dan Perilaku Akibat Penggunaan Zat Psikoaktif. Edisi 2. EGC: Jakarta. 2005