"Semenjak saya divonis sebagai AIDS beberapa waktu lalu, saya merasa dikucilkan oleh
orang-orang sekitar " begitu ungkap X, seorang penderita AIDS.
World Aids Day event
Kejadian seperti itulah yang sering kita dengar belakangan ini. Memang, AIDS adalah penyakit yang berbahaya dan katanya tidak bisa disembuhkan. Semua orang takut tertular olehnya dan umumnya menjauhi para penderitanya. Tapi sebenarnya apa itu AIDS? Seberapakah bahayanya penyakit itu? Apakah menjauhi para penderita AIDS adalah hal yang benar?
AIDS adalah singkatan dari Acquired Immune Deficiency Syndrome dan dari kepanjangannya, bisa dilihat bahwa AIDS ada hubungannya dengan penurunan sistem imun tubuh. Sistem imun tubuh ini sangat diperlukan untuk menjaga tubuh dari serangan penyakit setiap saat.
Apabila tubuh diserang oleh penyebab penyakit misalnya: bakteri, virus, ataupun jamur, maka sistem imun tubuh akan aktif oleh karena adanya "benda asing"dalam tubuh dan akan terbentuk suatu antibodi yang akan membunuh atau mengurangi "benda asing" tersebut.
Bayangkan bila tubuh kita tidak ada sistem imun tubuh maupun antibodi, semua jenis penyakit dapat dengan mudah menyerang tubuh kita! Inilah yang sering menimbulkan kematian pada penderita AIDS yang disebut juga sebagai infeksi oportunistik.
Jadi, kematian umumnya bukan karena AIDS itu sendiri, tapi karena infeksi penyakit lain yang datang bertubi-tubi yang terdiri dari satu atau bahkan gabungan dari macam-macam penyakit. Bahkan flu biasa dapat menyebabkan kondisi yang cukup parah pada penderita AIDS. Jadi, ada baiknya seorang penderita AIDS menjaga kesehatannya dengan hati-hati dan menghindari sumber-sumber penyakit.
aids_front_big
Apa penyebab AIDS ?
Sejauh ini, HIV (Human Immunodeficiency Virus) dianggap sebagai penyebab penyakit ini.
Tapi, bukan berarti bahwa ketika kita terinfeksi oleh HIV maka seketika itu juga kita mengidap AIDS.  Butuh waktu yang cukup lama agar seseorang yang terinfeksi virus HIV untuk berkembang menjadi seorang penderita AIDS.
Seseorang yang dikatakan menderita AIDS pada umur 20 tahun bisa saja telah terinfeksi HIV ketika berumur belasan.
Kenapa bisa begitu?
Sesuai dengan namanya, virus HIV menyerang sistem kekebalan tubuh manusia. Virus ini akan merusak sel imun tubuh, CD4 yang dibutuhkan untuk mengaktifkan sistem imun tubuh kita. HIV akan menjadikan sel CD4 sebagai tempat memperbanyak diri atau replikasi yang dapat menghasilkan miliaran virus HIV baru. Virus ini kemudian akan menginfeksi sel CD4 yang lain dan siklus tersebut akan terulang kembali. Hal inilah yang menyebabkan penurunan sel CD4 secara perlahan tapi pasti.
Pada awalnya, tidak terasa adanya penurunan sistem imun tubuh. Namun, setelah 9-10 tahun kemudian, jumlah sel CD4 akan sangat berkurang sehingga jumlah yang ada sudah tidak mampu lagi untuk mengaktifkan sistem imun tubuh. Pada saat inilah AIDS akan timbul. Periode 9-10 tahun itu kita sebut dengan periode laten atau periode “tenang" yang tidak memberikan gejala apa-apa.
 
Bagaimana caranya seseorang terjangkit HIV?
virus-hiv-sangue-20120327-size-598
Virus HIV sebenarnya termasuk virus yang tidak stabil ketika berada di udara , dengan kata lain, virus ini mudah "rusak". Virus HIV membutuhkan suatu medium yang mengandung sel yang masih hidup untuk bertahan dan melakukan replikasi.
Media yang cocok untuk penyebaran virus ini adalah cairan tubuh dari seorang pengidap HIV positif, contohnya: darah, cairan sperma, cairan vagina, ASI.
Apabila cairan tubuh ini tanpa sengaja masuk ke dalam peredaran darah seseorang, maka orang itu akan terinfeksi virus HIV. Hal ini dapat terjadi pada:
  • Penggunaan jarum suntik bersama, misalnya pada pengguna narkoba dan penggunaan jarum suntik yang tidak steril
  • Transfusi darah
  • Pemberian ASI pada bayi
  • Penderita AIDS yang sedang mengandung, tapi resiko penularan dapat dikurangi, apabila:
o Ibu hamil menggunakan obat anti retroviral sebelum dan selama masa kehamilan
          o Memilih operasi caesar dibandingkan lahir alami
          o Tidak menyusui bayinya
  • Hubungan seks yang tidak aman
Dari penjelasan di atas, mungkin timbul perasaan ragu dan takut terhadap AIDS dan penderitanya. Memang betul, AIDS adalah penyakit yang menakutkan, tapi bukan berarti kita harus menjauhi penderitanya. Ada banyak cara untuk hidup bersama dengan mereka tanpa harus takut tertular.