Hepatitis atau peradangan hati, selain disebabkan oleh virus, bisa juga disebabkan oleh hal lain. Hepatitis selain yang disebabkan oleh virus, dikenal sebagai non-viral hepatitis. Hepatitis non viral diklasifikasikan sebagai peradangan pada hati yang disebabkan oleh obat dan penyalahgunaan alkohol atau racun. Radang hati juga dapat disebabkan oleh terkumpulnya lemak pada jaringan hati, trauma ataupun disebakan oleh proses autoimmune, di mana terjadi reaksi sel kekebalan tubuh menyerang hati. 1. Penyakit hati alkoholik terutama disebabkan oleh penyalahgunaan alkohol terutama konsumsi etanol yang berlebihan, dimana penggunaan yang berkelanjutan dapat menyebabkan sirosis ataupun kanker hati. Hepatitis tipe ini sering dijumpai terutama pada negara-negara barat terutama Amerika. Lebih dari 10 juta warga Amerika merupakan pengonsumsi alkohol. Penyalahgunaan alkohol sendiri mengakibatkan 100.00 – 200.000 kematian pertahunnya. Yang mana 20.000 diantaranya adalah end-stage cirrhosis. Secara klinis pada pasien dengan alkoholic liver disease dapat dijumpai adanya hepatic stetatosis dengan hepatomegali dan meningkatnya serum bilirubin dan ALP (alkalin fosfat). 2. Direct Hepatotoxicity (peradangan pada hati secara langsung) menyebabkan kerusakan pada hati dan nekrosis hati, biasanya disebabkan oleh racun dan terutama obat. Ini dapat disebabkan oleh penggunaan obat dengan dosis yang berlebihan terutama acetominophen/paracetamol. 3. Idiosyncratic Hepatotoxicity biasanya terjadi mengikuti proses paparan dalam beberapa waktu biasanya beberapa minggu yang disebabkan oleh sensitivitas berlebihan terhadap obat tertentu terutama isoniazid, metildopa, lovastatin, pravastatin, dipiridamole dan halothane. 4. Cholestatic Reaction yang terjadi oleh sebab berkurangnya pengeluaran cairan empedu. Hal ini dapat mengakibatkan peradangan langsung terutama mengikuti penggunaan kontrasepsi oral atau steroid, beberapa antibiotik tertentu, obat-obat tiroid, obat-obat antidiabetes dan obat2 sitotosik. 5. Gangguan Metabolik dan Autoimun Autoimmune Hepatitis merupakan sebuah sindrom penyakit kronis hepatitis yang disebabkan oleh reaksi kekebalan tubuh yang tidak normal. Seringkali dijumpai terutama pada wanita sampai dengan 70% dari total kasus dan seringkali dijumpai pada pasien yang memiliki penyakit seperti rhematik artritis, radang tiroid, sindrom Sjogren dan Colitis Ulseratif. Penyakit Wilson merupakan gangguan metabolik yang menyebabkan terkumpulnya tembaga yang berlebihan pada berbagai jaringan dan organ tubuh, biasanya pada hati, otak dan mata. 6. Infeksi daripada parasit, jamur dan bakteri dapat mangakibatkan hepatitis. Fungsi daripada hati sebagai penyuplai darah menyebabkan hati sangat peka terhadap infeksi. Darah yang diterima melalui jalur intestine melalui hepatik portal sistem dan melewati sirkulasi melalui arteri hepatic. Oleh karena itu, hati merupakan yang sangat peka terhadap infeksi sistemik dan interstinal. Gejala klinis daripada gangguan hati seringkali dijumpai setelah penyakit tersebut telah berlangsung selama beberapa waktu. Gejala-gejala yang sering dijumpai berupa mual dan muntah, warna kuning pada kulit, kuku, dan bola mata. Beberapa tes laboratorium dibutuhkan untuk membantu penegakan diagnosis. Peningkatan enzim hati dapat menunjukkan dengan jelas adanya gangguan pada hati terutama peningkatan pada bilirubin, alkalin fosfat dan enzim transminase. Untuk menyingkirkan adanya penyebab daripada viral, tes darah terhadap viral hepatitis A, B dan C dianjurkan. References: 1. http://www.thelivercarefoundation.org 2. Liver and biliary disease. Robbins Basic Pathology, 7th edition 3. Bates’s Physical Examination and History Taking